Super model Bella Hadid bersuara tentang cintanya terhadap Palestina – yang menjadi tanah leluhurnya. Baginya kemerdekaan Palestina adalah sebuah keharusan. Dia akan terus memperjuangkannya, meski karier – bahkan hidupnya, terancam.
Akhirnya, Bella Hadid bicara. Melalui akun Instagramnya, 26 Oktober silam, super model berusia 27 tahun itu menyampaikan semua yang terjadi sehingga dia sempat dituding melupakan invasi Israel terhadap Gaza yang telah memasuki pekan ketiga.
Padahal selama ini, dia dikenal sebagai orang yang kerap menyuarakan perjuangan penduduk negeri itu. “Setiap hari saya menerima ratusan ancaman pembunuhan. Nomor telepon saya bocor dan kami sekeluarga merasa tidak aman,” demikian unggahan Bella Hadid di akun Instagramnya. “Maafkan bila saya hanya diam selama ini.”
Ancaman yang serius, memang. Anggota keluarganya pun dikabarkan mengganti nomor teleponnya untuk menghindari teror tersebut. Serangan itu datang tak lama setelah Mohammed Hadid – ayah Bella, mengunggah sebuah meme yang salah satu isinya menyamakan Israel dengan Nazi – pimpinan Adolf Hitler, di akun X (dahulu Twitter).
Serangan pun langsung berkerumun terhadap akun milik Mohamed. Salah satunya Yaari Cohen dari Kementerian Luar Negeri Israel. Dalam cuitannya, dia menyebut Mohamed tengah menyebarkan kebencian. “Ini bukanlah sikap politik yang rumit dan cerdik. Ini hanyalah kebencian murni. Tidak tahu malu.”
Postingan Mohamed ini muncul setelah sebelumnya salah satu anaknya, yakni Gigi – yang juga supermodel, mengunggah postingan yang kurang lebih sama nadanya. “Mengutuk pemerintah Israel bukanlah antisemitisme dan mendukung Palestina tidak berarti mendukung Hamas.”
Postingan ini kemudian dibalas oleh sebuah akun yang berafiliasi pada pemerintah Israel -- memperlihatkan stories di Instagram yang menyerang tindakan Hamas yang disebut sebagai pencetus peristiwa ini. Tak lupa pula mereka menandai akun Instagram milik Gigi, dengan menulis sebaris kalimat: “Apakah kamu tidur seminggu terakhir?”
Menyerang cuitan atau pun postingan di media sosial tampaknya menjadi keharusan dari pihak yang pro Israel dalam pertempuran ini. Bagaimana pun, baik Gigi, Bella, atau pun Mohamed – sang ayah, merupakan public figure yang punya banyak pengikut di jagat media sosial. Bella saja punya 60 juta pengikut di Instagram.
Sejak itu melalui email dan media sosial, Bella dan keluarganya telah menerima ancaman pembunuhan atas dukungan mereka terhadap Palestina. Terhadap semua ancaman itu, Bella dan keluarga tidak lagi hanya mau diam.
“Ketakutan bukanlah suatu pilihan. Rakyat dan anak-anak Palestina, khususnya di Gaza, tidak bisa membiarkan kita diam,” tulis Bella di akun Instagramnya. Di halaman bio Instagram-nya itu pula, dia mentautkan upaya pengumpulan dana untuk mereka yang tengah dibombardir oleh Israel.
Demi Tanah Leluhur
Tentu saja invasi Israel ke Gaza berbuah dukungan terhadap warga Palestina. Selebritas dunia pun termasuk di dalamnya. Sebut saja Joaquin Phoenix, Cate Blanchett, Jon Stewart, Kristen Stewart, hingga Quinta Brunson. Tapi bagi duo Hadid ini, Palestina punya cerita sendiri di hati mereka.
Palestina adalah tanah leluhur Bella Hadid. Mohamed, sang ayah lahir di Nazareth pada 1948 – hanya sembilan hari sebelum pecah Perang Arab-Israel. Keluarga Hadid bersama sekitar 750 ribu orang Palestina lainnya kemudian terusir dan tak pernah kembali ke Tanah Kelahirannya.
Mohamed merupakan keturunan orang penting. Seperti yang pernah disampaikannya di akun Instagramnya, kakek dari ibunya adalah seorang pengusaha wilayah Palestina abad ke-18. Zahir al-Umar – si kakek, kerap disapa sebagai Pangeran dari Nazareth.
Darah pebisnis rupanya mengalir dalam tubuhnya. Setelah sempat berpindah-pindah di tanah pengungsian seperti Suriah, Tunisia, dan Yunani, keluarga ini kemudian hijrah ke Amerika Serikat. Saat itu, Mohamed Hadid berusia 14 tahun.
Di tempatnya yang baru, Mohamed kemudian memulai berbagai bisnis. Hingga akhirnya dia beroleh sukses sebagai pengusaha properti. Di New York, ia membangun Hotel Ritz Carlton. Dia juga menjual perumahan mewah di berbagai tempat di Amerika Serikat. Satu di antaranya Le Belvedere di Bel Air, Los Angeles.
Mohamed diketahui memiliki lima anak dari dua pernikahannya. Dari Mary Butler, dia dikaruniai dua orang anak, Alana dan Marielle. Setelah pernikahannya kandas pada 1992, dia menikah dengan model berdarah belanda, Yolanda Hadid. Dari pernikahan keduanya ini lahirlah Gigi, Bella, dan satu-satunya anak lelaki, Anwar.
Meski mengecap kesuksesan di tanah yang baru, Mohamed tak pernah melupakan asal-usulnya. Kepada anak-anaknya, dia kerap bercerita tentang perjalanan hidupnya yang tidak biasa-biasa saja. Termasuk soal saat hidup berpindah-pindah pada saat melarikan diri dari tanah kelahiran yang dicintainya, Palestina.
Dia juga kerap mengajak anak-anak berlama-lama di dapur. Di sana, dia mengajari anak-anaknya untuk memasak makanan Palestina. Semua itu, tak lain agar mereka tak seperti kacang lupa kulitnya. Sekaligus menanamkan rasa patriotisme pada mereka.
Upaya ini tidaklah sia-sia. Bella dan Gigi tumbuh menjadi anak-anak yang memiliki empati yang besar terhadap mereka yang kurang beruntung. Saat pecah Perang Rusia-Ukraina misalnya, dia mengutuk kekerasan yang menyebabkan banyak warga yang tewas.
Cinta Tak Bersyarat
Namun tak bisa dipungkiri kecintaanya pada Palestina amatlah besar. Cinta yang tanpa syarat apa pun. Jejaknya bisa dilihat di akun Instagramnya. Misalnya ketika April 2019, ketika Mohamed berbicara di Universitas Harvard tentang pengalamannya sebagai pengungsi kaum Palestina, kakak beradik ini datang untuk mendengarkan paparannya.
“Terima kasih, Baba (panggilan untuk ayahnya) untuk terus-menerus mengajar dan menunjukkan saya betapa indah dan kebenaran sejati masyarakat muslim Palestina, Saya tidak sabar untuk terus mengikuti jejakmu,” tulis Bella di akun Instagramnya.
Di hari yang lain, dia juga mengunggah sebuah foto pernikahan kakek-neneknya di Nazareth, yang semakin menegaskan kembali kebanggaannya terhadap asal-usul Palestinanya. “Saya mencintai keluarga saya, saya mencintai warisan saya, saya mencintai Palestina.”
Pada perayaan Idul Fitri, 2020, Bella kemudian mem-posting ucapan pada pengikutnya yang beragama Islam dan mengajak mereka untuk menyumbang ke berbagai badan amal yang membantu anak-anak yang berada di daerah konflik seperti di Palestina, Suria, Irak, dan Lebanon. “Saya ingin anak-anak ini tahu bahwa mereka begitu istimewa dan ada orang-orang di sini yang peduli terhadap mereka.”
Tidak hanya itu, Bella juga hadir di London untuk berunjuk rasa di depan kedutaan Amerika Serikat sebagai solidaritas terhadap Palestina. Meski berbalut keffiyeh tentu saja wajahnya sebagai super model mudah dikenali.
Di akun Instagram dia pun menulis, cukup panjang. “Saya mendukung saudara-saudaraku di Palestina. Saya akan melindungi dan mendukung kalian sebaik mungkin. Aku mencintai kalian, aku menangis untuk kalian . Saya harap saya bisa menghilangkan rasa sakit itu.”
Bella juga menyatakan dirinya tidak akan lagi diam dalam berbicara mengenai kebrutalan yang dihadapi banyak warga Palestina. Meski karena itu, dia harus kehilangan pekerjaan semisal diputusnya kontrak dengan sebuah produk yang menggunakan jasanya sebagai model.
“Kami telah menyaksikan kekerasan selama 75 tahun terhadap rakyat Palestina. Terutama invasi yang menyebabkan kehancuran seluruh komunitas, pembunuhan dengan darah dingin, dan pemindahan paksa dari rumah-rumah mereka. Rasa sakitnya tidak terbayangkan,” tulisnya pekan silam.
Irfan Budiman
Mantan wartawan dan penulis lepas di sejumlah media.
Editor: Muhammad Zunus


