Hujan merupakan salah satu anugerah dan rahmat dari Allah yang sangat luar biasa. Dengan guyuran hujan, kebutuhan dasar makhluk di muka bumi bisa terpenuhi dan aneka tanaman bisa tumbuh dengan subur. Mengingat besarnya manfaat dari air hujan ini, umat Islam dianjurkan untuk berdoa ketika hujan turun.
Bukan saat hujan turun, umat Islam dianjurkan berdoa. Saat hujan telah reda, umat Islam juga diberikan panduan untuk bersyukur kepada Allah melalui doa.
Mengenai hal ini, Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004), halaman 316-317 meriwayatkan dari kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, dari Zaid bin Khalid Al-Juhani ra ia mengatakan: Rasulullah sholat Shubuh bersama kami di Hudaibiyah setelah turun hujan pada malam itu. Usai melaksanakan sholat Shubuh, Rasulullah kemudian menghadap kepada para sahabat dan bersabda:
هَلْ تَدْرُونَ ماذَا قالَ رَبُّكُمْ؟ قالوا: اللَّهُ ورسولُه أعلم، قال: قالَ: أَصْبَحَ مِنْ عِبادِي مُؤْمِنٌ بِي وكافرٌ، فأمَّا مَنْ قالَ: مُطِرْنا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ، فَذَلِكَ مؤمنٌ بِي كافرٌ بالكَوْكَبِ؛ وأمَّا مَنْ قال: مُطرنا بنوْء كَذَا وكَذّا؛ فَذَلِكَ كافرٌ بِي مؤمنٌ بالكَوْكَبِ
Artinya: “Apakah kalian tahu apa yang difirmankan Tuhan kalian? Para sahabat menjawab: Allah dan utusan-Nya lebih mengetahui. Rasulullah kemudian bersabda: Allah berfirman: di antara hamba-Ku ada yang beriman dan kafir. Orang yang mengatakan; telah turun hujan kepada kami dengan karunia dan rahmat Allah, itu adalah orang yang beriman kepada-Ku dan mengingkari kepada bintang-bintang. Sedangkan orang yang mengatakan; telah turun hujan kepada kami, hujan turun karena rasi bintang ini dan itu, maka dia termasuk orang mengingkari-Ku dan beriman kepada bintang-bintang.”
Berdasarkan pada keterangan hadits tersebut, doa yang diajarkan Rasulullah saat hujan telah reda adalah sebagaimana berikut:
مُطِرْنا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ
Muthirnâ bifadllillâhi wa raḫmatihi.
Artinya: “Telah turun hujan kepada kami dengan karunia dan rahmat Allah”
Demikian doa yang dibaca saat turun hujan. Selain membaca doa tersebut, hati harus tetap meyakini bahwa hujan yang telah turun dari langit itu adalah atas karunia rahmat dari Allah. Adapun soal perbintangan itu hanya sebatas wasilah yang menjadi prakiraan cuaca dan bersifat dinamis alias tidak pasti. Wallahu a‘lam.
Editor: Muhammad Faizin


