Khutbah I
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَوْضَحَ لَنَا شَرَائِعَ دِيْنِهِ وَمَنَّ عَلَيْنَا بِتَنْزِيلِ كِتَابِهِ وَأَمَدَّنَا بِسُنَّةِ رَسُولِهِ، فَلِلّٰهِ الْحَمْدُ عَلَى مَا أَنْعَمَ بِهِ مِنْ هِدَايَتِهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَيْرِ الْإِنْسَانِ مُبَيِّنًا عَلَى رِسَالَةِ الرَّحْمَنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الْمَحْبُوْبِيْنَ جَمِيْعًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مُوْقِنٍ بِتَوْحِيْدِهِ، مُسْتَجِيْرٍ بِحَسَنِ تَأْيِيْدِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ الْمُصْطَفَى، وَأَمِيْنُهُ الْمُجْتَبَى وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى كَافَةِ الْوَرَى. أَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللّٰهِ اِتَّقِ اللّٰهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: بِسْمِ اللّٰهِ الرّٰحْمَنِ الرّٰحِيْمِ، لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِࣖ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, yaitu melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan inilah yang menjadi ukuran kemuliaan seorang hamba di sisi Allah, sebagaimana firman-Nya:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Artinya: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13).
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Pada saat ini kita telah memasuki bulan Rabiul Awal yang merupakan momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran beliau, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan cinta dan memperkokoh iman dan takwa kita kepada Allah.
Cinta kepada Rasulullah adalah bagian dari iman. Cinta lahir dari hati yang tulus, sebagaimana cinta seorang anak kepada orang tuanya atau cinta seorang murid kepada gurunya. Cintapun tidak membutuhkan dalil panjang lebar. Cinta membuat kita rela berkorban, mengikuti jejak beliau, dan menghidupkan sunahnya.
Sebagai umat Islam Indonesia, kita pun harus sangat bersyukur karena tetap mendapatkan hidayah mencintai Nabi walaupun terpaut waktu lebih dari seribu empat ratus tahun dari masa hidup Nabi Muhammad SAW. Bukan hanya jarak waktu, kita pun hidup di belahan bumi yang berjarak ribuan kilometer dari Kota Suci Makkah. Namun Alhamdulillah, iman kita masih tetap terpatri kuat dalam dada. Ini adalah bukti nyata bahwa hidayah Allah melintasi zaman dan ruang, menjangkau hati siapa saja yang dikehendaki-Nya.
Peringatan Maulid Nabi menjadi pengingat bahwa cinta dan keimanan kita hari ini adalah karunia besar yang harus dijaga, diamalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Cinta kepada Nabi tidak akan sempurna kecuali jika diwujudkan dalam bentuk ketakwaan kepada Allah.
Rasulullah SAW diutus bukan hanya untuk dicintai, tetapi juga untuk ditaati. Dengan mencintai beliau, kita terdorong untuk menjalankan perintah Allah dengan penuh kesungguhan, meneladani akhlak beliau, dan menjadikan hidup kita lebih bermakna di hadapan-Nya.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali 'Imran ayat 31:
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٣١
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah awal dari perjalanan risalah yang mulia. Beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, mengajarkan tauhid, dan membimbing umat menuju jalan keselamatan. Oleh sebab itu, peringatan Maulid Nabi menjadi saat yang tepat untuk mengingat kembali ajaran beliau seperti kasih sayang, keadilan, kesabaran, serta keteguhan dalam memperjuangkan kebenaran.
Rasa iman dan cinta, dengan senantiasa meneladani ajarannya, harus terus kita pertahankan sampai akhir hayat kita. Perlu kita sadari bahwa iman kita tidak cukup hanya diyakini dalam hati, melainkan harus terus dipelihara dan diperkuat dengan amal serta keteladanan dari kehidupan Rasulullah.
Melalui Maulid Nabi, umat diingatkan akan pentingnya meneladani kesabaran beliau dalam menghadapi ujian, ketaatan beliau dalam beribadah, dan komitmennya terhadap dakwah meski penuh tantangan. Dengan meneladani Rasulullah, iman akan semakin kokoh dan tidak mudah goyah oleh arus zaman.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Mari kita maksimalkan kehadiran bulan Maulid ini dengan terus menguatkan rasa cinta dan iman melalui peringatan-peringatan maulid yang di dalamnya kita warnai dengan dzikir dan bershalawat kepada Nabi. Dengan banyak-banyak membaca shalawat, insyaAllah dosa-dosa kita akan diampuni Allah dan kita akan diangkat derajatnya oleh Allah. Rasulullah telah bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ
Artinya: "Siapa saja yang membaca shalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan," (HR An Nasa’i)
Semoga kita senantiasa menjadi umatnya yang akan mendapatkan syafaat serta bersama Nabi Muhammad di surganya Allah SWT.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُتَّقِينَ، وَمِنَ الَّذِينَ يُحِبُّونَ نَبِيَّكَ الْأَمِينِ، وَاجْمَعْنَا بِهِ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang bertakwa, yang mencintai Nabi-Mu yang mulia, dan kumpulkanlah kami bersama beliau di dalam surga penuh kenikmatan. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلَى رِضْوَانِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ. فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ، إِتَّقُوااللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ. فقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى، يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلٰيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرّٰحِمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
عِبَادَاللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ
Editor: Muhammad Faizin


