Arina.id - Bulan Maulid Nabi adalah momen tepat untuk mengekspresikan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ekspresi tersebut diwujudkan melalui berbagai ibadah seperti berpuasa, memuji keagungan Nabi, memperbanyak amalan sunah, bersedekah, dan meneladani akhlaknya.
Berbicara bersedekah, beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi yang membedakan dengan kawasan lainnya. Perbedaan tradisi tersebut terlihat dari sajian tumpeng, aneka buah-buahan yang disusun mengerucut layaknya sebuah gunung yang diisi dengan ragam makanan, dan lain sebagainya.
Saat Maulid tiba, banyak majelis, surau, mushala, dan masjid di Indonesia yang mengadakan pengajian, membaca maulid barzanji, dan menghidangkan jamuan pada jamaah yang diyakini akan mendapat berkah yang melimpah.
Majelis-majelis Maulid Nabi ini ternyata memiliki keistimewaan luar biasa sebagaimana dijelaskan dalam kitab Ianah Talibin juz 3/415:
1. Dikumpulkan bersama Para Nabi
من هيأ طعاما لأجل قراءة مولد النبي صلى الله عليه و سلم و جمع اخوانا و أوقد سراجا و لبس جديدا و تبخر و تعطر تعظيما لمولد النبي صلى الله عليه و سلم حشره الله يوم القيامة مع الفرقة الأولى من النبيين فى أعلى عليين
Artinya: "Barangsiapa mempersiapkan konsumsi untuk acara pembacaan Maulid Nabi SAW, dan mengumpulkan saudara-saudaranya, menyalakan lampu, memakai yang baru, mengharumkan tempat dengan semisal membakar dupa harum, memakai minyak wangi, hal itu semua dilakukan karena mengagungkan kelahiran Nabi SAW, niscaya pada hari kiamat Allah akan mengumpulkannya bersama rombongan pertama dari kalangan para nabi di surga 'Illiyyin."
Dalam keterangan lain disebutkan:
وقال الإمام اليافعي اليمنى: من جمع لمولد النبي - صلى الله عليه وسلم - إخوانا وهيأ طعاما وأخلى مكانا وعمل إحسانا وصار سببا لقراءة مولد الرسول بعثه الله يوم القيامة مع الصديقين والشهداء والصالحين ويكون في جنات النعيم.
Artinya: "Imam Yafi’I berkata, siapa yang mengumpulkan koleganya, masyarakatnya untuk mengadakan Maulid Nabi, dan menyajikan makanan yang enak, beramal baik, maka itu akan menjadi penyebab dia dikumpulkan dengan para sidiqin, syuhada, dan orang saleh di hari Kiamat, dan tercatat masuk surga."
2. Dapat Memperlancar Rejeki
ومن قرأ مولد الرسول - صلى الله عليه وسلم - على دراهم مسكوكة فضة كانت أو ذهبا وخلط تلك الدراهم مع دراهم أخر وقعت فيها البركة ولا يفتقر صاحبها ولا تفرغ يده ببركة مولد الرسول - صلى الله عليه وسلم -.
Artinya: "Siapa yang membaca Maulid Nabi SAW atas dirham yang berisi kandungan perak maupun emas, dan mencampurkannya, maka akan ia mendapatkan keberkahan, dan tidak akan fakir bahkan selalu terisi uang, dengan lantaran berkah Maulid Nabi."
3. Didatangi Para Malaikat
قال سلطان العارفين جلال الدين السيوطي في كتابه الوسائل في شرح الشمائل: ما من بيت أو مسجد أو محلة قرئ فيه مولد النبي - صلى الله عليه وسلم - هلا حفت الملائكة بأهل ذلك المكان وعمهم الله بالرحمة والمطوقون بالنور - يعني جبريل وميكائل وإسرافيل وقربائيل وعينائيل والصافون والحافون والكروبيون - فإنهم يصلون على ما كان سببا لقراءة مولد النبي - صلى الله عليه وسلم – قال: وما من مسلم قرئ في بيته مولد النبي - صلى الله عليه وسلم - إلا رفع الله تعالى القحط والوباء والحرق.والآفات والبليات والنكبات والبغض والحسد وعين السوء واللصوص عن أهل ذلك البيت، فإذا مات هون الله تعالى عليه جواب منكر ونكير، وكان في مقعد صدق عند مليك مقتدر
Artinya: "Imam Suyuti dalam kitab Wasail syarh Syamail mengatakan, tidak ada satu rumah, atau masjid, atau tempat yang di dalamnya dibacakan maulid Nabi melainkan dipenuhi para malaikat dan menebarkan rahmat serta cahaya di tempat itu, yakni Jibril, Mikail, Israfil, dan para malaikat lainnya. Mereka juga bersalawat untuk pembacaan Maulid Nabi. Assuyuti berkata: Tidaklah seorang Muslim pun yang di rumahnya dibacakan Maulid Nabi - semoga Allah memberkahinya dan memberinya kedamaian - kecuali Allah SWT menghilangkan kelaparan, wabah penyakit, kebakaran, musibah, bencana, kebencian, iri hati, ain, dan pencuri dari penghuni rumah tersebut. Kemudian, ketika beliau wafat, Allah SWT memudahkan baginya untuk menjawab Munkar dan Nakir, dan beliau berada di surga kebenaran bersama Raja yang Maha Perkasa."
Dari sini dapat disimpulkan bahwa, siapa saja yang melantunkan shalawat, membaca maulid Nabi, baik berupa Diba'i, Barzanji, Simthud Durar, Qasidah Burdah, Maulid Syarafil Anam dan sejenisnya, dengan diiringi niat baik, keikhlasan, dan mahabbah kepada Rasulullah, maka ia akan mendapatkan banyak keistimewaan. Wallahu a'lam.
Editor: Muhammad Faizin


