Kehadiran matahari sangat berarti untuk keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya di planet bumi ini. Mengingat pentingnya peran matahari, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa ketika matahari terbit sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah.
Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004), halaman 171 menjelaskan bahwa ia telah meriwayatkan dalam kitab Ibnu Sunni dengan sanad yang dhaif, dari Said al-Khudri, dia berkata: Jika matahari terbit, Rasulullah membaca doa berikut ini:
الحَمْدُ للهِ الَّذي جَلَّلَنا اليَوْمَ عافِيَتَهُ، وَجاءَ بالشَمْسِ مِنْ مَطْلَعِها؛ اللَّهُمَّ أصْبَحْتُ أشْهَدُ لَكَ بِما شَهِدْتَ بِهِ لِنَفْسِكَ، وَشَهِدَتْ بِهِ مَلائِكَتُكَ، وحَمَلَةُ عَرْشِكَ، وَجَمِيعُ خَلْقِكَ إنَّكَ أنتَ اللَّهُ، لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ القائِمُ بالقِسْطِ، لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ العَزِيزُ الحَكِيمُ، اكْتُبْ شَهادَتي بَعْدَ شَهادَةِ مَلائِكَتِكَ، وأُولِي العِلْمِ؛ اللَّهُمَّ أنْتَ السَّلامُ، وَمِنْكَ السَّلامُ، وَإِلَيْكَ السَّلامُ، أسألُكَ يا ذَا الجَلالِ والإِكْرَامِ أنْ تَسْتَجِيبَ لَنا دَعْوَتَنَا، وأنْ تُعْطِيَنَا رَغْبَتَنا، وأنْ تُغْنِينَا عَمَّنْ أَغْنَيْتَهُ عَنَّا مِنْ خَلْقِكَ؛ اللَّهُمَّ أصْلِحْ لي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أمْرِي، وأصْلِحْ لي دُنْيايَ الَّتِي فِيها مَعِيشَتِي، وأصْلِحْ لي آخِرَتِي الَّتِي إلَيْها مُنْقَلَبِي
Alḫamdulillâhil ladzii jallalanal yaumaa ‘afiyatahu, wa jâ’a bisy-syamsi min mathla‘ihi, allâhumma ashbaḫtu asyhadu laka bimâ syahidta bihî linafsika, wa syahidat bihi malâ’ikatuka, wa ḫamalatu ‘arsyika wa jamî‘u khalqika innaka antallâhu, lâ ilâha illâ antal qâdimu bil qisthi, lâ ilâha illâ antal ‘azîzul hakîm, uktub syahâdati ba‘da syahâdati malâ’ikatika wa ulil ‘ilmi, allâhumma antas salâm, wa minkas salâm, wa ilaikas salâm as’aluka yâ dzal jalâli wal ikrâm, an tastajîba lanâ da‘watanâ wa an tu‘thiyanâ raghbatanâ wa antughnînâ ‘amman aghnaitahu ‘annâ min khalqika. Allâḫumma ashliḫ lî dînîl-ladzî huwa ‘ishmatu amrî, wa ashliḫ lî dunyâyal latî fîhâ ma‘îsyatî, wa ashliḫ lî âkhiratîl latî ilaihâ munqalabî.
Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang hari ini telah menampakkan karunia-Nya kepada kami, dan telah mendatangkan matahari dari terbitnya, Ya Allah aku telah melewati pagi ini, aku bersaksi kepada-Mu dengan apa yang Engkau saksikan, dan yang telah disaksikan para malaikat, dan malaikat pembawa Arsy, dan seluruh makhluk-Mu, sesungguhnya Engkau adalah Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, yang selalu menegakkan keadilan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau Yang Mahamulia dan Mahaadil, tulislah persaksianku setelah persaksian para malaikat-Mu, dan orang-orang yang mempunyai ilmu. Ya Allah Engkau Maha Penyelamat, dari-Mu keselamatan dan kepada-Mu keselamatan, aku memohon kepada-Mu wahai Zat Yang Mahasuci dan Mahamulia, semoga permohonan kami dikabulkan, dan Engkau luluskan keinginan kami, serta Engkau cukupkan kami dari makhluk yang Engkau cukupkan. Ya Allah, perbaikilah agamaku yang membimbing urusanku, perbaikilah duniaku yang di sana aku hidup dan perbaikilah akhiratku yang di sana aku kembali."
Selanjutnya, Imam Nawawi meriwayatkan dalam kitab Ibnu Sunni, dari Abdullah bin Mas'ud, dengan riwayat yang mauquf, bahwa dia memerintahkan seseorang untuk menunggu terbitnya matahari, ketika orang tersebut mengabarkan matahari telah terbit, dia membaca:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لَنَا هَذَا الْيَوْمَ وَأَقَالَنَا فِيْهِ عَثَرَاتِنَا
Alhamdulillâhil ladzî wahaba lanâ hâdzal yauma wa aqâlanâ fîhi ‘atsarâtinâ.
Artinya: "Segala puji bagi Allah, Yang telah menganugerahkan hari ini kepada kami, dan memaafkan kesalahan-kesalahan kami."
Demikian doa ketika matahari terbit sebagai ungkapan syukur sekaligus menyampaikan permohonan kepada Allah atas semua karunia yang telah diberikan. Wallahu a‘lam.
Editor: Muhammad Faizin


