Dark
Light
Dark
Light

Inilah Kurma Kesukaan Rasulullah dan Khasiatnya

Inilah Kurma Kesukaan Rasulullah dan Khasiatnya

Bagi mereka yang pulang dari Tanah Suci, lazimnya membawa oleh-oleh untuk orang tua, saudara, keluarga, kolega, dan tetangga. Setelah lebih dari satu bulan jauh dari tanah kelahiran, mereka ingin menggembirakan keluarga di kampung halaman. Aneka macam oleh-oleh dari Tanah Suci menjadi pengikat rasa kasih sayang dan syukur.

Tidak jarang, mereka pulang membawa cinderamata maupun makanan khas dari Tanah Suci, misalnya kurma, kacang Arab, kismis, zamzam, sorban, kerudung, akik, jubah, gamis dan lain-lain. Apalagi oleh-oleh tersebut ternyata mempunyai kisah dan mengandung khasiat yang bermanfaat.

Salah satu oleh-oleh yang sering dibagikan selain air Zamzam adalah kurma. Dalam salah satu redaksi hadits disebutkan keistimewaan kurma:

 كانَ رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يغدو يومَ الفِطْرِ حتى يأكلَ تَمَرَاتٍ، ويأكُلُهنَّ وِترًا

Artinya: "Rasulullah tidak pergi untuk melaksanakan sholat Idul Fitri sampai beliau memakan beberapa butir kurma. Beliau memakannya ganjil." (HR. Bukhari, 2/17)

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah menyukai makan kurma, bahkan beliau memakannya sebelum berangkat sholat Idul Fitri. Dalam riwayat lain disebutkan kurma tersebut adalah kurma Ajwah:

سَمِعْتُ سَعْدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ تَصَبَّحَ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ

Artinya: "Saya mendengar dari Sa’d bin Abi Waqqas, ia berkata, saya mendengar Rasulullah bersabda, siapa saja yang sarapan kurma Ajwah tujuh buah, maka dia akan terhindar dari racun dan sihir." (HR. Abi Dawud, 4/8)

Terdapat pula sebuah kisah tentang khasiat kurma Ajwah yang dapat menyembuhkan penyakit:

عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ سَعْدٍ قَالَ مَرِضْتُ مَرَضًا أَتَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي فَوَضَعَ يَدَهُ بَيْنَ ثَدْيَيَّ حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَهَا عَلَى فُؤَادِي فَقَالَ إِنَّكَ رَجُلٌ مَفْئُودٌ ائْتِ الْحَارِثَ بْنَ كَلَدَةَ أَخَا ثَقِيفٍ فَإِنَّهُ رَجُلٌ يَتَطَبَّبُ فَلْيَأْخُذْ سَبْعَ تَمَرَاتٍ مِنْ عَجْوَةِ الْمَدِينَةِ فَلْيَجَأْهُنَّ بِنَوَاهُنَّ ثُمَّ لِيَلُدَّكَ بِهِنَّ

Artinya: "Diriwayatkan dari Mujahid dari Sa’d bin Abi Waqas, ia berkata, aku pernah menderita sakit (parah ketika penaklukan kota Makkah), lalu Nabi Muhammad menjengukku dan meletakkan tangannya di atas kedua dadaku sehingga aku merasakan dinginnya tangan Nabi di dadaku. Kemudian beliau berkata: Datangilah Harits bin Kaldah saudara Tsaqif, karena ia adalah pakar pengobatan, suruhlah ia untuk mengambil tujuh buah kurma Ajwah Madinah dan ditumbuk dengan bijinya lalu minumkan kepadamu." (Sunan Abi Dawud, bab fi tamratil ajwah dan Thibun Nabawi, 1/403)

Oleh karena itu, makan buah kurma termasuk ittiba’ Rasulullah untuk kemudian ditradisikan, khususnya untuk suguhan tamu atau oleh-oleh dari haji. Apalagi kurma Ajwah disinyalir memiliki sejumlah khasiat. Kurma dengan warna hitam ini harganya sangat mahal. Cara pengolahannya pun cukup beragam, misalkan diolah menjadi jus kurma. Sebaiknya mengkonsumsi kurma secukupnya, sebab Rasulullah sendiri tidak suka makan berlebihan. Kecuali untuk urusan pengobatan, dipersilahan memakan tujuh buah kurma Ajwah.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo