Dark
Light
Dark
Light

Doa dan Cara Bersin saat Sholat

Doa dan Cara Bersin saat Sholat

Sakit tidak mengenal kasta sosial dan pekerjaan seseorang. Sakit dapat datang secara tiba-tiba baik itu masuk kategori ringan, sedang, ataupun berat. Sakit juga bisa datang kapan saja seperti saat sedang beribadah. Terkadang saat sholat, tiba-tiba bersin dikarenakan flu atau terkena debu. Hal ini tentu dapat mengganggu konsentrasi sholatnya maupun orang di sampingnya. 

Meski demikian, tetap disunnahkan untuk membaca doa bersin seperti yang dikemukakan oleh Rasulullah:

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: الحَمْدُ لِلَّهِ، وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ، فَإِذَا قَالَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ، فَلْيَقُلْ: يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Artinya: "Jika salah satu di antara kalian bersin, hendaknya membaca "Alhamdulillâh". Dan hendaknya saudara atau temannya (yang mendengar) membaca "Yarhamukallâh".  Kemudian apabila orang yang bersin tadi mendengar jawaban "Yarhamukallâh", maka hendaknya ia kembali mendoakan dengan doa "Yahdîkumullâh, wa yushlihu bâlakum" (HR Bukhari: 6224).

Begitu pula bersin ketika membaca Al-Qur'an menurut Imam Nawawi juga disunnahkan membaca doa:

وأما اذا عطس في حال القراءة فانه يستحب ان يقول الحمد لله وكذا لو كان في الصلاة

Artinya: "Adapun jika ada orang yang bersin saat membaca Al-Qur’an, hukumnya disunnahkan membaca "Alhamdulillah". Demikian pula saat sholat" (Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf an-Nawawi, At-Tibyân fî Âdâbi Hamalatil Qur’an, [Dâr Ibnu Hazm, Beirut, 1994] halaman 125).

Hadits ini dan keterangan Imam Nawawi sangatlah jelas, bahwa seseorang yang sedang bersin disunnahkan membaca doa, baik saat sholat maupun saat membaca Al-Qur'an. Namun bagaimana praktik mendoakan orang bersin sedangkan dia sendiri sedang melaksanakan sholat? 

Menurut keterangan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin karya Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar Al-Masyhur ba’alawy halaman 45 dijelaskan :

مسئلة ش عطس في الصلاة سن له ان يحمد سرا ولو في اثناء الفاتحة لكنها تنقطع بذلك فيعيدها

Artinya: "Orang bersin pada saat melaksanakan sholat itu disunnahkan baginya untuk membaca hamdalah, namun membacanya dengan cara sirri (suara pelan, tidak dengan suara keras) sekalipun di saat tengah membaca surat Al-fatihah. Namun, bacaan fatihah tersebut dianggap terputus sehingga diharuskan untuk mengulang kembali dari awal bacaan fatihah tersebut."

Keterangan ini berlaku bagi orang yang sedang bersin di dalam sholat dan mengucapkan doa alhamdulillah. Sedangkan bagi orang lain yang mendengarkan bersin dan dia juga sedang sholat, maka cara mendoakannya menurut kitab Madzahib Arbaah 1/275 adalah sebagai berikut:

و من الكلام المبطل تشميت العاطس فاذا شمت المصلى عاطسا بحضرته بطلت صلاته بشرط ان يقول له " يرحمك الله " بكاف الخطاب اما اذا قال له " يرحمه الله " او " يرحمنا الله " فان صلاته لا تبطل بذلك عندالشافعية والحنابلة اما المالكية و الحنفية بطلت صلاته الفقه على المذاهب الاربعه ١/٢٧٥

Artinya: "Dan termasuk sebagian dari perkataan yang membatalkan sholat adalah mendoakan orang yang bersin. Apabila ada seseorang yang sedang sholat kemudian ia mendoakan orang yang bersin di hadapannya, maka sholatnya batal, jikalau ucapan doanya adalah “yarkhamukallah” dengan memakai huruf kaf mukhatab (bermakna kamu). Akan tetapi jika dia ucapan doanya menggunakan lafadz “yarhamuhullah” atau “yarhamunaallah”, maka menurut pendapat Imam Syafi'i dan Imam Hambali sholatnya tidak batal. Tetapi menurut Imam Malik dan Imam Hanafi batal."

Dari sini dapat dipahami bahwa membaca doa bersin alhamdulillah ketika sholat tetap disunnahkan secara sirri (didengarkan untuk diri sendiri). Begitu pula bagi orang yang di sampingnya yang kebetulan sedang sholat cara mendoakannya membaca lirih dengan redaksi yarhamuhullah, bukan yarhamukallah.

Memang, tidak semua orang dapat memahami aturan ini, sehingga masih sering berucap alhamdulillah, yarhamukallah. Namun ada satu solusi yang tepat dan aman seperti yang ditawarkan oleh Imam Ghazali:

ﻟﻜﻦ ﺻﺮﺡ ﺍﻟﻐﺰﺍﻟﻲ ﻓﻲ ﺍﻹﺣﻴﺎﺀ ﺑﺄﻧﻪ ﻳﺤﻤﺪ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﻻ ﻳﺤﺮﻙ ﻟﺴﺎﻧﻪ

Artinya: "Akan tetapi Imam Ghazali menjelaskan dalam kitab Ihya bahwa membaca doa bersin “Alhamdulillah” di dalam sholat cukup di dalam hati, tidak perlu menggerakkan lisannya."

Hemat penulis, solusi ini paling tepat dan efektif, sebab sudah terwakili berdoa dalam hati, dan tidak perlu menggerakkan lisan, baik bagi orang yang bersin ketika sholat, maupun orang lain yang mendoakannya yang kebetulan sedang sholat.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Doa Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo