Dark
Light
Dark
Light

7 Alasan Mengapa Mazhab Syafi’i Paling Banyak Diikuti Umat Islam

7 Alasan Mengapa Mazhab Syafi’i Paling Banyak Diikuti Umat Islam

Arina.id— Seluruh umat Islam mengakui empat mazhab dalam keilmuan fiqih yang merupakan ulama ahlussunah wal jamaah, dan telah mencapai kedudukan mujtahid mutlaq. Empat mazhab ini adalah Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali. 

Di antara empat mazhab fiqih ini, mazhab Syafi’i merupakan mazhab yang paling banyak dianut oleh umat Islam di Indonesia, bahkan sebagian kalangan menyebut, pengikut Imam Syafi’i terbesar di dunia.

Dalam kitab Taqrir As Sadidah karya Habib Hasan bin Ahmad bin Muhammad Al-Kaf juz 1 halaman 45, disebutkan setidaknya ada tujuh keistimewaan mazhab Syafi’i, dan beberapa alasan mengapa mazhab Syafii dianut oleh kebanyakan umat Islam.

1. Perhatian lebih mazhab Syafi’i terhadap dalil syar’i

Mazhab Syafi’i menaruh perhatian begitu mendalam terhadap dalil syar’i berupa Al Qur’an, as sunnah dan atsar (segala sesuatu yang disandarkan pada sahabat dan tabi’in). Hal ini disebabkan pendiri mazhab Syafi’i yakni Imam Muhammad Bin Idris As Syafi’i, merupakan murid kinasih Imam Maliki Bin Anas, pendiri mazhab Maliki. Imam Malik Bin Anas dikenal sebagai pakar dalam bidang hadis. Ini dibuktikan dengan salah satu karya monumental beliau Al Muwattha yang berisikan 5.000 hadis sahih.

Disamping murid dari Imam Maliki, pendiri Mazhab Syafi’i juga belajar kepada imam Hambali yang terkenal juga dengan kepakarannya dalam bidang hadis.

اعتناء مؤسسه رحمه الله بالدليل كتاباً وسنة وآثاراً حتى تتلمذ على يد إمام دار الهجرة مالك بن أنس، وتتلمذ على يديه إمام السنة الإمام أحمد بن حنبل، وتابعه على ذلك أئمة المذهب حتى صار منهم كبار الحفاظ كالبيهقي وابن حجر العسقلاني، وقاموا بخدمة المذهب بالأدلة النصية غاية الخدمة

Artinya: Perhatian lebih Pendirinya terhadap dalil-dalil dalam Al Qur’an, sunnah, dan hadis, hingga ia belajar di tangan Imam Darul Hijrah, Malik bin Anas, dan belajar di bawah asuhan Imam as Sunnah, Imam Ahmad bin Hanbal, dan para imam mazhab mengikutinya hingga ia termasuk di antara mereka penghafal besar, seperti al-Bayhaqi dan Ibnu Hajar al-Asqalani, dan mereka mengabdi pada mazhab tersebut dengan pelayanan yang maksimal.

2. Perhatian terhadap qiyas dan istinbath

Imam Syafi’i memperhatikan secara seksama terkait jenis qiyas dan dasar-dasar istinbath (penggalian hukum) yang banyak dipakai mazhab Hanafi dan pengikutnya. Selain itu Imam Syafi’i merupakan bapak penemu ilmu Ushul Fikih, suatu disiplin ilmu yang sangat penting sebagai pedoman untuk menggali hukum Islam dari Al-Qur’an dan hadis. Kemudian ilmu Ushul Fikih ini dikembangkan oleh para pembesar pengikut mazhab Syafi’i seperti Imam Al Juwaini dan murid beliau, Imam Ghazali.

اعتناء مؤسسه رحمه الله بأصناف القياس وأسس الاستنباط التي مهر فيها الإمام أبو حنيفة وأصحابه (۱) وكان أوّل من صنف في علم أصول الفقه، ثم كان من أصحابه من وضع فيه المراجع الكبيرة الرئيسة كالإمامين الجويني والغزالي وغيرهما

Artinya: Perhatian lebih Imam Syafi’i terhadap jenis-jenis qiyas (analogi) dan landasan istinbath yang dipakai Imam Abu Hanifah dan para pengikutnya. Imam Syafi’i merupakan bapak penemu ilmu Ushul Fikih, yang kemudian ilmu ini dikembangkan oleh pembesar pengikut beliau, seperti Imam al-Juwaini, al-Ghazali, dan lain-lain.

3. Mendirikan Madrasah

Madzhab Syafi’i berhasil menghimpun dan mengompromikan dua madrasah ideologi fiqih, yakni Madrasah Al Hadis yang bermarkas di Hijaz dan Madrasah Ar Ra’yi yang bermarkas di Irak. Pencapaian ini berhasil beliau raih sebab ketekunan dalam belajar dari para ulama kedua madrasah tersebut.

- كون مذهبه وسطاً بين أهل الرأي وأهل الحديث

Artinya: Mazhab Syafi’i berhasil mengompromikan dua madrasah ahli ar ra’yi dan madrasah ahli hadis

4. Melahirkan banyak Mujtahid

Imam Syafi’i melahirkan banyak murid yang kemudian menjadi mujtahid, seperti Imam Izuddin Bin Abdisssalam Ibnu Daqiq Al-’Id, Imam Tajuddin As Subky , Imam As Suyuti dan lain lain. Kemudian para murid ini mengembangkan dan menyebarluaskan mazhab Syafi’i.

كثرة المجتهدين من العلماء الذين خدموا المذهب ونشروه في كل مكان كالعز بن عبد السلام وابن دقيق العيد، والتقي السبكي والسيوطي، وغيرهم

Artinya: Banyaknya mujtahid yang lahir dari mazhab Syafi’i. Kemudian mereka rajin mengabdikan ajaran mazhab Syafi’i tersebut dan menyebarkannya kemana-mana, seperti Al-Izz bin Abdul Salam, Ibnu Daqiq Al-‘id, Al-Subki, Al-Suyuti, dan lain-lain.

5. Kemampuan Mentahqiq​​​​​​​

Banyak kitab yang dikarang oleh para ulama mazhab Syafi’i yang bertujuan untuk mentahqiqmazhab (meneliti pendapat mazhab apakah sesuai dengan Al Qur’an dan Al Hadis) dan memudahkan para pelajar mempelajari mazhab Syafi’i.

كثرة الكتب التي ألفها العلماء في تحقيق المذهب وتدليله وتيسيره للطلاب في كل قرن عبر العصور

Artinya: Banyaknya kitab yang dikarang oleh para ulama madzhab syafi’i yang berguna untuk meneliti madzhab memudahkan para pelajar di setiap zaman

6. Tersebar di Seluruh Dunia

Pengikut mazhab Syafi’i tersebar di penjuru dunia, bahkan menjadi mazhab terbesar dengan pengikut terbanyak.

وفرة أتباعه في كل مكان، فهم منتشرون في البلدان من إندونيسيا وماليزيا شرقاً، مروراً بشبه القارة الهندية، ثم بلاد فارس والعراق والشام والخليج، ثم الحجاز وحضرموت واليمن جنوباً، ثم مصر وبعض سواحل إفريقية الشرقية غرباً

Artinya: Pengikutnya melimpah dimana-mana. Mereka tersebar di negara-negara mulai dari Indonesia dan Malaysia di timur, melewati anak benua India, lalu Persia, Irak, Syam dan Teluk, lalu Hijaz, Hadhramaut dan Yaman di selatan, lalu Mesir dan sebagian pesisir Afrika bagian timur di sebelah barat.”

7. Mencetak para Mujadid

Menjadi mazhab yang banyak mencetak para mujaddid (pembaharu) di setiap zaman, seperti Imam Syafi'i sebagai mujaddid abad kedua, Abu Al-Abbas bin Suraij sebagai mujaddid abad ketiga, Abu Al-Tayyib Sahl Al -Sa'luqi sebagai mujadid keempat, Abu Hamid Al-Ghazali sebagai mujadidi abad kelima.

- كون المجدد الذي يأتي على رأس كل قرن مذهبه شافعي غالباً، فالإمام الشافعي مجدد للقرن الثاني، وأبو العباس بن سريج مجدد للقرن الثالث، وأبو الطيب سَهْل الصعلوكي للرابع، وأبو حامد الغزالي للخامس، والفخر الرازي للسادس والنووي للسابع والإسنوي للثامن وابن حجر العسقلاني للتاسع والسيوطي للعاشر

Artinya: Mujaddid yang datang pada setiap abad sebagian besar adalah pengikut mazhab Syafi'i. Imam Syafi'i adalah mujaddid abad kedua, Abu Al-Abbas bin Surayj adalah mujaddid abad ketiga, Abu Al-Tayyib Sahl Al -Sa'luqi abad keempat, Abu Hamid Al-Ghazali abad kelima, Al-Fakhr Al-Razi abad keenam, Al-Nawawi abad ketujuh, Al-Isnawi abad kedelapan , Ibnu Hajar Al-Asqalani termasuk yang kesembilan, dan Al-Suyuti termasuk yang kesepuluh.

Demikian penjelasan terkait tujuh keistimewaan mazhab Syafi’i di antara mazhab fikih lainnya. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bissawab.

.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo