Dark
Light
Dark
Light

Doa Rasulullah Hilangkan Susah dan Sedih

Doa Rasulullah Hilangkan Susah dan Sedih

Arina.id - Baru saja kita dikejutkan datangnya musibah banjir yang menimpa masyarakat di Sumatera, Aceh, dan Kalimantan. Ratusan korban pun berjatuhan. Tentu peristiwa pilu itu menyayat hati dan membuat semua bersedih dan berduka. 

Namun sebisa mungkin kita harus bangkit dan tidak larut dalam kesedihan terus menerus. Kita sesegera mungkin perlu introspeksi diri (muhasabah) untuk mengevaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. 

Rasulullah pernah memberikan doa untuk menghilangkan kesedihan agar tidak larut terlalu dalam. Doa ini beliau dapatkan dari Malaikat Jibril kemudian diajarkan kepada sayyidah Fatimah. 

Doa ini bisa digunakan untuk menghilangkan kebingungan, kesedihan dan kesusahan. Derajat haditsnya adalah marfu', namun menurut Imam Adz-dzahabi dalam Mu'jam Kabir, derajatnya mursal.

 أَخْبَرَنَا أَبُو طَاهِرٍ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحِيمِ ، بِقِرَاءَتِي عَلَيْهِ ، قَالَ : أَبُو مُحَمَّدٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ حَيَّانَ ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَكَرِيَّا ، قَالَ : حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَمْرِيٍّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ عَبْدَةَ ، عَنْ أَبِي لُبَابَةَ

Artinya: "Abu Tahir Muhammad ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Abd al-Rahim memberitahukan kepada kami, melalui bacaan saya kepadanya,  Abu Muhammad Abdullah ibn Muhammad ibn Ja'far ibn Hayyan berkata: Abdullah ibn Muhammad ibn Zakariyya meriwayatkan kepada kami, mengatakan: Ismail ibn Amri meriwayatkan kepada kami, mengatakan: Sufyan meriwayatkan kepada kami, dari Abda, dari Abu Lubabah"

عَنْ سُوَيْدِ بْنِ غَفْلَةَ ، قَالَ : أَصَابَتْ عَلِيًّا عَلَيْهِ السَّلَامُ خَصَاصَةٌ ، فَقَالَ لِفَاطِمَةَ عَلَيْهَا السَّلَامُ لَوْ أَتَيْتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلْتِهِ ، فَأَتَتْهُ ، قَالَ : وَكَانَ عِنْدَ أُمِّ أَيْمَنَ فَأَتَتْهُ فَدَقَّتِ الْبَابَ ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ لِأُمِّ أَيْمَنَ : " إِنَّ هَذَا لَدَقُّ فَاطِمَةَ ، وَلَقَدْ أَتَتْنَا فِي سَاعَةٍ مَا عَوَّدَتْنَا أَنْ تَأْتِيَنَا فِي مِثْلِهَا ، قُومِي فَافْتَحِي لَهَا الْبَابَ " ، فَفَتَحَتِ الْبَابَ ، فَقَالَ : " يَا فَاطِمَةُ ، لَقَدْ أَتَيْتِنَا فِي سَاعَةٍ مَا عَوَّدْتِنَا أَنْ تَأْتِينَا فِي مِثْلِهَا ؟ " ، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، هَذِهِ الْمَلَائِكَةُ طَعَامُهَا التَّهْلِيلُ وَالتَّسْبِيحُ وَالْحَمْدُ فَمَا طَعَامُنَا ؟

Artinya: "Dari Suwayd Ibn Ghaflah ia berkisah: Suatu ketika Ali membutuhkan makanan, lalu ia berkata kepada Fatimah, "Jika engkau pergi kepada Nabi, maka mintalah kepadanya makanan." Lalu Fatimah pergi kepada Nabi Muhammad. Suwaid berkata: Beliau (Nabi Muhammad) sedang bersama Ummu Ayman, lalu Fatimah datang kepadanya dan mengetuk pintu. Nabi Muhammad berkata kepada Ummu Ayman: "Ini ketukan Fatimah, dan dia datang kepada kita pada jam tertentu. Dia biasa datang kepada kita pada waktu seperti ini. Bangun dan bukakan pintu untuknya." Maka Ummu Ayman membuka pintu. Nabi berkata, "Wahai Fatimah, engkau datang kepada kami pada waktu seperti ini, yang biasanya tidak engkau lakukan?" Fatimah bertanya, "Wahai Rasulullah, makanan para malaikat adalah pujian, sanjungan, dan syukur. Lalu apa makanan kita?"

 فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : " وَالَّذِي بَعَثَنِي بِالْحَقِّ نَبِيًّا مَا اقْتَبَسَ فِي آلِ مُحَمَّدٍ نَارٌ مُنْذُ ثَلَاثِينَ يَوْمًا ، وَلَقَدْ أَتَيْنَا أَعْنُزًا فَإِنْ شِئْتِ أَمَرْنَا لَكِ بِخَمْسَةِ أَعْنُزٍ ، وَإِنْ شِئْتِ عَلَّمْتُكِ كَلِمَاتٍ عَلَّمَنِيهِنَّ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ آنِفًا " ، فَقَالَتْ : عَلِّمْنِي كَلِمَاتٍ عَلَّمَكَهُنَّ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ

Artinya: "Nabi Muhammad menjawab: "Demi Zat yang mengutusku dengan kebenaran sebagai seorang Nabi, tidak ada api yang dinyalakan di keluarga Muhammad selama tiga puluh hari. Kami telah membawa beberapa kambing, dan jika engkau mau, kami akan memesan lima ekor kambing untukmu. Atau jika engkau mau, aku akan mengajarkanmu kata-kata yang Jibril AS ajarkan kepadaku barusan." Fatimah berkata: "Ajarkan aku kata-kata yang Jibril ajarkan kepadamu." 

قَالَ : " قُولِي : يَا أَوَّلَ الْأَوَّلِينَ ، وَيَا آخِرَ الْآخِرِينَ ، وَيَا ذَا الْقُوَّةِ الْمَتِينَ ، وَيَا رَاحِمَ الْمَسَاكِينَ ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ " ، فَفَعَلْتُ ، قَالَ : فَانْصَرَفَتْ حَتَّى دَخَلَتْ عَلَى عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، فَقَالَ : مَا وَرَاءَكِ ؟ قَالَتْ : ذَهَبْتُ مِنْ عِنْدِكَ إِلَى الدُّنْيَا وَأَتَيْتُكَ بِالْآخِرَةِ ، فَقَالَ : خَيْرٌ أَيَّامُكِ خَيْرٌ أَيَّامُكِ

Artinya: "Rasulullah berkata: “Ucapkanlah: Ya awwalal awwalin, wa ya akhiral akhirin, wa ya dzal quwwatil matin, wa ya rahimal masakin, wa ya arhamar rahimin. (Wahai Yang Maha Pertama, Wahai Yang Maha Terakhir, Wahai Pemilik kekuasaan yang agung, Wahai Yang Maha Penyayang kepada kaum miskin, Wahai Yang Maha Penyayang di antara yang penyayang),” lalu aku (Fatimah) mengucapkannya." Suwaid melanjutkan kisahnya: Kemudian dia pergi hingga menemui Ali, dan beliau bertanya: Apa yang engkau bawa? Dia menjawab: Aku pergi darimu menuju (urusan) dunia dan aku pulang membawakanmu (urusan) akhirat. Ali berkata: Hari-harimu yang terbaik, hari-harimu yang terbaik.

Doa ini termasuk Doa Tafrijul Kurab atau menghilangkan kesusahan, kesedihan berkat izin Allah. Tepatnya pada kalimat:

اللهم يَا أَوَّلَ الْأَوَّلِينَ ، وَيَا آخِرَ الْآخِرِينَ ، وَيَا ذَا الْقُوَّةِ الْمَتِينَ ، وَيَا رَاحِمَ الْمَسَاكِينَ ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Pertama, Wahai Dzat Yang Maha Terakhir, Wahai Pemilik kekuasaan yang agung, Wahai Dzat Yang Maha Penyayang kepada kaum miskin, Wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara yang penyayang." (Adzzahabi, Mu'jam Kabirah: 2/258)


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Doa Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo