Dark
Light
Dark
Light

Dampak Buruk Makanan Haram menurut Para Ulama

Dampak Buruk Makanan Haram menurut Para Ulama

Makanan dan minuman bisa membawa pengaruh besar pada fisik maupun psikis seseorang. Untuk itu, umat Islam diperintahkan agar menjauhi dan tidak mengonsumsi makanan haram. Pasalnya, makanan tersebut bisa membawa dampak buruk dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, Islam memerintahkan umatnya agar selalu mengonsumsi makanan halal sekaligus baik. Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 168:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya: "Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata."

Status haram pada makanan bisa ditinjau dari dua hal. Pertama, haram dari sisi zatnya seperti daging anjing dan babi, bangkai, dan sejenisnya. Kedua, haram dari sisi sebab atau prosesnya, seperti nasi hasil mencuri atau berjudi. Secara zat, nasi merupakan makanan halal namun karena proses mendapatkannya dari mencuri atau berjudi, maka statusnya berubah menjadi haram.

Para ulama sudah mewanti-wanti terhadap dampak buruk dari makanan haram. Syekh Abdul Wahab Asy-Sya‘rani mengungkapkan:

فإن أكل غير الحلال يقسي القلب ويظلمه ويحجبه عن دخول حضرة الله تعالى ويخلق الثياب

Artinya: “Maka sesungguhnya mengonsumsi makanan tidak halal itu dapat mengeraskan hati, menggelapkan hati, menghalangi dalam mendekatkan diri kepada Allah, dan melusuhkan pakaian” (Syekh Abdul Wahab Asy-Sya‘rani, Al-Minahus Saniyyah [Semarang, Toha Putra: t.t], hal. 7)

Selain itu, Syekh Asy-Sya‘rani juga menjelaskan sejumlah dampak buruk dari mengonsumsi makanan haram, di antaranya adalah bisa menjadi api yang akan memadamkan ketajaman berpikir dan nikmatnya berzikir, menghanguskan keikhlasan niat, membutakan dan menggelapkan mata hati, melemahkan agama, badan, dan akal, mewariskan lalai dan lupa, serta menghalangi dalam merasakan hikmah dan marifat.

Selanjutnya, Syekh Asy-Sya‘rani juga mengutip pendapat para ulama terkait dampak buruk dari makanan haram, sebagaimana berikut:

1. Syekh Ali Al-Khawwash
Syekh Ali Al-Khawwash, guru Syekh Asy-Sya‘rani menjelaskan, orang yang banyak beribadah namun masih mengonsumi makanan haram itu seperti seekor burung merpati yang mengerami telur busuk. Tanpa disadari, dia telah mempersulit dirinya sendiri dengan berdiam lama di sarang itu, namun tidak akan ada satu pun telur yang dapat menetas, yang ada justru malah mengeluarkan bau busuk.

2. Imam Abu Hanifah
Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa seandainya seorang hamba menyembah Allah sampai tegak dan kokoh seperti tiang bangunan, namun dia tidak peduli dengan status makanan yang masuk ke dalam perutnya, maka ibadah hamba tersebut tidak akan diterima.  

3. Syekh Ibrahim bin Adham
Syekh Ibrahim bin Adham, tokoh sufi terkemuka berpendapat bahwa hal yang paling penting bagi seorang hamba adalah memastikan kehalalan makanan, setelah itu tidak perlu lagi berpuasa sunnah di siang hari dan shalat sunnah di malam hari. 

4. Imam Sufyan Ats-Tsauri
Imam Sufyan Ats-Tsauri menegaskan, makanan halal bisa memudahkan dalam menerima berbagai macam ilmu dan makanan haram bisa menyulitkan dalam menerima ilmu. Pernyataan ini berdasarkan pengalamannya sendiri, ia mengungkapkan, ketika mengonsumsi makanan yang status halalnya jelas, ia bisa memahami 70 bab ilmu. Sebaliknya, ketika ia berkunjung ke rumah seseorang dan mengonsumsi makanan yang tidak diketahui status halalnya, ia sulit menerima satu pun bab ilmu meskipun telah mengulanginya beberapa kali.

5. Imam Sahl At-Tustari
Imam Sahl At-Tusturi berpendapat bahwa mengonsumi makanan yang tidak halal bisa membuat hati tertutup dan shalatnya, puasanya, serta sedekahnya tidak akan membawa efek positif baginya. Sebaliknya, mengonsumsi makanan haram malah akan mempercepat datangnya berbagai malapetaka.

6. Syekh Ali As-Syadzili
Syekh Ali Asy-Syadzili menjelaskan, mengonsumsi makanan tidak halal bisa membuat hati menjadi keras, kasar, gelap, dan terhalang untuk mendekatkan diri kepada Allah serta banyak tidur. Menurut Syekh Ali, banyak tidur ini adalah karunia dari Allah untuk mengurangi kemaksiatan. Pasalnya, jika bangun akan melakukan maksiat karena makanan haram bisa mendorong anggota badan untuk melakukan maksiat.

Sebaliknya, mengonsumsi makanan halal bisa membuat hati seseorang menjadi lunak, lembut, terang, mudah dalam mendekatkan diri kepada Allah serta tidurnya pun sedikit. Menurut Syekh Ali, sedikit tidur ini merupakan karunia dari Allah agar orang yang mengonsumsi makanan halal itu bisa banyak beribadah karena makanan halal bisa mendorong anggota badan untuk melakukan ibadah.

7. Syekh Abu Bakar At-Turmudzi
Menurut Syekh Abu Bakar At-Turmudzi, ada 3 kelompok orang yang sulit mendekatkan diri kepada Allah, yaitu [1] berdalil hanya untuk mencari pembenaran, [2] tergesa-gesa masuk tarekat karena ada dorongan hawa nafsu, dan [3] mengonsumsi makanan haram dan syubhat.

Itulah bahaya dampak buruk dari mengonsumsi makanan yang tidak halal, baik syubhat apalagi haram. Mengingat hal tersebut, sebagai umat Islam kita perlu semaksimal mungkin dalam menjaga diri dan keluarga dari asupan makanan yang tidak halal. Wallahu a‘lam.


Editor: Aiz Luthfi
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo