Dark
Light
Dark
Light

Kisah Tragis Orang yang Memutus Tali Silaturahim

Kisah Tragis Orang yang Memutus Tali Silaturahim

Arina.id - Dalam menjalani hiruk-pikuk kehidupan dunia, menjaga hubungan antar sesama adalah hal yang sangat penting. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan orang lain. Ketika seseorang bermasalah dalam hubungannya dengan sesama, apalagi sampai memutus tali persaudaraan, ia bukan hanya merugikan dirinya sendiri karena akan semakin sedikit yang membantunya, Tetapi juga menanggung dosa di hadapan Allah.

Dalam sebuah literatur kitab ulama klasik, ada sebuah kisah tragis akibat memutus tali silaturahim. Kisah tersebut terekam jelas dalam kitab Irsyadul ‘Ibad karya Syekh Zainuddin Al Malibari. Kisah ini ia dapatkan dari gurunya yang bernama Syekh Ibnu Hajar Al Haitami.

Dikisahkan, suatu ada seorang saudagar kaya yang hendak menunaikan ibadah haji. Sebelum berangkat, ia menitipkan uang sebanyak 1.000 dinar kepada seseorang yang dikenal sebagai pribadi saleh dan jujur. Rencananya, ia akan mengambi uang itu setelah pulang dari Arafah. Namun singkat cerita, sekembalinya dari perjalanan, ia mendapati bahwa orang saleh tersebut telah meninggal dunia.

Saudagar kaya itu pun lantas bertanya kepada ahli waris dan kerabat orang saleh tersebut mengenai uang yang dititipkannya. Namun sayangnya, mereka tidak mengetahui keberadaan uang tersebut. Ia pun mencari jawaban dengan bertanya kepada para ulama di Makkah.

Mereka pun memberikan saran kepada saudagar kaya itu seraya berkata:

“Jika sudah tengah malam, pergilah ke sumur Zamzam dan lihat ke dalamnya, lalu panggil namanya. Jika dia termasuk orang baik, dia akan menjawab panggilanmu sejak pertama kali,"

Mendapat saran tersebut, saudagar kaya itu segera bergegas menuju Sumur Zamzam dan melakukan apa yang diperintahkan oleh para ulama Makkah. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil. Ia pun kembali menemui para ulama dan menceritakan semuanya.

Mendengar bahwa saudagar itu tidak mendapatkan jawaban atau petunjuk apapun, para ulama Makkah terkejut dan menyarankan untuk pergi ke Yaman tepatnya di sumur Barahut.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami khawatir temanmu adalah termasuk penghuni neraka. Pergilah ke Yaman, di sana ada sebuah sumur yang disebut Barahut, konon sumur tersebut letaknya berada di atas jurang neraka Jahannam. Pergilah ke sana pada malam hari dan panggil namanya. Dia akan menjawabmu dari dalamnya."

Pada saran kedua dari ulama Makkah ini, akhirnya ia membuahkan hasil. Ketika sampai di sumur Baharut dan melakukan sesuai perintah ulama makkah ia mendengar jawaban dari orang yang uangnya ia titipkan. Katanya uang tersebut dikubur di suatu tempat.

“Aku telah menguburkannya di tempat tertentu di rumahku, tetapi aku tidak sempat memberitahukannya kepada anak-anakku. Pergilah ke sana, gali tempat itu, dan kau akan menemukannya." bunyi suara orang itu.

Mendengar jawaban itu, saudagar kaya tersebut merasa penasaran. Bagaimana mungkin seseorang yang dikenal sebagai pribadi saleh justru berada di Sumur Barahut, yang konon terletak tepat di atas Neraka Jahanam?

Orang itu pun menjawab bahwa semua itu terjadi karena ia pernah memutus tali silaturahim dengan saudara perempuannya.

“Aku memiliki seorang saudari yang miskin, tetapi aku mengabaikannya. Aku tidak pernah menyayangi dan memperhatikannya. Karena itu, Allah menghukumku dan menempatkanku di tempat ini."

Kisah diatas juga sesuai dengan hadis sahih bahwa seorang yang memutus tali silaturahim tidak pantas masuk surga:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ أَي: قَاطِعُ رَحِمٍ وَأَقَارِبِهِ 

Artinya: “Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahim, yaitu orang yang memutus hubungan dengan keluarga dan kerabatnya.”

Kisah di atas mengingatkan bahwa memutus hubungan dengan keluarga bisa berakibat buruk. Sebaliknya, mereka yang menjaga silaturahim akan mendapat keberkahan hidup dan kemuliaan di sisi Allah. Oleh karena itu, marilah kita berusaha menjaga dan mempererat tali silaturahim. Tujuannya tidak lain agar hidup kita dipenuhi keberkahan dan mendapatkan rida dari Tuhan. Wallahu a’lam.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Aiz Luthfi
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo