Dark
Light
Dark
Light

4 Teladan Kasih Sayang Rasulullah pada Keluarga

4 Teladan Kasih Sayang Rasulullah pada Keluarga

Kendati Rasulullah Saw sangat aktif dalam berbagai bidang, seperti halnya sosial dan politik, beliau tidak pernah mengabaikan perannya sebagai kepala keluarga. Bahkan, Rasulullah menjadi role model yang sangat baik dalam menjalankan kepemimpinan rumah tangga.

Seperti yang kita ketahui, Rasulullah SAW merupakan sosok yang penuh kasih sayang terhadap semua makhluk, termasuk keluarga yang sangat beliau cintai. Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, beliau bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِكُمْ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

Artinya: “Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga. Dan aku adalah yang terbaik kepada keluarga.” (H.R. At-Tirmidzi)

Hadits ini menunjukkan dengan jelas betapa besar kasih sayang dan perhatian Rasulullah SAW terhadap keluarganya. Beliau memberikan contoh teladan yang luar biasa dalam menerapkan nilai-nilai luhur seperti kasih sayang, akhlak mulia, dan kebijaksanaan dalam kehidupan keluarga.

Berikut penulis rangkum sejumlah keteladanan Rasulullah SAW yang patut kita ikuti, terutama di masa ketika nilai-nilai moral dan keteladanan semakin sulit ditemukan seperti sekarang:

1. Mengerjakan Urusan Rumah Sendiri

Rasulullah SAW secara aktif terlibat dalam membantu pekerjaan rumah. Beliau tidak segan untuk mengerjakan berbagai tugas rumah tangga, sekecil apapun itu. Posisinya sebagai kepala keluarga justru mendorong beliau untuk meringankan beban seorang istri. 

Mengutip keterangan yang disampaikan oleh Imam At-Tirmidzi (wafat 279 H), dalam kitab Syamail Al-Muhammadiyyah, Amrah binti Abdurrahman meriwayatkan, seseorang pernah bertanya kepada Sayyidah Aisyah, tentang apa yang dilakukan Rasulullah SAW saat berada di dalam rumah. Lalu Sayyidah Aisyah menjawab:

كَانَ بَشَرًا مِنَ الْبَشَرِ، يَفْلِي ثَوْبَهُ، وَيَحْلُبُ شَاتَهُ، وَيَخْدُمُ نَفْسَهُ

Artinya: “Layaknya manusia pada umumnya, beliau merendam pakaian, memerah susu domba, dan melayani diri sendiri (tidak berpangku tangan).” (H.R. Tirmidzi)

Demikianlah gambaran kehidupan Rasulullah SAW, seorang pemimpin yang sederhana dan rendah hati. Dalam keseharian, beliau tidak ragu untuk melakukan pekerjaan sederhana seperti memperbaiki sendiri sandalnya yang rusak atau menjahit pakaiannya yang sobek. hal ini menunjukkan bahwa posisi sebagai pemimpin tidak menghalangi seseorang untuk melakukan tugas-tugas sehari-hari.

2. Tidak Pernah Mengganggu dan Mengusik Kenyamanan 

Selain itu, Rasulullah Saw memiliki perangai lemah lembut dan senantiasa menjaga ketenangan serta kenyamanan keluarga. Imam Ibn Qayyim Al-Jauziyyah (wafat 751 H)  dalam kitab Zaad Al-Ma’ad fi Hadyi Khair Al-‘Ibad mengisahkan bahwa suatu ketika Sayyidah Aisyah terkejut mendapati Rasulullah SAW tidur di depan pintu rumah pada dini hari. Ternyata, Rasulullah SAW pulang larut malam dan tidak ingin membangunkan Sayyidah Aisyah, sehingga beliau memilih tidur di luar. Sikap ini menunjukkan betapa Rasulullah Saw menjaga kenyamanan keluarga dengan tidak mau membangunkan istrinya saat tengah tertidur pulas.

3. Penyanyang dan Ramah terhadap Anak Kecil

Selain itu, Rasulullah SAW juga dikenal sebagai pribadi yang sangat menyayangi dan ramah terhadap anak-anak. Menurut kesaksian Anas bin Malik, sahabat yang paling banyak mendampingi Rasulullah SAW, secara langsung menyatakan bahwa ia belum pernah melihat seseorang yang lebih menyayangi keluarganya selain daripada Rasulullah SAW. Dalam redaksi hadiTs yang lain disebutkan:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا

Artinya: “Bukanlah termasuk golongan kami, mereka yang tidak mengasihi anak-anak kecil kami dan tidak pula menghormati orang tua kami.” (H.R. At-Tirmidzi)

Berkaitan dengan hal ini Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani Al-Makki (wafat 1425 H), dalam kitab yang berjudul Muhammad Al-Insan Al-Kamil menuturkan bahwa di tengah-tengah kesibukannya, Rasulullah SAW selalu menyempatkan waktu untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada anak-anak. Beliau sering menggendong dan mencium putranya, Sayyidina Ibrahim. Bahkan, kasih sayangnya kepada kedua cucunya, Sayyidina Hasan dan Husain, begitu besar sehingga beliau menganggap mereka seperti anak kandung sendiri.

4. Tidak Pernah Memukul dan Mengumpat Istrinya

Lebih daripada itu, Rasulullah SAW telah memberikan keteladanan sikap kelembutan seorang suami kepada istrinya melalui perilakunya terhadap para istri beliau. Berbagai keterangan menunjukkan bahwa Rasulullah SAW selalu memperlakukan istri-istri beliau dengan sangat baik, entah itu dalam perkataan maupun perbuatan. Tidak ada satu pun riwayat yang menyebutkan bahwa beliau pernah berlaku kasar atau menghina istri-istrinya. 

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah, beliau menjelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah melakukan kekerasan fisik, bahkan kepada istri atau pembantunya sekalipun:

مَا ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ شَيْئًا قَطُّ بِيَدِهِ وَلاَ امْرَأَةً وَلاَ خَادِمًا إِلاَّ أَنْ يُجَاهِدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Artinya: “Rasulullah sama sekali tidak pernah memukul siapa pun dengan tangannya, baik itu perempuan maupun pelayan, kecuali saat berjihad di jalan Allah.” (H.R. Muslim)

Demikian 4 keteladanan belas kasih Rasulullah SAW dalam kehidupan keluarga yang dapat dijadikan sebagai pedoman. Semoga kita semua bisa meniru serta mengikuti jejak langkah beliau. Wallahu a’lam bis shawab.
 


$data['detail']->authorKontri->kontri

A. Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Redaktur Keislaman Arina.id. Alumnus Program Marhalah Tsaniyah Ma'had Aly Lirboyo Kediri, Jawa Timur.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo