Jakarta, Arina.id—Banjir, kekeringan panjang, gelombang panas, kebakaran hutan yang melanda dunia semakin genting. Fenomena ini mencerminkan krisis iklim yang kian nyata, seiring laporan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) yang mencatat tahun 2024 sebagai tahun terhangat dalam sejarah, dengan suhu global melebihi 1,5°C di atas tingkat pra-industri.
Rekor baru juga terjadi pada konsentrasi gas rumah kaca, suhu permukaan laut, dan kenaikan permukaan laut yang lajunya meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dekade sebelumnya.
Di tengah situasi darurat ini, kehadiran anak muda seperti Zagy Berian sangat dibutuhkan untuk bisa menyuarakan kondisi iklim diberbagai negara terutama di Indonesia.
Zagy, pendiri Society of Renewable Energy (SRE) baru saja terpilih menjadi salah satu tim penasihat muda Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk perubahan iklim. Pengumuman ini menjadi momentum penting untuk mempercepat aksi iklim global.
"Advokasi tanpa kenal takut dari anak muda telah menjadi pendorong utama dalam perjuangan melawan krisis iklim. Itulah mengapa saya bangga mengumumkan dimulainya kelompok ketiga Youth Advisory Group on Climate, sekaligus memperluas keanggotaannya dari tujuh menjadi 14 orang," kata Guterres dalam siaran pers Pusat Informasi PBB (UNIC), Selasa (12/8/2025).
Kehadiran perspektif anak muda untuk penanganan krisis iklim yang mengancam dunia kian dibutuhkan untuk membatasi pemanasan global dengan target 1,5 derajat Celsius sesuai Paris Agreement.
Zagy Berian, pemuda asal Karawang, Jawa Barat lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), menjadi perwakilan Indonesia sekaligus Fasilitator Regional untuk Youth Climate Justice Fund di Asia Selatan dan Ketua Southeast Asia Youth Forum on Energy di bawah naungan ASEAN.
Ia berkontribusi pada strategi keterlibatan kaum muda di Kelompok Kerja Transisi Energi G20 dan Gugus Tugas Energi B20, juga terlibat dalam B20 Task Force on Energy, Sustainability, and Climate, serta menjabat sebagai Chief di Southeast Asia Youth Forum on Energy di bawah ASEAN.
"Bagi saya, ini berarti mendorong aksi iklim yang luar biasa melalui kolaborasi, sambil memastikan setiap suara didengar dalam membentuk masa depan global yang lebih adil dan berkelanjutan," kata Zagy.
Kehadiran Zagy di PBB membawa harapan besar, mengingat rekam jejaknya selama ini. Salah satu terobosannya adalah program edukasi dan kesadaran energi terbarukan di Pati, Jawa Tengah, yang menggandeng petani setempat untuk mengintegrasikan solusi energi bersih ke dalam praktik pertanian berkelanjutan.
Editor: Muhammad Zunus


