Dark
Light
Dark
Light

4 Bacaan Doa yang Dianjurkan pada Malam Nisfu Sya’ban

4 Bacaan Doa yang Dianjurkan pada Malam Nisfu Sya’ban

Arina.id - Sya’ban merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Di dalam bulan ini, ada satu momen yang diyakini memiliki keberkahan tersendiri, yaitu malam Nisfu Sya’ban atau malam tanggal 15 bulan Sya’ban. Rasulullah saw sendiri menyinggung keutamaan malam ini secara khusus dalam sabdanya:

إذا كان ليلة النصف من شعبان أطلع الله على خلقه فيغفر للمؤمنين، ويمهل الكافرين، ويدع أهل الحقد بحقدهم حتى يدعوه.

Artinya, “Apabila tiba malam nisfu Sya'ban, Allah memperhatikan makhluk-Nya, lalu mengampuni orang-orang yang beriman, memberi penangguhan kepada orang-orang kafir, dan membiarkan orang-orang yang penuh kebencian dengan kebenciannya sampai mereka meninggalkannya."

Hadits ini menegaskan bahwa malam Nisfu Sya'ban adalah momen istimewa yang dipenuhi rahmat dan keberkahan. Pada malam ini, Allah mengampuni dosa orang-orang beriman, membuka peluang bagi orang-orang kafir untuk kembali ke jalan yang benar melalui taubat, serta memberikan kesempatan bagi mereka yang memiliki kebencian di hati untuk melepaskan perasaan negatif agar memperoleh ampunan dan kedamaian.

Doa-Doa yang Dianjurkan

Malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu waktu yang tepat untuk memperbanyak doa, sebab pada momen ini doa-doa lebih mudah dikabulkan. Berikut adalah beberapa doa yang bisa diamalkan pada malam Nisfu Sya’ban.

1. Doa Ampunan dan Lancar Rezeki

Doa yang pertama adalah doa yang biasa dibaca oleh banyak masyarakat. Isi doa ini adalah memohon agar dosa-doa diampuni dan diberi kelancaran rezeki. Berikut redaksi doanya: 

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ   اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ.

Artinya, “Wahai Tuhanku yang Maha Pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan. Wahai Tuhan Pemberi Segala Kekayaan dan Segala Nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, Pelindung orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Engkau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang beruntung, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata -dan perkataan-Mu adalah benar-  di kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah swt.”

2. Doa Lailatul Qadar

Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki dalam Ma Dza fi Sya’ban menambahkan beberapa doa yang dianjurkan. Meskipun doa tersebut tidak dikhususkan untuk dibaca pada malam ini, tetapi kita dianjurkan untuk membacanya. Di antaranya adalah doa Lailatul Qadar berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ وَالمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka ampunilah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ampunan, keselamatan, dan perlindungan yang terus-menerus dalam urusan agama, dunia, dan akhirat."

3. Doa Nabi Adam

Sayyid Muhammad juga menganjurkan kita untuk membaca doa Nabi Adam. Disebutkan berdasarkan hadits Nabi riwayat Abu Barzah bahwa saat Nabi Adam turun ke bumi, ia mengelilingi Ka'bah selama tujuh kali (thawaf) dan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, lalu ia memanjatkan doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي، وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤْلِي، وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِي، وَيَقِينًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي، وَرَضِّنِي بِقَضَائِكَ. فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ: يَا آدَمُ، إِنَّكَ دَعَوْتَنِي بِدُعَاءٍ فَاسْتَجَبْتُ لَكَ فِيهِ، وَلَنْ يَدْعُوَنِي بِهِ أَحَدٌ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ مِنْ بَعْدِكَ إِلَّا اسْتَجَبْتُ لَهُ، وَغَفَرْتُ لَهُ ذَنْبَهُ، وَفَرَّجْتُ هَمَّهُ وَغَمَّهُ، وَاتَّجَرْتُ لَهُ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تَاجِرٍ، وَأَنْهَتِ الدُّنْيَا رَاغِمَةً؛ وَإِنْ كَانَ لَا يُرِيدُهَا.

Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang tersembunyi dan yang tampak dariku, maka terimalah permohonanku. Engkau mengetahui kebutuhanku, maka kabulkanlah doaku. Engkau mengetahui isi hatiku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang meresap dalam hatiku, keyakinan yang tulus, hingga aku menyadari bahwa tidak ada yang menimpaku kecuali apa yang telah Engkau tetapkan bagiku, serta jadikanlah aku ridha dengan ketetapan-Mu. Lalu Allah mewahyukan kepadanya: 'Wahai Adam, sesungguhnya engkau telah berdoa kepada-Ku dengan doa yang Aku kabulkan untukmu. Tidaklah seorang pun dari keturunanmu setelahmu berdoa dengan doa ini, melainkan Aku akan mengabulkannya, mengampuni dosanya, menghilangkan kesedihan dan kegelisahannya, memberikan keuntungan baginya melebihi keuntungan para pedagang, serta menjadikan dunia tunduk kepadanya, meskipun ia tidak menginginkannya.’”

4. Doa Syekh Abdul Qadir al-Jilani

Terakhir, Sayyid Muhammad juga menganjurkan kita untuk membaca doa khusus dari Syekh Abdul Qadir al-Jilani sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِذَا أَطْلَعْتَ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ عَلَى خَلْقِكَ، فَعُدْ عَلَيْنَا بِمَنِّكَ وَعِتْقِكَ، وَقَدِّرْ لَنَا مِنْ فَضْلِكَ وَاسِعَ رِزْقِكَ، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَقُومُ لَكَ فِيهَا بِبَعْضِ حَقِّكَ. اللَّهُمَّ مَنْ قَضَيْتَ فِيهَا بِوَفَاتِهِ؛ فَاقْضِ مَعَ ذَلِكَ لَهُ رَحْمَتَكَ، وَمَنْ قَدَّرْتَ طُولَ حَيَاتِهِ؛ فَاجْعَلْ لَهُ مَعَ ذَلِكَ نِعْمَتَكَ، وَبَلِّغْنَا مَا لَا تُبَلِّغُ الْآمَالُ إِلَيْهِ، يَا خَيْرَ مَنْ وَقَفَتِ الْأَقْدَامُ بَيْنَ يَدَيْهِ يَا رَبَّ العَالَمِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Artinya, “Ya Allah, jika Engkau memperlihatkan malam Nisfu Sya'ban kepada makhluk-Mu, maka limpahkanlah kepada kami anugerah dan pembebasan-Mu. Tetapkanlah bagi kami rezeki yang luas dari karunia-Mu, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang menunaikan sebagian hak-Mu di malam itu. Ya Allah, siapa pun yang Engkau tetapkan wafat pada malam ini, maka sertakanlah rahmat-Mu bersamanya. Dan siapa pun yang Engkau takdirkan panjang umurnya, maka anugerahkanlah nikmat-Mu kepadanya. Sampaikanlah kepada kami sesuatu yang tak mampu diraih oleh harapan. Wahai sebaik-baik tempat berpijak bagi kaki yang berdiri di hadapan-Nya, wahai Tuhan semesta alam, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih di antara para pengasih. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, makhluk terbaik-Mu, beserta keluarga dan seluruh sahabatnya." (Sayyid Muhammad, 203: h. 108-110)

Mari jadikan bulan Sya’ban yang mulia dengan memperbanyak amal ibadah yang istimewa di dalamnya, termasuk dengan perbanyak membaca doa-doa yang dianjurkan para ulama. Semoga malam Nisfu Sya’ban tahun ini dan di tahun-tahun berikutnya menjadi momen spiritual yang sangat berarti bagi kita semua dan membuat kita menjadi hamba yang lebih bertakwa.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Muhamad Abror
Penulis rubrik Keislaman dan Sejarah Islam Klasik


Editor: Aiz Luthfi
Al-Quran Digital

Doa Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo