Arina.id - Saat jemaah haji tiba kembali di Tanah Air, salah satu oleh-oleh yang paling dinanti adalah air zamzam. Biasanya, air suci ini dibagikan kepada kerabat, tetangga, hingga para tamu yang datang bersilaturahmi ke rumah mereka. Banyak orang meminumnya dengan penuh harapan dan doa, karena diyakini mengandung keberkahan dan keutamaan yang luar biasa.
Namun, tahukah Anda bahwa ada adab dan tata cara khusus dalam meminum air Zamzam menurut para ulama?
Diberbagai literatur Islam, banyak bertebaran keutamaan dan keistimewaan dari air Zamzam ini. Setidaknya ada dua hadits Rasululllah SAW riwayat Ibnu Abbas yang menjelaskan keutamaan air Zamzam:
رَوَى ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُول اللَّهِ قَال: خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ زَمْزَمُ. فِيهِ طَعَامٌ مِنَ الطُّعْمِ، وَشِفَاءٌ مِنَ السُّقْمِ، وَشَرُّ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءٌ بِوَادِي بَرَهُوتٍ، بَقِيَّةُ حَضْرَمَوْتَ كَرِجْلِ الْجَرَادِ مِنَ الْهَوَامِّ، يُصْبِحُ يَتَدَفَّقُ، وَيُمْسِي لَا بَلَالَ بِهَا
Artinya: "Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Air terbaik di muka bumi adalah air Zamzam. (Air Zamzam) mengandung makanan yang mengenyangkan dan obat bagi penyakit. Dan seburuk-buruk air di muka bumi adalah air di lembah Barahut (di Hadramaut), yang tersisa dari (air) Hadramaut, bentuknya seperti kaki-kaki belalang dari binatang kecil yang berbahaya. Di pagi hari air itu memancar, namun di sore hari tidak ada bekas air sama sekali.” (HR. Imam Thabrani)
وَعَنْهُ أَنَّ رَسُول اللَّهِ قَال: مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ، إِنْ شَرِبْتَهُ تَسْتَشْفِي بِهِ شَفَاكَ اللَّهُ، وَإِنْ شَرِبْتَهُ لِقَطْعِ ظَمَئِكَ قَطَعَهُ اللَّهُ
Artinya: "Dari Ibnu Abbas juga, Rasulullah bersabda: “Air Zamzam sesuai dengan niat saat diminum. Jika kamu meminumnya untuk kesembuhan, maka Allah akan menyembuhkanmu. Jika kamu meminumnya untuk menghilangkan haus, maka Allah akan hilangkan hausmu.” (HR. Daaruqutni dan Hakim)
Tata Cara Meminum Air Zamzam
Maka dari itu, karena banyaknya keutamaan air Zamzam ini, para ulama menjelaskan sejumlah adab dan doa khusus ketika meminumnya. Semua itu bertujuan untuk meraih keberkahannya dan sebagai bentuk penghormatan terhadap air yang memiliki nilai sejarah serta keistimewaan tersendiri bagi Rasulullah.
Dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah dijelaskan secara lengkap tata cara meminum air zamzam:
وَلِلشُّرْبِ مِنْهُ وَاسْتِعْمَالِهِ آدَابٌ نَصَّ عَلَيْهَا الْفُقَهَاءُ. فَقَالُوا: إِنَّهُ يُسْتَحَبُّ لِشَارِبِهِ أَنْ يَسْتَقْبِل الْقِبْلَةَ، وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى، وَيَتَنَفَّسَ ثَلَاثًا، وَيَتَضَلَّعَ مِنْهُ، وَيَحْمَدَ اللَّهَ تَعَالَى، وَيَدْعُوَ بِمَا كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَدْعُو بِهِ إِذَا شَرِبَ مِنْهُ: " اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُل دَاءٍ . " وَيَقُول: " اللَّهُمَّ إِنَّهُ بَلَغَنِي عَنْ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ مَاءَ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ وَأَنَا أَشْرَبُهُ لِكَذَا
Dari teks ini terdapat 7 tata cara meminum air Zamzam yakni:
- Menghadap kiblat saat minum.
- Membaca Bismillah sebelum meneguknya.
- Minum dalam tiga tegukan, jangan sekaligus.
- Minum sampai merasa puas (tadalla‘).
- Ucapkan Alhamdulillah setelah selesai minum.
- Sebutkan niat pribadi, misalnya: untuk kesembuhan, rezeki, jodoh, atau hajat lainnya.
- Berdoa seperti yang dilakukan sahabat Ibnu Abbas:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُل دَاءٍ
Allāhumma innī asʾaluka ʿilman nāfiʿan, wa rizqan wāsiʿan, wa shifāʾan min kulli dāʾin.
Artinya: "Ya Allah, aku mohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit."
Wallahu a’lam bish shawab.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor: Muhammad Faizin


