Arina.id - Mesir memperketat kontrol terhadap platform digital, terutama game buat anak-anak. Baru-baru ini, pihak berwenang Mesir secara resmi telah memblokir platform game online Roblox.
Pertimbangannya, mereka memiliki kekhawatiran terhadap konten-konten yang menurut para pejabat mempromosikan perilaku berbahaya di kalangan anak-anak. Demikian dilaporkan sejumlah media di Mesir.
Dikutip dari Anadolu, Wakil Kepala Dewan Tertinggi untuk Regulasi Media, Essam al-Amir, mengatakan keputusan telah dikeluarkan untuk memblokir permainan elektronik populer yang dikenal luas di kalangan pengguna muda sebagai Roblox.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut selama sesi rapat bersama parlemen untuk membahas risiko yang terkait dengan penggunaan telepon seluler dan aplikasi digital oleh anak-anak.
Dewan tersebut telah merekomendasikan untuk mengambil tindakan memblokir situs web yang mempromosikan "perilaku menyimpang atau memfasilitasi penyebarannya, serta platform yang menyiarkan permainan elektronik yang mendorong kekerasan," kata al-Amir.
Ia menambahkan, dewan juga sedang berkoordinasi dengan Otoritas Pengatur Telekomunikasi Nasional untuk menerapkan langkah-langkah teknis yang diperlukan untuk menegakkan larangan tersebut.
Langkah yang diambil Mesir ini mengikuti tindakan serupa di kawasan tersebut. Pada September dan Agustus 2025, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, dan Oman memberlakukan pembatasan pada Roblox setelah adanya peringatan tentang potensi risiko terhadap anak-anak.
Di tingkat internasional, Roblox menghadapi pengawasan semakin ketat. Pada Agustus 2025, negara bagian Louisiana di AS mengajukan gugatan terhadap Roblox, menuduh perusahaan tersebut memfasilitasi eksploitasi anak. "Roblox menolak tuduhan tersebut sebagai sesuatu yang palsu," demikian menurut BBC.
Roblox adalah platform game interaktif gratis yang dibuat hampir dua dekade lalu dan telah menjadi sangat populer di kalangan anak-anak dan remaja di seluruh dunia.
Fitur utamanya memungkinkan pengguna merancang dunia virtual mereka sendiri dengan alat pemrograman sederhana, memulai petualangan bermain bersama orang lain, dan berinteraksi secara real-time lintas batas.
Permainan ini telah menarik sekitar 85 juta pengguna, 40% di antaranya berusia di bawah 13 tahun, demikian menurut laporan surat kabar Guardian Inggris pada Mei 2025.
Pada 2023 saja, lebih dari 13.000 kasus eksploitasi anak tercatat di platform tersebut di AS, dengan 1.200 laporan resmi yang diajukan ke Roblox tentang kasus-kasus pelecehan.
Media berita keuangan AS, Bloomberg, melaporkan pada 2024 polisi AS telah menangkap setidaknya 24 orang sejak 2018 atas tuduhan terkait penculikan atau penganiayaan terhadap orang-orang yang mereka temui atau pancing melalui Roblox.
Perusahaan tersebut juga menyatakan pada Agustus bahwa rata-rata pengguna aktif harian mereka mencapai 111,8 juta, yang mengirimkan 6,1 miliar pesan obrolan dan mengunggah kreasi mereka ke layanan tersebut.
Pasar gim video global terus berkembang pesat, dengan lebih dari 3,4 miliar pemain atau pengguna aplikasi dan nilai yang diperkirakan mendekati USD200 miliar, demikian menurut statistik tidak resmi 2024.
Editor: Muhammad Taufiq


