Arina.id - Dalam ajaran Islam, ada sekelompok sahabat Nabi Muhammad SAW yang mendapat kabar gembira langsung dari beliau, yakni jaminan masuk surga. Mereka dikenal sebagai Al-‘Asyrah Al-Mubasyyarun bil Jannah; sepuluh orang yang diberi kabar gembira akan masuk surga.
Keistimewaan ini bukan tanpa sebab; mereka dikenal karena keimanan yang kuat, perjuangan yang gigih, dan pengorbanan luar biasa demi Islam.
Kepastian bahwa ke sepuluh dari mereka akan masuk surga tertuang dalam hadits Nabi riwayat Sa’id bin Zaid bin Umar bin Nufail:
عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَشَرَةٌ مِنْ قُرَيْشٍ فِي الْجَنَّةٍ أَنَا فِي الْجَنَّةِ، وَأَبُو بَكْرٍ فِي الْجَنَّةِ، وَعُمَرُ فِي الْجَنَّةِ، وَعُثْمَانُ فِي الْجَنَّةِ، وَعَلِيٌّ فِي الْجَنَّةِ، وَالزُّبَيْرُ فِي الْجَنَّةِ، وَطَلْحَةُ فِي الْجَنَّةِ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فِي الْجَنَّةِ، وَسَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ فِي الْجَنَّةِ ثُمَّ سَكَتَ سَعِيدٌ فَقَالُوا مَنِ الْعَاشِرُ؟ فَقَالَ سَعِيدٌ أَنَا
Artinya: "Diriwayatkan dari Sa’id bin Zain bin Amr bin Nufail, Rasulullah SAW bersabda, “Ada sepuluh orang dari kaum Quraisy yang akan berada di surga. Aku di surga, Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, az-Zubair di surga, Thalhah di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa’d bin Abi Waqash di surga,” Sa’id pun berhenti sejenak, hingga para sahabat yang menyimak bertanya, “Siapa yang kesepuluhnya?” Sa’id pun menjawab, “Aku.”
Hadits ini bisa kita simak dalam kitab Musnad al-Humaidi, j. I, h. 197. Pada hadits ini hanya ada 9 Sahabat yang dipastikan masuk surga karena yang satu adalah Nabi Muhammad sendiri. Sedangkan pada riwayat lain ada yang menyebutkan bahwa sahabat yang ke sepuluh yang dijamin masuk surga ialah Abu Ubaidah bin Jarrah.
Berikut adalah nama-nama mereka:
1. Abu Bakar Ash-Shiddiq
Nama lengkapnya ialah Abu Bakar As-Shiddiq bin 'Utsman (Abu Qukhafah) bin 'Amir bin 'Amru bin Ka'ab. Beliau adalah sahabat paling dekat dengan Rasulullah SAW dan khalifah pertama setelah wafatnya Nabi. Abu Bakar dikenal karena keimanannya yang kokoh, kejujurannya, dan pengorbanannya, bahkan seluruh hartanya ia infakkan di jalan Allah.
2. Umar bin Khattab
Umar Al-Faruq bin Khattab bin Nufail bin 'Abdil 'Uzza bin Riya`ah bin 'Abdillah bin Qirath bin Ziraah 'Ady bin Ka'ab. Beliau mendapatkan julukan Al-Faruq karena kemampuannya “membedakan” antara yang hak dan yang batil. Beliau menjadi khalifah kedua yang banyak melakukan reformasi khususnya di bidang hukum Islam. Umar dikenal tegas, adil, dan menjadi pemimpin yang membawa kejayaan Islam hingga ke luar Jazirah Arab.
3. Utsman bin Affan
Utsman Dzun Nurain bin 'Affaan bin Abu al-'Ash bin Ummayyah bin 'Abdu Syams bin 'Abdi Manaf. Beliau adalah khalifah ketiga yang dikenal dermawan dan sangat pemalu. Mendapatkan julukan dzunurain yang berarti “memiliki dua cahaya” karena beliau menikahi dua puteri Rasulullah SAW. beliau berjasa besar dalam membukukan Al-Qur’an dalam satu mushaf. Di zamannya, Islam berkembang pesat hingga ke berbagai wilayah baru.
4. Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib. Beliau adalah sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW. Ali terkenal dengan keberanian, kecerdasan, dan ilmunya yang tinggi. Beliau menjadi khalifah keempat yang sempat memindahkan ibukota dari Madinah ke Kufah. Sejak kecil beliau selalu bersama Rasulullah dan mendapatkan pengajaran langsung. Tidak heran jika pada suatu kesempatan Rasulullah bersabda bahwa Ali adalah gerbang pengetahuan Rasulullah.
5. Thalhah bin Ubaidillah
Thalhah Al-Fayadh bin 'Ubaidillah bin 'Utsman bin 'Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taym bin Murrah. Seorang sahabat yang terkenal sangat dermawan dan pemberani. Thalhah banyak berperan dalam peperangan bersama Rasulullah SAW, terutama di Perang Uhud di mana ia melindungi Nabi hingga terluka parah.
6. Zubair bin Awwam
Zubair Al-Hawari bin 'Awwam bin Khuwailid bin Asad bin 'Abdil 'Uzza bin Qushay. Beliau adalah sepupu Rasulullah SAW dan salah satu dari sepuluh sahabat yang pertama masuk Islam. Zubair dikenal sebagai pendekar yang gagah berani di medan perang dan selalu berada di sisi Nabi.
7. Abdurrahman bin Auf
Abdur Rahman Shahibus Syura bin 'Auf bin 'Abdi 'Auf bin 'Abdun bin Harits bin Zuhrah bin Kilab. Beliau adalah sahabat yang luar biasa dalam hal perdagangan dan kedermawanan. Meski sangat kaya, ia tidak pernah kikir. Ia banyak membiayai berbagai kebutuhan Islam, termasuk mempersiapkan pasukan untuk jihad.
8. Sa'ad bin Abi Waqqash
Sa’ad bin Abi Waqqash (Malik) bin Ahib bin ‘Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab. sahabat yang dikenal ahli dalam memanah. Ia juga merupakan orang pertama yang meluncurkan anak panah dalam jihad di jalan Allah. Sa’ad pernah diamanahi Rasulullah SAW sebagai panglima perang di berbagai ekspedisi penting.
9. Sa'id bin Zaid
Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail bin 'Abdil 'Uzza bin Riyaah bin 'Abdillah bin Qirath bin Ziraah 'Ady bin Ka'ab. Termasuk di antara sahabat yang lebih awal memeluk Islam. Sa'id juga dikenal sebagai pejuang sejati dalam membela agama Allah dan bagian dari keluarga yang mulia.
10. Abu Ubaidah bin Jarrah
Abu 'Ubaidah bin Abdullah bin Al-Jirah bin Hilal bin Ahib bin Dliah bin Harits bin Fihr (Quraisy). Beliau adalah sahabat terpercaya yang disebut oleh Nabi sebagai "Aminu hadzihil ummah" (orang kepercayaan umat ini). Ia adalah seorang panglima besar yang memimpin berbagai ekspedisi militer dengan penuh keteguhan dan ketawadhuan.
Ke sepuluh sahabat tersebut semuanya berasal dari suku Quraisy yang memiliki kekerabatan nasab dengan Nabi Muhammad hingga ke Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim. Selain ke sepuluh sahabat yang telah disebutkan. Sebenarnya ada lagi sahabat yang dijamin masuk surga oleh Nabi yakni Sayidah Khadijah, istri Nabi dan Ukasah.
Sahabat-sahabat Nabi tersebut bukan hanya dijamin surga karena iman semata, tapi juga karena perjuangan, keikhlasan, dan totalitas mereka dalam membela Islam. Mereka menjadi teladan sepanjang zaman tentang bagaimana mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan sepenuh hati. Semoga kita dapat meneladani akhlak dan keteguhan mereka dalam memperjuangkan agama Allah. Amin.
Editor: Muhammad Faizin


