Dark
Light
Dark
Light

Amalan dan Doa KH Maimoen Zubair di Malam 1 Muharram

Amalan dan Doa KH Maimoen Zubair di Malam 1 Muharram

Arina.id - Bulan Muharram bagi KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen merupakan salah satu bulan yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Selain bulan Rajab, keduanya adalah sama-sama syahrullah, dan juga termasuk dua dari empat asyhurul hurum, bulan-bulan yang dihormati.

Menurut Mbah Moen, dua bulan lainnya dari asyhurul hurum, yakni Dzulqa’dah dan Dzulhijjah,  adalah bulan yang digunakan untuk mencari kemuliaan di dunia dan akhirat. Jadi keempat bulan tersebut saling melengkapi satu sama lain, yakni dua bulan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan dua bulan untuk mendapatkan kemuliaan.

Sebagaimana umumnya para kiai di pesantren dan masyarakat Muslim tradisional, Mbah Moen melakukan amalan untuk menyambut bulan Muharram dengan berdoa awal tahun setelah berjamaah sholat Ashar di akhir bulan Dzulhijjah bersama para santri. Mbah Moen juga berdoa di awal tahun setelah jamaah sholat Maghrib, yakni di malam tanggal 1 Muharrram.

Penulis juga beberapa kali mengikuti amalan beliau ketika masih nyantri di Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang. Setelah membaca doa akhir tahun, beliau lanjut mengaji bersama para santri di mushalla pesantren. Pada waktu itu beliau mempunyai kegiatan rutin mengaji kitab Tasawuf bakda sholat Ashar.

Doa yang dibaca oleh Mbah Moen, sebagaimana yang banyak beredar di masyarakat, adalah catatan Syekh Abdul Hamid Kudus dalam Kanzun Najah wa al-Surur [Beirut: Darul hawi, 2009, hal. 298]. Doa ini dibaca beliau sebanyak tiga kali. Berikut doanya:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ اَلْمَاضِيَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ, وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَنِّيْ مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ, وَدَعَوْتَنِيْ اِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جُرْاءَتِي عَلَيْكَ

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْلِيْ

اَللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّيْ, وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

"Ya Allah. Apapun yang telah aku perbuat di tahun lalu dari segala hal yang Engkau larang sedangkan aku belum bertaubat dan tidak Engkau ridhai, aku melalaikannya sedangkan Engkau tidak pernah lalai. Engkau berbelas kasih kepadaku, sedangkan Engkau mampu menyiksaku, dan Engkau arahkan aku untuk bertaubat setelah aku mendurhakai-Mu.

Ya Allah. Sungguh aku memohon ampunan kepada-Mu dari hal itu, maka ampunilah aku.

Ya Allah. Segala apa yang aku perbuat dari amal yang Engkau ridhai, dan Engkau janjikan pahala serta ampunan, maka terimalah dariku, dan janganlah putuskan harapanku dari-Mu, wahai Dzat yang maha mulia, wahai Dzat yang paling penyanyang di antara yang penyayang."

Sedangkan doa awal tahun juga dicatatan yang sama [hal. 67] sebagaimana berikut:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَمْلَأُ خَزَائِنَ اللهِ نُوْراً, وَتَكُوْنَ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجاً وَفَرَحاً وَسُرُوْراً, وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْماً كَثِيْراً

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيْمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِك العَمِيْمِ الْمُعَوَّلِ, هَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ, وَأَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنْ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ, وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ, وَالإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي اِلَيْكَ زُلْفَى, يَا ذَاالْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

"Ya Allah. Berilah rahmat ta’dzim kepada tuan kami, Nabi Muhammad dengan rahmat ta’dzim yang memenuhi segala berangkas rahasia-Mu dengan cahaya, dan menjadi sebab kebahagiaan, kelapangan, dan kegembiraan bagi kami dan seluruh orang-orang yang beriman, dan juga untuk keluarga beliau dan para sahabat dan berikanlah keselamatan yang banyak.

Ya Allah. Engkau adalah Dzat yang abadi, yang lampau, yang awal, dan atas keutamaan-Mu yang agung, dan kemuliaan kedermawanan-Mu yang menyebar luas yang menjadi tumpuan. Ini adalah tahun baru yang telah datang. Aku meminta kepada-Mu perlindungan dari setan dan kroni-kroninya, dan pertolongan atas diri ini yang sering memerintahkan keburukan, dan meminta kesibukan dengan hal-hal yang bisa mendekatkanku kepada-Mu dengan sangat dekat. Wahai Dzat yang maha agung dan mulia."


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Doa Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo