Dark
Light
Dark
Light

Shalawat Munjiyat: Sejarah dan Keistimewaannya menurut Gus Miek

Shalawat Munjiyat: Sejarah dan Keistimewaannya menurut Gus Miek

Arina.id - Nabi Muhammad adalah sosok yang sangat mulia dan dihormati oleh seluruh makhluk di jagat raya. Pujian dan sanjungan yang ditujukan kepadanya banyak sekali. Bahkan banyak redaksi bacaan shalawat dalam berbagai macam pelafalan serta penamaan yang berbeda-beda disusun oleh para ulama.

Misalnya, shalawat nariyah, shalawat nuraniyah, shalawat ismul a’dzam, shalawat tibbil qulub, dan shalawat munjiyat. 

Mengenal Shalawat Munjiyat dan Keistimewaannya

Munjiyat artinya adalah penyelamat. Asal usul lahirnya shalawat munjiyat berasal dari sebuah peristiwa yang dialami oleh salah satu orang ‘arif dari ulama Syadziliyah:

قال بعض العارفين كنت في مركب فعصفت علينا الريح فأشرفنا على الغرق فرأيت النبي صلى الله عليه وسلم في منامي فقال قل لهم يقولون اَللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ فاستيقظت فقلناها جميعا فسكن الريح بإذن الله تعالى

Artinya: "Sebagian orang arif berkata: ‘aku berada di kapal, kemudian badai berembus kencang, hampir saja menyebabkan kami tenggelam. Lalu aku (tertidur dan) melihat Rasulullah  dalam mimpi, beliau bersabda: Katakan pada mereka ‘Bacalah doa Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât, lalu aku terbangun dan kami ucapkan bacaan sholawat tersebut, lalu angin pun terdiam atas seizin Allah ta’ala." (Abdurrahman bin Abdissalam Ash-Shafuri, Nudhah al-Majâlis wa Muntakhab an-Nafâis, halaman: 284).

Menurut keterangan dalam kitab al-Fajr al-Munir fi as-Shalat ala al-Basyir wa an-Nadzir, orang arif yang dimaksud adalah salah satu ulama tarekat Syadziliyah, yakni Syekh As-Shalih Musa ad-Dlarir. Sebagaimana disampaikan dalam referensi berikut: 

وأخبرني الشيخ الصالح موسى الضرير رحمه الله تعالى: أنه ركب في البحر؛ قال: وقامت علينا ريح تسمى: الأقلابية قلَّ من ينجو منها من الغرق، وضج الناس خوفاً من الغرق، قال: فغلبتني عيناي، فنمت، فرأيت النبي صلى الله عليه وآله وسلم وهو يقول: قل لأهل المركب يقولون ألف مرة

اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

قال: فاستيقظت، وأعلمت أهل المركب بالرؤيا، فصلينا بها نحو ثلاثمائة مرة؛ ففرج عنا، هذا أو قريب منه، صلى الله عليه وسلم

Artinya: "Syekh Shalih Musa ad-Dharir mengabarkan kepadaku bahwa beliau mengendarai perahu, lalu berkata: “Badai yang dikenal dengan sebutan Aqlabiyah menyerang kami, sangat sedikit orang yang selamat dari tenggelam sebab badai tersebut. Manusia berteriak karena khawatir akan tenggelam. Lalu aku diserang rasa kantuk, hingga akhirnya aku tertidur. Dalam mimpi Aku melihat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: ‘Katakan pada penumpang perahu, agar mereka membaca shalawat berikut:

‘Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât.’ 

Lalu aku terbangun dan aku beritakan pada penumpang perahu tentang mimpi yang aku alami, kami pun membaca shalawat tersebut, dan ketika mencapai sekitar bilangan 300, badai pun reda,” (Syekh Umar bin ‘Ali bin Salim al-Fakihani, al-Fajr al-Munir fi as-Shalat ala ala al-Basyir wa an-Nadzir, hal. 25)

Shalawat Munjiyat selain dibaca untuk wirid harian juga dibaca dalam hizib yang biasa diamalkan oleh banyak pesantren, seperti hizib yang termuat dalam kitab Dalail Khairat maupun dalam wiridan para ulama nusantara.

Gus Miek dan Shalawat Munjiyat

Salah satu ulama yang rajin mendawamkan membaca shalawat munjiyat adalah KH. Hamim Tohari Djazuli atau Gus Miek Ploso Kediri. Kiai nyentrik yang masuk pada tulisan Gus Dur dalam kumpulan esai Kiai Nyentrik Pembela Pemerintah ini dikenal alim dan visioner. Bahkan Gus Dur mengagumi tokoh Semaan Al-Quran ini.

Gus Miek pernah berpesan di Majlis Semaan Al-Quran tahun 1968, bahwa shalawat Munjiyat memiliki keistimewaan dan khasiat yakni: penglipur hati yang sedih dan gelap, penambah kekuatan batin, pendekat diri kepada Allah, penghias sholat lima waktu, dan pengisi tabungan di hari akhir.

Perintah Shalawat dalam Al-Qur'an

Shalawat merupakan salah satu dzikir yang sangat dianjurkan untuk dibaca secara istiqamah oleh siapa pun. Karena dengan memperbanyak membaca shalawat diyakini dapat membawa keberkahan dan mempermudah terkabulnya hajat yang diinginkan.

Allah memerintahkan umat Islam untuk bersahalwat sebagaimana disebutkan dalam al-Quran:

إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56)

Maksud shalawat dari Allah untuk Nabi Muhammad adalah kasih sayang dan rahmat Allah senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad tanpa batas waktu.

Prof. M. Quraish Shihab menafsirkan ayat ini adalah bahwa Allah telah melimpahkan kasih sayang dan meridlai Nabi-Nya. Para malaikat memanjatkan doa untuknya. Maka, wahai orang-orang beriman, panjatkanlah shalawat dan salam pada nabi. Wallahu a'lam bis shawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Doa Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo