Setiap pasangan suami istri pasti menginginkan memiliki momongan. Mereka berusaha sebisa mungkin untuk secepatnya mempunyai keturunan yang akan melanjutkan cita-cita orang tua.
Saat istri mual dan teridentifikasi positif hamil biasanya pasangan suami istri dilanda kecemasan. Apalagi istri sedang mengandung anak pertama. Tentu ini menjadi beban psikis tersendiri untuk melalui proses persalinan.
Perasaan khawatir, cemas, gembira bercampur menjadi satu, saat proses ini terjadi. Namun ada satu hal yang paling diharapkan ialah bayi yang dilahirkan berada dalam kondisi sehat, utuh tanpa cacat, dan ibu selamat serta cepat sehat kembali.
Berkaitan dengan hal ini, para ulama berpesan kepada para calon ayah maupun anggota keluarga untuk membaca doa supaya proses persalinan istri lancar dan terhindar dari segala bahaya saat melahirkan.
Imam al-Nawawi al-Dimasyqi, dalam al-Adzkâr al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyid al-Abrâr, dilansir dari Maktabah Syamilah online halaman 463, menjelaskan bahwa ketika detik-detik persalinan berlangsung, sebaiknya suami maupun anggota keluarga menunggu lahirnya jabang bayi sembari membaca doa.
وَرَوَيْنَا في "كتاب ابن السني" [رقم: ٦٢٥] ، عن فاطمة رضي الله عنها، أنَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم، لَمَّا دنا ولادُها، أمرَ أُمَّ سلمة وزينبَ بنتَ جحشٍ أن يأتيا فيقرآ عندها آية الكرسي، و {إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ} [الأعراف: ٥٤] إلى آخر الآية، ويعوّذاها بالمعوذتين.
Dalam keterangan ini disebutkan bahwa diriwayatkan dalam kitab Ibnu Sinny halaman 625 dari Fatimah bahwa Rasulullah ketika mendekati Fatimah yang akan melahirkan, maka Rasulullah memerintahkan Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsy untuk mendatangi Fatimah dan membacakan:
1. Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah: 255)
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allâhu lâ ilâha illâ huw, al-ḫayyul-qayyûm, lâ ta'khudzuhû sinatuw wa lâ na'ûm, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, man dzalladzî yasyfa‘u ‘indahû illâ bi'idznih, ya‘lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum, wa lâ yuḫîthûna bisyai'im min ‘ilmihî illâ bimâ syâ', wasi‘a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardl, wa lâ ya'ûduhû ḫifdhuhumâ, wa huwal-‘aliyyul-‘adhîm
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung."
2. Surat al-A’raf ayat 54
إِنَّ رَبَّكُمُ الله الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ الله رَبُّ الْعَالَمِينَ
Inna Rabbakumulladzî kholaqas samâwâti wal ardla fî sittati ayyâmin tsummastawâ ‘alal ‘arsyi yughsyil lailan nahâra yathlubuhu hatsîtsan wasy syamsa wal qamara wan nujûma musakhkharâtim bi amrihi alâ lahul khalqu wal amru tabârokaLlâhi rabbil ‘âlamîn
Artinya: "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Lalu Dia bersemayam di ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam."
3. Surat al-Falaq satu kali
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١
qul a‘ûdzu birabbil-falaq
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh)
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢
min syarri mâ khalaq
dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣
wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab
dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤
wa min syarrin-naffâtsâti fil-‘uqad
dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَࣖ ٥
wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
4. Lalu Surat an-Nâs
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١
qul a‘ûdzu birabbin-nâs
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia,
مَلِكِ النَّاسِۙ ٢
malikin-nâs
raja manusia,
اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣
ilâhin-nâs
sembahan manusia
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤
min syarril-waswâsil-khannâs
dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥
alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِࣖ ٦
minal-jinnati wan-nâs
dari (golongan) jin dan manusia.”
Di samping itu, Syaikh Abu Bakr al-Bakri ad-Dimyati (w. 1310 H) ra dalam kitab l'anatu at-Thalibin 2/385, menganjurkan suami berdoa:
ويسن الإكثار من دعاء الكرب وهو : لا إله إلا الله العظيم الحليم، لا إله إلا الله رب العرش العظيم، لا إله إلا الله رب السموات السبع ورب الأرض ورب العرش الكريم. ويسن إيضا الإكثار من دعاء الظالمين. إعانة من يونس، وهو : لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين
Artinya: "Disunnahkan pula memperbanyak untuk membaca doa saat kesulitan, yaitu "Laa ilaha illallahul adzimul haliim. Laa ilaha illallahu rabbul arsyil adziim. Laa ilaha illallahu rabbus samaawaatis sab'i warabbul ardhi warabbul arsyil kariim". Dan disunnahkan juga memperbanyak baca doa Nabi Yunus yaitu: "Laa ilaha illa anta subhaanaka innii kuntu minadz dzaalimiin".
Doa ini sebaiknya dibaca oleh suami atau anggota keluarga yang hadir saat proses persalinan berlangsung. Sebab perjuangan istri yang sedang melahirkan itu sangat berat.
Editor: Muhammad Faizin


