Dark
Light
Dark
Light

Bahaya Ghibah Saat Puasa Ramadan! Pelajaran dari Kisah Dua Perempuan di Zaman Nabi

Bahaya Ghibah Saat Puasa Ramadan! Pelajaran dari Kisah Dua Perempuan di Zaman Nabi

Arina.id - Meskipun kita tahu bahwa banyak keistimewaan melakukan amal ibadah di bulan Ramadan, salah satunya dilipatgandakanya pahala amal ibadah, hal tersebut akan terasa sia-sia ketika kita tidak tahu ternyata ada juga hal yang dapat menghilangkan pahala terutama pahala puasa Ramadan.

Kita mungkin merasa telah menunaikan kewajiban dengan berpuasa, tetapi jika tidak memahami esensi sebenarnya, yang kita dapatkan hanyalah rasa lapar dan haus belaka.

Salah satu kebiasaan yang tanpa sadar dapat merusak pahala puasa adalah ghibah atau membicarakan keburukan orang lain. Bahkan, terdapat sebuah riwayat hadis bahwa di zaman Rasulullah, ada kisah dua perempuan yang mengalami kejadian tragis akibat dari ghibah saat berpuasa.

Kisah tersebut terekam jelas dalam kitab Irsyadul ‘Ibad karya Syekh Zainuddin Al Malibari, beliau menukil hadits dari kitab Musnad Imam Ahmad berikut;

أنَّ امرأتينِ صامَتا على عهدِ رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ، فأجهدَهُما الجوعُ والعطشُ في آخرِ النهارِ حتى كادَتا أنْ تَتلَفا، فبعَثْنا إلى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ تَستأذِنانِهِ في الإفطارِ، فأرسلَ إليهما قدَحًا وقالَ قُلْ لَهُمَا: قِيئَا فِيهِ مَا أَكَلْتُمَا، فقاءَتْ إحداهُما نصفَهُ دمًا عَبيطًا ولحمًا [غريضًا]، وقاءَتِ الأخرى مِثْلَ ذلكَ حتى ملأتاهُ، فتعجَّبَ النَّاسُ مِنْ ذلكَ فقالَ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ هَاتَانِ صَامَتَا عَمَّا أَحَلَّ اللَّهُ لَهُمَا، وَأَفْطَرَتَا عَلَى مَا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا، فَعَدَتْ إِحْدَاهُمَا إِلَى الْأُخْرَى، فَجَعَلَتَا تَغْتَابَانِ النَّاسَ، فَهَذَا مَا أَكَلَتَاهُ مِنْ لُحُومِهِمْ

Dari teks ini dapat dipahami bahwa dulu pada masa Rasulullah, ada dua wanita yang sedang berpuasa. Menjelang akhir siang, mereka berdua merasa sangat lapar dan haus hingga tak lagi sanggup menahannya bahkan mereka hampir mati. 

Mereka pun lantas mengirim seseorang kepada Rasulullah untuk meminta izin berbuka puasa. Rasulullah pun mengirim sebuah wadah kepada utusan perempuan tersebut dan beliau bersabda: “Katakan kepada mereka berdua, muntahkanlah apa yang telah mereka makan!”

Lalu salah satu dari mereka tiba-tiba muntah. Setengah wadah berisi darah segar dan daging mentah, begitu pula dengan yang satunya hingga wadah itu penuh. Orang-orang yang melihatnya pun lantas merasa heran.

Tak berselang lama Rasulullah SAW pun bersabda: “Dua wanita ini memang sejatinya berpuasa, tetapi mereka berbuka dengan sesuatu yang diharamkan Allah. Mereka saling duduk bersama lalu menggunjing orang lain. Inilah daging manusia yang telah mereka makan.”

Dari kisah ini dapat diambil pelajaran bahwa kendatipun bulan Ramadan penuh keistimewaan, mulai dari dilipatgandakannya pahala ibadah, luasnya ampunan tuhan dan lain lain, kita juga harus tahu dan hati-hati bahwa ada juga hal hal yang dapat menghapus pahala ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadan terutama pahala puasa.

Intinya jauhi segala hal yang dilarang syariat Islam selama berpuasa dan perkuat menjalankan ibadah-ibadah lain di bulan Ramadan. Tujuannya tak lain dan tak bukan agar kita dapat meraih keutamaan ibadah secara maksimal, menjalankan perintah Allah dengan sebaik-baiknya, dan tetap istiqamah di jalan ketaatan, bahkan setelah Ramadan berlalu. Semoga bermanfaat. Wallahu a‘lam bish shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo