Dark
Light
Dark
Light

Azerbaijan Airlines Angkut 67 Penumpang Jatuh Terkena Rudal, Rusia-Ukraina Saling Tuduh

Azerbaijan Airlines Angkut 67 Penumpang Jatuh Terkena Rudal, Rusia-Ukraina Saling Tuduh

Jakarta, Arina.id - Pesawat komersial milik maskapai penerbangan Azerbaijan Airlines (AZAL) jatuh di wilayah Kota Aktau Kazakhstan, Rabu 25 Desember 2024. Sejumlah media barat melaporkan kalau pesawat yang membawa 67 orang tersebut jatuh terkena serangan rudal salah sasaran.

Sebanyak 67 orang tersebut, di dalamnya termasuk penumpang dan kru, yang melakukan perjalanan dari Ibu Kota Azerbaijan, Baku, menuju Grozny. Pesawat kecelakaan dan jatuh di dekat Kota Aktau, Kazakhstan tepi Laut Kaspia. Sebanyak 38 orang dilaporkan tewas dan 29 lainnya selamat.

Media Rusia melaporkan kalau pesawat tidak dapat mendarat di Grozny karena serangan drone Ukraina. Pilot kemudian mengalihkan penerbangan ke Kota Makhachkala, tetapi kondisi kabut memaksa pilot meminta izin mendarat di Aktau sebelum akhirnya jatuh di Chechnya.

Kemudian pada Rabu, Kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Andriy Kovalenko menyampaikan di Telegram membantah. Ia justru mengatakan kemungkinan kalua pesawat terebut jatuh karena ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Rusia.

"Rusia seharusnya menutup wilayah udara di Grozny, tetapi tidak melakukannya. Pesawat tersebut rusak oleh Rusia dan diarahkan ke Kazakhstan alih-alih melakukan pendaratan darurat di Grozny untuk menyelamatkan nyawa para penumpang," kata Kovalenko.

Seorang korban selamat Bernama Subkhankul Rahimov mengatakan kalau sempat mendengar ledakan dari luar pesawat. Hal itu disampaikan melalui rekaman audio yang dibagikan oleh saluran TV Rusia RT.

Ketika ia mengambil jaket pelampungnya, ia menemukan lubang di jaket tersebut yang disebabkan oleh serpihan ledakan. Ia juga mengungkapkan bahwa serpihan itu sempat mengenai tubuhnya setelah ledakan terjadi.

"Pesawat ... sedang bersiap untuk mendarat, lalu tiba-tiba mulai naik kembali. Saat itu saya terbangun dan menyadari bahwa pesawat tidak berhasil mendarat pada percobaan pertama. Kemudian pesawat naik di atas awan. Di bawah terlihat kabut, kabut tebal, terasa sangat tebal. Pesawat berputar dan mencoba mendarat lagi untuk kedua kalinya," katanya dikutip dari ANTARA.

Ia melanjutkan, "Menurut hitungan saya, ada dua percobaan. Pada percobaan ketiga, sesuatu meledak. Ada ledakan."

Ketika ditanya apakah ledakan terjadi di dalam pesawat, Rahimov menjawab bahwa ledakan terjadi di luar dan merusak sebagian penutup pesawat.

"Para ahli dan spesialis akan memberikan penilaian mereka, tetapi ada ledakan. Pasti ada ledakan. Semua orang mendengar ledakan itu. Saya meraih jaket pelampung saya, berpikir – kita tidak pernah tahu di mana kita akan mendarat, lebih baik saya pakai jaket pelampung. Ketika saya mengambilnya, saya melihat ada lubang di jaket itu, disebabkan oleh serpihan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setelah ledakan, serpihan tersebut melintas di kakinya dan menembus jaket pelampung. Ia bahkan sempat mengambil foto kondisi tersebut.

"Para ahli harus menyelidiki, membuat kesimpulan, dan memutuskan apa yang sebenarnya terjadi," katanya.

Pacar seorang korban selamat lainnya, Zaur Mammadov, membagikan pesan teks yang diterima saat kecelakaan kepada media Rusia, Readovka.

Dalam pesan tersebut, Zaur mengatakan bahwa pesawat sedang jatuh. Setelah kecelakaan, ia mengabarkan bahwa dirinya selamat. Zaur saat ini dirawat di rumah sakit dengan luka yang tingkat keparahannya belum diketahui. Saat ini, proses pemindahannya ke Rusia sedang diupayakan.

"Zaur penuh dengan memar, tetapi dalam keadaan sadar," kata pacarnya itu.

Berbicara kepada RT, Mammadov mengatakan, "Para penumpang sudah pasrah dengan kematian mereka," sebelum akhirnya pesawat mulai jatuh. "Dan itulah akhirnya, separuh badan pesawat hancur," ungkapnya, sesuai dengan rekaman lokasi kecelakaan.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo