Dark
Light
Dark
Light

Kisah Doa Nelayan dan Derita Orang yang Menzaliminya

Kisah Doa Nelayan dan Derita Orang yang Menzaliminya

Salah satu karakter buruk yang ada dalam diri manusia adalah cenderung ingin menguasai orang lain. Mengingat hal tersebut, agama memberikan panduan berupa aturan muamalah agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau dizalimi. 

Selanjutnya, orang yang nekat berbuat zalim pada orang lain juga terancam akan mendapat malapetaka. Sebaliknya, orang yang dizalimi bisa mendapat keberuntungan, yaitu doanya akan dikabulkan. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ 

Artinya: “Tiga doa yang tidak diragukan lagi kemustajabannya: (1) doa orang yang terzalimi, (2) doa orang yang bepergian, (3) doa orang tua untuk anaknya." (HR Ahmad)

***

Alkisah, di zaman dahulu ada seorang nelayan yang melaut dan berhasil mendapatkan sejumlah ikan. Saat menepi di pantai, kebahagiaan nelayan itu sirna setelah bertemu dengan seseorang yang memiliki fisik jauh lebih kuat.

"Berikan ikan-ikan itu!" gertak orang kekar itu sambil mencoba merebut ikan-ikan si nelayan.

Nelayan itu tentu saja tidak mau memberikan ikan hasil tangkapannya karena butuh untuk menafkahi keluarga. Karena terus menolak, akhirnya nelayan tersebut dipukul dan ikannya berhasil dibawa oleh orang kekar tersebut. Dalam keadaan tersakiti, nelayan itu memohon keadilan kepada Allah dengan memanjatkan doa sebagaimana berikut:

يَا رَبِّ خَلَقْتَنِي ضَعِيفًا وَخَلَقْتَهُ قَوِيًّا حَتَّى ظَلَمَنِي، سَلِّطْ عَلَيْهِ خَلْقًا مِنْ خَلْقِكَ فَاجْعَلْهُ عِبْرَةً لِلْمُسْلِمِينَ

Artinya: “Wahai Tuhanku, Engkau ciptakanku dalam keadaan lemah dan Engkau ciptakan dia dalam keadaan kuat sehingga dia berbuat zalim padaku. Kuasakanlah atas orang tersebut salah satu makhluk-Mu agar bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi kaum Muslimin.”

Di lain pihak, orang yang merampas ikan itu berlalu begitu saja menuju rumahnya dengan perasaan gembira karena membayangkan bisa makan enak. Saat sampai rumah dan hendak menyimpan ikan, tiba-tiba tangannya tertusuk duri ikan tersebut. Tidak hanya itu, ulat atau parasit dalam mulut ikan itu juga ikut menggigitnya. 

Rupanya, duri ikan dan parasit itu bukan makhluk sembarangan karena dari keduanya keluar racun berbahaya yang membuat tangan orang ini merasa sangat kesakitan. Saat malam tiba, dia melewati waktu dengan rasa sakit hingga akhirnya tertidur. Dalam mimpinya, dia mendengar suara yang cukup menggetarkan hatinya.

“Kembalikan hak kepada pemiliknya! maka kamu akan selamat dari racun itu," bunyi suara dalam mimpi tersebut. 

Suara itu membuatnya terbangun dan menyadari kesalahannya. Tidak mau menunggu lama, di pagi hari dia menyiapkan sejumlah uang dan berangkat menuju rumah nelayan yang kemarin dizaliminya. 

Setelah menemukan nelayan tersebut, dia akhirnya meminta maaf dan menyerahkan sejumlah uang sebagai pengganti ikan yang kemarin dia rampas. Nelayan itu pun tidak tega melihat kondisi orang tersebut dan akhirnya memberikan maafnya dengan tulus. Tidak lama kemudian, tangan orang tersebut akhirnya sembuh seperti biasa.

(Sumber kisah: Syekh Utsman Al-Khaubawi dalam kitab Durratun Nashihin (Semarang, Toha Putra: t.t) halaman 21)

***

Kisah ini bisa menjadi pelajaran tentang bahaya berbuat zalim kepada orang lain, apalagi jika orang yang dizalimi tersebut mendoakan tidak baik, tentu balasannya bisa datang lebih cepat sebagaimana yang terjadi dalam kisah ini. 

Dalam “algoritma alam semesta”, setiap perbuatan pasti akan ada balasannya. Ketika kita berbuat baik kepada orang lain pasti akan dibalas dengan kebaikan. Balasan itu bisa datang dari orang yang diberi kebaikan atau bisa jadi dari orang lain yang telah diutus oleh Allah. Demikian pula dengan berbuat buruk pada orang lain yang akan dibalas pula dengan keburukan. Wallahu a‘lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo