Dark
Light
Dark
Light

Doa dan Cara Agar Pasangan Tak Selingkuh saat LDR

Doa dan Cara Agar Pasangan Tak Selingkuh saat LDR

Arina.id - Salah satu musuh bebuyutan dalam hubungan cinta, baik yang sudah diikat dalam pernikahan maupun yang masih berada di tahap lamaran, adalah jarak. Ketika dua orang yang saling mencintai harus terpisah oleh kesibukan kerja, pendidikan, atau tuntutan hidup lainnya, rasa rindu yang seharusnya indah bisa berubah menjadi cemas, curiga, bahkan overthinking.

Apalagi jika salah satu dari pasangan memiliki sifat posesif atau mudah berprasangka buruk, hubungan pun makin rentan diterpa badai emosi dan kesalahpahaman. Tak sedikit yang akhirnya tumbang karena tidak mampu menahan godaan saat berjauhan.

Yang lebih parah, ada yang diam-diam memilih untuk berselingkuh. Alasannya pun beragam, mulai dari merasa kesepian, kurang perhatian, hingga curiga bahwa pasangannya juga sudah menyimpan cinta lain. 

Tak perlu khawatir, Islam menyediakan amalan-amalan yang bisa menjadi ikhtiar spiritual agar pasangan tetap setia dan terhindar dari godaan, meski terpisah jarak.

Salah satu amalan yang bisa dilakukan adalah mendoakan dan menitipkan pasangan kepada Allah SWT saat ia akan bepergian. Ini merupakan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, yaitu menitipkan orang yang akan melakukan perjalanan kepada penjagaan Allah, agar ia dijaga baik agamanya, kehormatannya, maupun keselamatannya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُولِ ٱللَّهِ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ مَنْ أَرَادَ أَنْ يُسَافِرَ فَلْيَقُلْ لِمَنْ يُخْلِفُ: أَسْتَوْدِعُكُمُ ٱللَّهَ ٱلَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Artinya: ”Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau pernah bersabda:”Barangsiapa yang hendak bepergian, maka hendaklah ia berkata kepada orang yang ditinggalkannya:”Aku titipkan kalian kepada Allah, Dzat yang tidak akan menyia-nyiakan titipan-Nya.” (al-Adzkar an-Nawawi halaman 370) 

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW ketika melepas seseorang yang hendak bepergian, beliau memegang tangannya sambil mengucapkan doa dan bersabda:

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ، وَأَمَانَتَكَ، وَآخِرَ عَمَلِكَ

Artinya: ”Aku titipkan agamamu, amanahmu, dan akhir amalmu kepada Allah.” (HR Imam Tirmidzi)

Bahkan anjuran untuk menitipkan seseorang kepada Allah ketika hendak bepergian ternyata bukan hanya sekadar anjuran semata. Dalam kitab ‘Uyun al-Hikāyāt karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, diceritakan sebuah kisah yang menggambarkan betapa besarnya keutamaan menitipkan seseorang kepada Allah.

Dikisahkan, pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab ada seorang laki-laki yang hendak berangkat ke medan perang. Sebelum pergi, ia berpamitan kepada istrinya yang saat itu sedang mengandung. Dengan penuh keyakinan, ia berkata, “Wahai istriku, janin yang ada dalam kandunganmu aku titipkan kepada Allah.”

Beberapa waktu kemudian, setelah perang usai dan ia kembali ke kampung halamannya, ia menerima kabar duka bahwa istrinya telah meninggal dunia dan dimakamkan bersama bayi yang masih dalam kandungan. Perasaan sedih pun menyelimuti hatinya.

Sampai suatu malam, ia duduk bersama para sepupunya di dekat area pemakaman Baqi’. Tiba-tiba, ia melihat cahaya memancar dari arah makam istrinya. Ia pun bertanya kepada sepupunya, dan mereka membenarkan bahwa setiap malam cahaya itu memang selalu muncul dari makam tersebut.

Didorong rasa penasaran, ia membawa kapak dan menuju makam istrinya. Saat ia mendekat, tiba-tiba terdengar suara berkata, “Wahai orang yang menitipkan anak kepada Tuhan-nya, ambillah titipanmu!” Ia pun segera membuka makam dan menemukan anaknya masih hidup.

Suara itu kembali berkata, “Seandainya saat itu engkau juga menitipkan ibunya, niscaya engkau juga akan mendapatkannya kembali.” Setelah mengambil anaknya, makam itu pun tertutup kembali dengan sendirinya.

Dengan demikian, dari anjuran Rasulullah SAW untuk menitipkan seseorang ketika hendak bepergian, serta kisah inspiratif ini, kita dapat mengambil pelajaran berharga dan menerapkannya saat atau ketika akan menjalani hubungan jarak jauh (LDR), terutama saat muncul rasa takut pasangan tergoda atau berselingkuh.

Caranya adalah dengan mendoakan dan menitipkan pasangan kepada Allah, baik saat ia akan berangkat bepergian, maupun jika terlupa, bisa dilakukan saat ia masih dalam perjalanan atau bahkan setelah tiba di tujuan. Doa ini menjadi bentuk tawakal agar pasangan senantiasa berada dalam penjagaan Allah, baik lahir maupun batin. Wallahu a’lam bish shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Doa Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo