Dark
Light
Dark
Light

Doa dan Amalan Agar Disukai Banyak Orang dan Terlihat Berwibawa

Doa dan Amalan Agar Disukai Banyak Orang dan Terlihat Berwibawa

Arina.id - Menjadi pribadi yang disukai dan diterima banyak orang, di mana pun berada, merupakan dambaan banyak orang. Apalagi jika kita juga terlihat berwibawa di berbagai lini kehidupan. Saat seseorang disukai dan dihormati, ia akan lebih mudah diterima dalam berbagai lingkungan,

Dari situlah peluang untuk membangun relasi (networking) terbuka lebar, baik untuk urusan bisnis, dakwah, maupun kontribusi sosial lainnya. Lantas, bagaimana agar kita disukai banyak orang dan terlihat berwibawa? 

Dalam kitab Abwabul Faraj karya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dituliskan sebuah doa yang beliau beri nama kalimat al’izzi yang dapat dibaca agar seseorang disukai dan dihormati orang lain. Berikut doanya: 

ٱلْـحَمْدُ لِلّٰهِ ٱلَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي ٱلْمُلْكِ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِّنَ ٱلذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ وَٱللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ ٱلْـحَمْدُ. ٱللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَٱلْـحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ ٱللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا سُبْحَانَ ٱللّٰهِ، وَٱلْـحَمْدُ لِلّٰهِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ، وَٱللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللّٰهِ ٱلْعَلِيِّ ٱلْعَظِيمِ

Al-ḥamdu lillāhi alladzī lam yattakhidz waladan, wa lam yakun lahu syarīkun fī al-mulki, wa lam yakun lahu waliyyun mina al-dzulli wa kabbirhu takbīrā. Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illā Allāh, wa Allāhu akbar, wa lillāhi al-ḥamd. Allāhu akbaru kabīrā, wal-ḥamdu lillāhi katsīrā, wa subḥāna Allāhi bukratan wa aṣīlā. Subḥāna Allāh, wal-ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illā Allāh, wa Allāhu akbar, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhi al-‘aliyyi al-‘aẓīm.

Artinya: ”Segala puji bagi Allah yang tidak mengambil anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan-Nya, dan tidak ada penolong bagi-Nya karena kehinaan. Maka agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar dengan sebenar-benarnya kebesaran. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

Meskipun pada awalnya beliau menulis doa ini sebagai amalan untuk perlindungan dari marabahaya, di akhir tulisannya beliau menyebutkan bahwa doa ini bisa diamalkan agar disukai dan dihormati oleh orang lain

وَمَنْ دَاوَمَ عَلَىٰ ذَٰلِكَ رَأَىٰ عَجَبًا مِّنَ ٱلْعِزَّةِ وَٱلْقَبُولِ، وَوَجَدْتُ ذَٰلِكَ بِخَطِّ بَعْضِ ٱلْعُلَمَاءِ نَفَعَ ٱللّٰهُ بِهِمْ 

Artinya: ”Barang siapa yang rutin membacanya, maka akan melihat keajaiban berupa kemuliaan dan penerimaan (dari Allah dan makhluk). Aku mendapatkan kalimat ini dari tulisan sebagian ulama, semoga Allah memberi manfaat melalui mereka.”

Namun perlu diingat juga bahwa, doa ini sebaiknya diamalkan bersamaan dengan ikhtiar lain seperti menjaga akhlak, menjadi pribadi yang dermawan, menjadi pendengar yang baik, dan hal-hal positif lainnya. 

Intinya, kita harus berperilaku sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain. Tanpa upaya memperbaiki sikap dan perilaku, artinya berdoa saja tanpa diiringi adab dan akhlak, tidak akan membawa hasil yang diharapkan, apalagi jika sikap kita justru ugal-ugalan dalam pergaulan. Wallahu a’lam bish shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Doa Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo