Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang sangat istimewa. Limpahan rahmat dan pahala kemuliaan juga ampunan dosa diberikan oleh Allah untuk umat Islam. Ragam kesunnahan mengucur deras di bulan mulia ini, mulai subuh hingga maghrib, maghrib hingga subuh. Lautan doa, zikir dan lantunan ayat suci Al-Quran selalu menghiasi tiap hari.
Beberapa doa yang disunnahkan untuk dibaca ketika bulan Ramadhan sangatlah banyak. Seperti doa berbuka puasa, doa setelah shalat tarawih, doa setelah witir, doa harian di bulan Ramadhan, dan lain sebagainya.
Misalnya menjelang bedug maghrib, umat Islam disibukkan mempersiapkan hidangan untuk berbuka puasa. Ketika bedug maghrib terdengar, semua yang berpuasa melantunkan doa berbuka puasa di meja makan untuk bersiap menyantap makanan-minuman.
Berikut ini beberapa doa berbuka puasa yang dibaca menurut beberapa riwayat:
بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ , وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Bismillahi Allahumma laka shumtu wa ala rizqika aftartu
Artinya: "Aku berbuka dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, aku berpuasa karena Engkau, dan aku berbuka dengan rezekiMu" (At-Thabrani, Mu’jam Al-Saghir, 2/133)
Sedangkan dalam riwayat lain dibaca:
بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، تَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillah, Allahumma laka shumtu, wa ala rizqika afthartu, taqabbal minni innaka antas sami’ul alim
Artinya: "Aku berbuka dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, aku berpuasa karena Engkau, dan aku berbuka dengan rezekiMu, aku memohon Engkau menerima amalku, Engkau Maha Mendengar dan Mengetahui "(Ath-Tabrani, Ad-du’a, 286)
Adapun dalam kitab Tartibul Amaly 1/344 bacaan doanya sebagai berikut:
بِاسْمِ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ، تَقَبَّلْهُ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillah, walhamdulillah, Allahumma laka shumtu wa ala rizqika afthartu, subhanaka, wabihamdika, taqabbalhu minni innaka antas sami’ul alim
Redaksi lain yang diriwayatkan oleh Abu Daud, dan Daruqutni, doanya sebagai berikut:
ذَهَبَ الظَّمأُ، وابْتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَبَتَ الأجرُ إِن شاءَ اللهُ
Dzahaba al-dzama’u, wabtallat al-uruqu, wa tsabatal ajru, insya Allah.
Artinya: "Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, dan telah tetap pahala, insya Allah"
Beberapa redaksi di atas menjadi referensi para ahli hadits dan fikih dari berbagai madzhab. Misalnya dari ulama madzhab Hanafi menganjurkan membaca doa berbuka puasa:
وَمِنْ السُّنَّةِ أَنْ يَقُولَ عِنْدَ الْإِفْطَارِ اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَبِك آمَنْت وَعَلَيْك تَوَكَّلْت وَعَلَى رِزْقِك أَفْطَرْت
Artinya: Salah satu kesunnahan berbuka puasa adalah mengucapkan doa: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal dan dengan rizki-Mu aku berbuka." (Lihat kitab Tabyinul Haqa’iq Syarah Kanzud Daqa’iq karya Al Imam Az Zaila’i juz 4 halaman 178).
Kemudian kaum Muslimin di seluruh dunia termasuk di Indonesia saat berbuka puasa membaca doa yang mirip dengan beberapa riwayat di atas. Doanya sebagai berikut:
اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إنْ شَاءَ اللَّهُ
Allahumma laka shumtu wabika amantu wa ala rizqika afthartu, dzahabadz dzoma’u, wabtallat al-uruqu, wa tsabatal ajru insya Allah
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah”.
Dengan demikian, beberapa redaksi doa di atas dapat diamalkan karena sesuai dengan riwayat yang telah masyhur dan hanya mengalami penambahan lafal yang diambilkan dari riwayat lain, agar lebih sempurna.
Editor: Muhammad Faizin


