Arina.id - Berbagai aktivitas yang dilakukan oleh manusia di muka bumi ini pada dasarnya adalah dalam rangka mencari kebahagiaan dan ketenangan batin. Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap orang berupaya melakukan berbagai cara sesuai dengan pilihannya masing-masing.
Namun demikian, tidak sedikit orang yang merasa hampa meskipun secara materi telah berhasil didapatkan.
Untuk itu, Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengingatkan sejumlah prinsip penting yang dapat menjadi jalan meraih kebahagiaan dan ketenangan hati.
Dalam kitab Zadul Ma’ad (Beirut, Daru Ibnu Hazm: 2019, juz II, h. 28-30), Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa ada 5 sumber dan cara meraih kebahagiaan dan ketenangan hati, yaitu sebagaimana berikut:
1. Ilmu yang bermanfaat
Menurut Ibnul Qayyim, ilmu adalah sarana yang bisa membawa kebahagiaan dan ketenangan batin. Namun demikian, tidak semua ilmu bisa membawa ketenangan tersebut. Ilmu yang benar-benar bisa menenangkan jiwa adalah ilmu yang diwariskan oleh Rasulullah, yaitu ilmu bermanfaat yang mampu menghidupkan iman dan membimbing amal saleh.
Sebaliknya, Ibnul Qayyim menegaskan bahwa kebodohan hanya akan mewariskan kesempitan dan kehampaan batin. Meskipun seseorang memiliki banyak kekayaan ataupun jabatan tinggi, ia tidak akan mendapatkan kebahagiaan sejati jika di dalam dirinya tidak memiliki ilmu yang bermanfaat.
2. Mencintai Allah
Digambarkan Ibnul Qayyim, mencintai Allah adalah surga dunia yang bisa menjadi sumber kenikmatan, kebahagiaan, dan ketenangan jiwa. Ketika rasa cinta kepada Allah ini semakin menguat, maka hati seorang hamba akan semakin lapang. Sebaliknya, mencintai selain Allah akan membuat hati seseorang menjadi terbelenggu, batin lebih tersiksa, dan jiwa menjadi sempit
Seperti halnya orang yang sedang jatuh cinta, bagi hamba yang benar-benar mencintai Allah, hidup di dunia ini akan dipenuhi dengan keindahan. Karena itu, ia akan merasa musibah atau ujian tidak terasa berat karena semuanya itu pemberian dari Sang Kekasih. Pada akhirnya, hati akan selalu merasakan ketenangan dan kebahagiaan.
3. Berzikir
Berzikir kepada Allah (mengingat Allah) memiliki pengaruh yang luar biasa dalam memberikan ketenangan jiwa dan kelapangan dada. Dengan mengingat Allah, hati akan bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan akan bersabar ketika menghadapi musibah karena pada hakikatnya semua itu datang dari-Nya.
Allah berfirman dalam Surat Ar-Ra'd ayat 28:
اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
Artinya: "Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram."
4. Berbuat Baik kepada Sesama
Orang yang gemar berbuat baik kepada sesama akan diberikan ketenangan batin. Dengan berbagi dan menolong kepada orang lain, entah melalui harta, tenaga, kedudukan, atau yang lainnya, seseorang akan dibalas dengan berbagai kebaikan, di antaranya adalah ketenangan batin.
Menurut Ibnul Qayyim, bakhil atau pelit adalah penjara hati yang bisa membuat hidup seseorang menjadi terasa hampa dan sempit. Untuk itu, orang dermawan yang gemar menolong sesama adalah manusia yang paling lapang dadanya dan paling tenang jiwanya.
5. Tidak Berlebihan
Menurut Ibnul Qayyim, kesempitan hati bisa lahir dari sikap dan perilaku yang berlebihan, entah dalam berbicara, mendengar, makan, tidur, maupun cara berpikir. Sebaliknya, memiliki gaya hidup sederhana, bersikap secukupnya, dan bertindak sewajarnya, akan melahirkan ketenangan batin, membuat hidup terasa ringan, dan hati tidak merasa terbebani.
Dengan demikian, kebahagiaan dan ketenangan batin tidak terletak pada materi, melainkan pada kedekatan seorang hamba dengan sumber dan pemilik ketenangan, yakni Allah SWT. Di antara cara untuk meraih ketenangan batin adalah dengan memiliki ilmu yang bermanfaat, mencintai allah, berzikir, berbuat baik kepada sesama, dan tidak berlebihan. Wallahu a’lam.
Editor: Muhammad Faizin


