Arina.id - Bagi sebagian orang, merantau menjadi pilihan sebagai upaya untuk mencari kehidupan baru yang lebih baik, entah itu dalam rangka mencari pekerjaan yang layak atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Di sisi lain, hidup di negeri orang terkadang penuh dengan rintangan dan tantangan yang memerlukan kesiapan mental tangguh. Bagi mereka yang mampu bertahan dan mendapat kemudahan bisa berpeluang meraih kesuksesan. Sebaliknya, bagi mereka yang menyerah dan merasa kesulitan lebih memilih pulang ke kampung halaman.
Di antara cara agar bisa mendapatkan kemudahan dan sukses saat merantau adalah dengan berdoa, memohon kepada Allah agar diberi kelancaran hidup di negeri orang. Imam At-Thabrani dalam Kitabub Du‘a (Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 1413 H), halaman 263-264 mencatat sebuah doa yang diajarkan Rasulullah saat akan tiba di perantauan. Doa ini diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali Al-Ma’mari dan Muhammad bin Ali bin Habib Ath-Tha'ifiy Ar-Raqi, dari Ali bin Maimun, dari Sa’id bin Maslamah, dari Muhammad bin 'Ajlan, dari Nafi', dari Ibnu Umar.
Adapun doa saat merantau di negeri orang yang diajarkan Rasulullah adalah sebagaimana berikut:
اَللّٰهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظَلَّتْ، وَرَبَّ الْأَرَاضِيْنَ السَّبْعِ وَمَا أَقَلَّتْ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا أَذَرَتْ، وَرَبَّ الشَّيَاطِيْنِ وَمَا أَضَلَّتْ، وَرَبَّ الْجِبَالِ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْمَنْزِلِ وَخَيْرَ مَا فِيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهِ، اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا جَنَاهُ، وَاصْرِفْ عَنَّا وَبَاهُ، وَارْزُقْنَا رِضَاهُ، وَحَبِّبْنَا إِلَى أَهْلِهِ وَحَبِّبْ أَهْلَهُ إِلَيْنَا
Allâhumma Rabbas samawatis sab'i wa mâ adhallat, wa Rabbal arâdînas sab'i wa mâ aqallat, wa Rabbar riyâḫi wa mâ adzarat, wa Rabbash shayathîni wa mâ adlallat, wa Rabbal jibali, as’aluka khayra hadzal manzili wa khayra mâ fîhi, wa a‘udzu bika ming syarri mâ fîhi. Allahummarzuqnâ janâhu, washrif ‘annâ wabâhu, warzuqnâ ridhâhu, wa ḫabbibnâ ila ahlihi wa ḫabbib ahlahu ilaynâ.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan dari tujuh langit dan segala yang dinaunginya, Tuhan dari tujuh bumi dan segala yang dipikulnya, Tuhan dari angin dan segala yang diterbangkannya, Tuhan dari setan-setan dan segala yang disesatkannya, dan Tuhan dari gunung-gunung. Aku memohon kepada-Mu kebaikan tempat ini dan kebaikan yang ada di dalamnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada di dalamnya. Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami buah/hasil dari tempat ini, jauhkanlah kami dari keburukannya, anugerahkanlah kepada kami keridhaan dari tempat ini, dan jadikanlah kami dicintai oleh penduduknya, serta jadikanlah penduduk tempat ini mencintai kami.”
Demikian doa agar sukses dan mendapat kemudahaan saat hidup di perantauan. Selain berdoa dengan khusyu, orang yang merantau juga perlu berusaha dengan sungguh-sungguh serta menjaga etika di tempat orang lain. Bersikap baik kepada penduduk setempat dan memegang teguh nilai-nilai agama akan membantu membuka pintu kemudahan dan kesuksesan. Wallahu a‘lam.
Editor: Aiz Luthfi


