Dark
Light
Dark
Light

Kisah Rasulullah Membantu Pekerjaan Rumah

Kisah Rasulullah Membantu Pekerjaan Rumah

Arina.id - Zaman sekarang banyak umat Islam menganggap bahwa pekerjaan rumah tangga sepenuhnya adalah tanggung jawab perempuan. Sehingga bagi mereka, membantu pekerjaan rumah seolah-olah dianggap dapat mengurangi kewibawaan seorang suami.

Stigma ini membuat sebagian pria enggan terlibat dalam urusan domestik, khawatir dianggap tidak maskulin atau kehilangan kharisma di mata keluarga maupun masyarakat.

Namun, ketika kita menengok kehidupan Rasulullah SAW, sosok manusia sempurna (al insan al kamil) yang menjadi teladan seluruh umat Islam, kita justru menemukan contoh yang sebaliknya.

Rasulullah, dengan kedudukan yang begitu agung sebagai Nabi terakhir, tidak ragu dan merasa malu untuk turun tangan membantu pekerjaan rumah tangga. 

Kisah Rasulullah membantu pekerjaan rumah ini dapat kita temukan di beberapa kitab hadits, misalnya dalam kitab Sahih Bukhari halaman 792, dari sahabat Al As’ad. Ia meriwayatkan bahwa Rasulullah adalah seorang yang sangat gesit dalam melakukan pekerjaan rumah

عَنِ الأَسْوَدِ قَالَ: "سَأَلْتُ عَائِشَةَ: مَا كَانَ النَّبِيُّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَصْنَعُ فِي بَيْتِهِ؟ قَالَتْ: كَانَ يَكُونُ فِي ‌مِهْنَةِ ‌أَهْلِهِ -تَعْنِي خِدْمَةَ أَهْلِهِ- فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلَاةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ

Artinya: “Al aswad berkata; ”Aku pernah bertanya kepada Aisyah, apa yang dikerjakan Rasulullah SAW saat berada di rumah? Aisyah menjawab,;”Rasulullah SAW sangat gesit mengerjakan pekrjaan rumah, namun apabila waktu sholat telah tiba, beliau segera mendirikan sholat.”

Bahkan dalam hadits lain diceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah menjahit baju, memeras susu kambing, dan mengerjakan keperluan dirinya sendiri tanpa menyuruh istrinya:

عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: سُئِلْتُ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْمَلُ فِي بَيْتِهِ قَالَتْ: كَانَ بَشَرًا مِنَ الْبَشَرِ يَفْلِي ثَوْبَهُ وَيَخْلُبُ شَاتَهُ وَيَخْدُمُ نَفْسَهُ.

Artinya: “Yahya bin Sa'id meriwayatkan dari al-Qasim, dari Aisyah yang berkata, “Aku pernah ditanya: apa yang dilakukan Rasulullah Saw saat di kediamannya?' Aisyah menjawab, “Nabi adalah manusia sebagaimana manusia yang lain. Beliau menjahit bajunya, memerah (susu) kambingnya, dan mengerjakan keperluan dirinya sendiri.” (Musnad Al Imam Ahmad Bin Hanbal (Beirut; Muassasah al-risalah, 2001) juz 33 halaman 265)

Sahabat Rasulullah SAW pun juga ada beberapa yang terekam dalam kitab hadits membantu pekerjaan istri sebagaimana pernah dikerjakan Rasulullah SAW. Sahabat itu adalah Ali Bin Abi Thalib dan Jabir Bin Abdillah.

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari juz 11 halaman 120 menuliskan kisah Ali Bin Abi Thalib:

وَاللَّهِ لَقَدْ سَنَوْتُ حَتَّى اشْتَكَيْتُ صَدْرِي وَقَالَتْ فَاطِمَةُ لَقَدْ طَحَنْتُ حَتَّى تَجَلَّتْ يَدَايَ

Artinya: “Ali bin Abi Thalib berkata, 'Demi Allah, sungguh aku mengambil air dari sumur hingga dadaku terasa sakit.” Fathimah juga berkata, “Sungguh, aku meng-giling tepung (untuk dijadikan roti) hingga tanganku melepuh.”

Sementara kisah Jabir Bin Abdillah tertulis dalam kitab Sahih Bukhari halaman 597 berikut:

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ مِيْنَاءَ قَالَ: سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: لَمَّا حُفِرَ الخَنْدَقُ رَأَيْتُ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمَصًا شَدِيدًا فَانْكَفَأْتُ إِلَى امْرَأَنِ فَقُلْتُ: هَلْ عِندَكِ شَيْءٌ فَإِنِّي رَأَيْتُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمَصًا شَدِيدًا ، فَأَخْرَجَتْ إِلَيَّ جِرَابًا فِيْهِ صَاعٌ مِنْ شَعِيرٍ وَلَنَا يُهَيْمَةٌ دَاجِنُ فَذَبَحْتُهَا وَطَحَنَتِ الشَّعِيرَ فَفَرَغَتُ إِلَى فَرَاغِي وَقَطَّعْتُهَا فِي بُرْمَتِهَا 

Artinya: “Said bin Mina' mengisahkan kepada kami dari Jabir bin Abdillah yang berkata, “Tatkala berlangsung penggalian parit dalam Perang Khandaq, aku melihat Rasulullah SAW sangat kelaparan. Aku segera menemui istriku di rumah. Lalu aku berkata padanya, “Apakah kamu memiliki sesuatu (yang bisa dimakan)? Sesungguhnya aku melihat Rasul sedang sangat kelaparan.” Lalu istriku mengeluarkan dan menunjukkan padaku sebuah wadah yang berisi satu sha' gandum. Kami juga memiliki kambing kecil, lalu aku menyembelihnya. Istriku memasak gandum itu. Ketika aku menyelesaikan pekerjaanku, aku memotong daging kambing itu kecil-kecil.”

Demikianlah teladan Rasulullah SAW membantu pekerjaan rumah. Semoga kisah teladan ini menjadi dorongan bagi kita untuk lebih peduli dan saling mendukung dalam rumah tangga, sehingga setiap anggota keluarga merasa dihargai dan rumah tangga pun menjadi sakinah, mawaddah, wa rahmah, sebagaimana yang dicita-citakan dalam Islam. Wallahu a’lam bis shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo