Sholat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Islam. Selain memiliki dampak positif pada dimensi vertikal yang berhubungan dengan hablun minallah, sholat juga bisa berdampak positif pada sisi horizontal yang berhubungan erat dengan hablun minannas, yaitu bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
Hal ini sesuai dengan firman Allah yang termaktub dalam Al-Qur'an surat Al-'Ankabut ayat 45, sebagaimana berikut:
اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكٓرِ
Artinya: "Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar."
Rasulullah pun menegaskan dalam salah satu sabdanya sebagaimana berikut:
لاصلاة لمن لم يطع الصلاة، ومن انتهى عن الفحشاء والمنكر فقد أطاع الصلاة
Artinya: "Tidak ada sholat bagi orang yang tidak taat pada sholat. Dan barangsiapa yang tercegah dari perbuatan keji dan mungkar maka dia telah taat pada sholat."
Mengenai hal ini, ada sebuah kisah menarik yang diungkap oleh Syekh Ahmad ibnu Hijazi Al-Fasyani dalam kitab Al-Majalisus Saniyyah (Semarang, Karya Thoha Putra: t.t) halaman 67.
Dikisahkan, ada seorang pria yang mencoba menggoda istri orang. Beruntungnya, wanita ini sama sekali tidak tergoda dengan rayuan gombal pria tersebut. Sebaliknya, ia justru merasa risi sekaligus takut pada Allah dan suami yang dicintainya. Tidak lama kemudian, wanita ini pun melaporkan peristiwa tersebut pada suaminya.
"Kalau dia mengganggu kamu lagi, kamu cukup katakan padanya: sholat berjamaahlah kamu di belakang suamiku selama 40 subuh," ucap suaminya
Keesokan harinya, si pria ini masih tetap menggoda dengan rayuan gombalnya. Wanita itu kemudian mengatakan sesuai arahan suaminya.
Mungkin karena saking cintanya pada istri orang tersebut atau karena ingin membuktikan rasa cintanya, pria ini akhirnya menuruti kata-kata yang baru saja diucapkan oleh wanita pujaannya.
"Baiklah, saya akan melakukannya," kata pria tersebut penuh kemantapan.
Pria ini kemudian melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan suami pujaan hatinya. Dia melewati hari-harinya dengan sholat subuh berjamaah di masjid. Setelah 40 hari berlalu, akhirnya dia menyadari atas kelakuan bejatnya yang telah menggoda istri orang.
Saat bertemu dengan wanita yang dulu digodanya, pria ini hanya bisa menunduk malu penuh penyesalan atas perbuatannya di masa lalu. Merasa belum yakin pada ucapannya, wanita ini malah menggoda balik namun pria tersebut tetap teguh pada pendiriannya.
"Saya sudah bertobat kepada Allah," tegasnya.
Betapa leganya hati si wanita ketika melihat sikap laki-laki itu. Ia lantas melaporkan perubahan sikap pada laki-laki yang dulu selalu menggodanya.
"Maha Benar Allah yang telah berfirman: "Sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar." ucap suaminya mengutip Al-Qur'an Surat Al-'Ankabut ayat 45.
Kisah ini memberikan bukti bahwa sholat bisa mencegah seseorang untuk melakukan perbuatan keji dan mungkar. Sholat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh yang dibarengi dengan penuh keyakinan dan penghambaan diri pada Allah bisa mengubah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik.
Selain itu, kisah ini juga menggambarkan tentang sebuah komitmen dalam menjaga keutuhan rumah tangga. Ketika pasangan suami istri telah memegang teguh komitmen, keduanya akan tetap setia satu sama lain dan tidak akan tergoda oleh apa pun dan siapa pun. Biasanya, perselingkuhan terjadi karena rapuhnya sebuah komitmen dalam diri pasangan suami istri. Wallahu a'lam.
Editor: Muhammad Faizin


