Dark
Light
Dark
Light

Kisah Nabi Isa dan Orang Buta yang Berdoa Minta Hujan

Kisah Nabi Isa dan Orang Buta yang Berdoa Minta Hujan

Berdoa merupakan salah satu kebutuhan spiritual bagi umat Islam. Selain sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, berdoa pun menjadi bukti pengakuan atas kelemahan diri di hadapan-Nya. Di sisi lain, ada hijab yang bisa menghalangi terkabulnya doa, di antaranya adalah dosa atau maksiat.

Hubungan antara doa dan penghalangnya berupa dosa tergambar jelas dalam sebuah kisah Nabi Isa AS dan seorang laki-laki buta yang berdoa kepada Allah. Hal ini sebagaimana dikisahkan oleh Imam Ibnul Jauzi dalam Kitab 'Uyunul Hikayat. (Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 2019], h. 64-65.

***

Saat musim kemarau panjang, Nabi Isa dan masyarakat sekitar siap menggelar doa bersama untuk meminta hujan. Saat acara akan segera dimulai, turun wahyu Allah yang melarang Nabi Isa untuk berdoa karena di antara umatnya ada orang-orang yang banyak berbuat dosa. Nabi Isa pun menyampaikan pesan ilahi tersebut kepada umatnya.

“Siapa saja di antara kalian yang memiliki dosa, hendaknya memisahkan diri dari lokasi,” ucap Nabi Isa.

Mereka pun mulai memisahkan diri karena merasa memiliki dosa, kecuali hanya satu orang, yaitu seorang laki-laki yang mata kanannya buta. Merasa penasaran, Nabi Isa pun bertanya pada laki-laki tersebut:

“Mengapa engkau tidak memisahkan diri?”

Laki-laki itu kemudian menjawab bahwa dirinya tidak pernah berbuat dosa kepada Allah, kecuali sekali dan itu pun tidak disengaja.

“Wahai Ruhullah, aku tidak pernah bermaksiat kepada Allah. Namun suatu hari saat aku menoleh, tanpa sengaja mata kananku ini melihat kaki seorang perempuan. Maka aku pun mencabut mata kananku ini. Seandainya mata kiriku juga melihatnya, niscaya aku akan mencabutnya juga,”

Mendengar jawaban itu, Nabi Isa pun merasa terharu dan menangis hingga jenggotnya basah oleh air mata. Nabi Isa pun berkata:

“Berdoalah untuk kami, karena engkau lebih berhak berdoa daripada aku. Aku maksum karena wahyu, sedangkan engkau tidak maksum, tetapi engkau tidak melakukan maksiat.” ujar Nabi Isa.

Pria buta itu pun menuruti perintah Nabi Isa, ia mengangkat tangannya, lalu berdoa:

اللَّهُمَّ أَنْتَ الَّذِي خَلَقْتَنَا، وَأَنْتَ أَعْلَمُ بِمَا نَعْمَلُ قَبْلَ أَنْ تَخْلُقَنَا، فَلَمْ يَمْنَعْكَ ذَلِكَ أَنْ تَخْلُقَنَا عَلَى مَا خَلَقْتَنَا عَلَيْهِ، وَرَزَقْتَنَا مِنْ رِزْقِكَ، فَأَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ غَيْثًا مُغِيثًا عَامًّا 

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah yang telah menciptakan kami, dan Engkau lebih mengetahui apa yang kami kerjakan bahkan sebelum Engkau menciptakan kami. Namun hal itu tidak menghalangi-Mu untuk tetap menciptakan kami sebagaimana Engkau kehendaki, dan Engkau pun telah memberi kami rezeki dari karunia-Mu. Maka turunkanlah kepada kami hujan, hujan yang menyelamatkan, menyuburkan, dan merata bagi semua,”

Tidak lama setelah laki-laki itu berdoa, langit langsung menghitam, awan tebal mulai berkumpul, lalu hujan pun turun dengan deras menyirami kota dan perkampungan.

***

Kisah ini bisa menjadi bahan introspeksi diri. Ketika doa kita belum dikabulkan oleh Allah, bisa jadi di dalam diri kita ada dosa dan maksiat yang belum ditobati. Untuk itu, hendaknya kita selalu beristighfar dan memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukan, entah itu dosa yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.

Selain itu, kisah ini juga memberikan isyarat tentang pentingnya memohon doa dari orang-orang saleh. Doa mereka memiliki potensi untuk dikabulkan oleh Allah karena lahir dari hati yang bersih, lisan yang terjaga, dan hidupnya dihiasi dengan ketaatan kepada Allah. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo