Arina.id – Para rasul merupakan manusia pilihan yang diutus Allah untuk membimbing umat menuju jalan kebenaran. Segala ucapan dan perilaku mereka menjadi pedoman hidup bagi manusia, termasuk dalam hal adab dan kebiasaan sehari-hari. Di antara para rasul tersebut, Nabi Muhammad SAW adalah teladan utama yang seluruh perilakunya dijadikan contoh oleh umat Islam.
Aisyah RA pernah berkata dalam sebuah hadits: “Akhlak Nabi Muhammad itu Al-Qur’an.” (HR Muslim)
Ungkapan ini menggambarkan bahwa seluruh tindakan Nabi, baik dalam beribadah maupun aktivitas sehari-hari, merupakan cerminan nilai-nilai Al-Qur’an. Beliau memiliki akhlak mulia kepada Allah, kepada sesama manusia, kepada keluarga, sahabat, serta dalam aktivitas harian seperti makan, minum, tidur, dan berpakaian.
Sunah Nabi Saat Minum
Dalam kehidupan modern, adab minum sering kali diabaikan. Padahal, Rasulullah SAW mencontohkan tata cara minum yang sarat nilai spiritual dan kesehatan. Berdasarkan hadits dan penjelasan ulama, berikut 6 adab minum dalam Islam menurut sunah Rasulullah SAW.
1. Membaca Basmalah
Setiap memulai aktivitas, termasuk minum, Rasulullah SAW selalu mengucap “Bismillah.” Kalimat pendek ini mengandung doa dan pengingat bahwa semua nikmat datang dari Allah. Dengan membaca basmalah, seseorang mengawali perbuatannya dengan niat ibadah.
2. Menggunakan Tangan Kanan
Rasulullah SAW selalu memegang gelas dengan tangan kanan, sebagaimana sabdanya: “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanan, dan apabila minum, minumlah dengan tangan kanan.” (HR Muslim)
Hal ini menjadi simbol kesucian dan penghormatan terhadap nikmat Allah.
3. Minum Sambil Duduk
Dalam hadits riwayat Anas RA disebutkan bahwa Rasulullah melarang seseorang minum sambil berdiri.
Namun larangan ini tidak bersifat haram. Rasulullah sendiri pernah minum air zamzam sambil berdiri karena tidak tersedia tempat duduk di sekitar sumur. Artinya, minum sambil duduk lebih utama (afdhal), tetapi jika keadaan tidak memungkinkan, minum sambil berdiri tetap diperbolehkan.
4. Minum Tiga Kali Tegukan
Rasulullah SAW tidak meminum air sekaligus dalam satu tegukan. Dalam sebuah hadis disebutkan: “Sesungguhnya Rasulullah mengambil nafas tiga kali saat minum.” (Muttafaq Alaih)
Imam Nawawi menjelaskan bahwa makna tiga kali nafas adalah jeda di luar gelas sebanyak tiga kali, bukan meniup ke dalam air. Selain menunjukkan ketenangan dan sopan santun, cara ini juga terbukti menyehatkan karena memberi waktu tubuh untuk menyesuaikan asupan air secara perlahan.
5. Memeriksa Suhu Minuman dan Menyukai yang Dingin
Rasulullah SAW menyukai minuman yang manis dan dingin secara alami. Aisyah RA meriwayatkan: “Minuman yang paling disukai Rasulullah adalah yang dingin dan manis.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi)
Yang dimaksud dengan “dingin” di sini adalah dingin karena udara malam atau embun, bukan dari es batu seperti kebiasaan masa kini. Rasulullah juga menasihati agar tidak meminum minuman panas karena dapat membahayakan tubuh.
6. Membaca Doa Setelah Minum
كَانَ رَسُولُ الله ﷺ َ إِذَا فَرَغَ مِنْ طَعَامِهِ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِينَ
Artinya: "Apabila Rasulullah selesai makan, maka Beliau membaca : "Alhamdulillahilladzi ath'amana wa saqana wa ja'alana muslimin." (Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan kepada kami, dan memberi minum kepada kami dan menjadikan kami orang-orang islam)."
Meskipun doa ini biasa dibaca setelah makan, namun frasa “wa saqana” menunjukkan juga syukur atas minuman yang diberikan Allah.
Hikmah dan Nilai Spiritual
Tata cara minum Rasulullah SAW bukan sekadar adab sosial, tetapi memiliki hikmah besar bagi kesehatan jasmani dan rohani. Minum dengan tenang, duduk, dan bersyukur dapat menumbuhkan rasa tawadhu, memperkuat kesadaran bahwa setiap nikmat sekecil apa pun berasal dari Allah.
Selain itu, makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia akan berpengaruh terhadap perilaku dan kepribadian. Jika sumbernya halal dan dikonsumsi dengan adab yang baik, maka dampaknya positif bagi kesehatan dan akhlak. Sebaliknya, makanan dan minuman yang haram atau dikonsumsi dengan cara yang buruk dapat menumbuhkan sifat-sifat negatif.
Meneladani adab minum Rasulullah SAW adalah bentuk nyata cinta dan ittiba’ kepada beliau. Dari kebiasaan sederhana ini, umat Islam diajak untuk selalu menjaga kesopanan, kesadaran, dan rasa syukur dalam menikmati setiap nikmat Allah.
Dengan demikian, tata cara minum yang benar dalam Islam bukan hanya soal etika, tetapi juga ibadah yang mengandung keberkahan dan kesehatan bagi setiap muslim. Wallahu a'lam.
Editor: Muhammad Faizin


