Dark
Light
Dark
Light

Film-Film Penuh Pesan Positif dan Inspirasi yang Cocok Ditonton di Pekan Idul Fitri

Film-Film Penuh Pesan Positif dan Inspirasi yang Cocok Ditonton di Pekan Idul Fitri

Hari Raya Idul Fitri ialah momen penuh kebahagiaan dan kehangatan. Keluarga berkumpul untuk menciptakan kebersamaan dan suasana penuh sukacita. Selain saling berbagi hidangan lezat dan mengucapkan permohonan maaf, menonton film juga bisa menjadi pilihan untuk menambah keistimewaan momen ini.

Pilihan film bisa dengan tema beragam. Kita bisa menonton genre komedi, drama, fiksi ilmiah, fantasi, hingga dokumenter.

Berikut beberapa rekomendasi film yang bisa menemani keseruan Hari Raya, dari yang menghibur hingga memberikan pesan mendalam:

1. Jumbo
Jumbo (2025) adalah film animasi Indonesia terbaru karya sutradara Ryan Adriandhy yang mengangkat kisah inspiratif seorang anak bernama Don. Karena tubuhnya yang besar, Don sering mendapat ejekan dari teman-temannya dengan julukan "Jumbo."

Namun, Don bertekad membuktikan bahwa dirinya memiliki bakat yang luar biasa. Ia merencanakan pertunjukan panggung yang terinspirasi dari buku dongeng peninggalan orang tuanya.

Film ini tidak hanya menyajikan cerita yang menyentuh, tetapi juga pesan mendalam tentang perundungan, kepercayaan diri, dan pentingnya dukungan dari orang-orang terdekat. Konon, ada sekitar 400 kreator yang ikut terlibat dalam pengerjaan Jumbo selama sekitar lima tahun. Dengan visual animasi yang memukau, Jumbo menjadi pilihan tontonan yang menghibur sekaligus inspiratif untuk segala usia.

2. 1 Kakak 7 Ponakan
Film 1 Kakak 7 Ponakan (2025) merupakan remake dari sinetron berjudul sama yang ditulis oleh Arswendo Atmowiloto pada 1996. Film yang disutradarai oleh Yandy Laurens berhasil menyedot perhatian ribuan penonton. Konon, kisahnya amat sesuai dengan permasalahan Gen-Z di Indonesia.

Film 1 Kakak 7 Ponakan mengisahkan kehidupan Moko, seorang arsitek muda yang harus berjuang mengatasi kesulitan hidup secara ekonomi. Ia harus menanggung hidup banyak orang.

Ketika kesempatan untuk kehidupan yang lebih baik muncul, dia harus memilih antara kehidupan cintanya, karier, atau keponakan-keponakannya. Di tengah permasalahan tersebut, film ini menghadirkan pentingnya kebersamaan dan kasih sayang antarkeluarga dalam menjalani hidup.

3. Bila Esok Ibu Tiada
Film Bila Esok Ibu Tiada (2024), yang disutradarai Rudi Soedjarwo, mengisahkan kehidupan seorang ibu bernama Rahmi dan keempat orang anaknya, yaitu Ranika, Rangga, Rania, dan Hening.

Setelah sang suami, Haryo, meninggal dunia, ia harus menjadi seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan anak-anaknya. Rahmi dikenal sebagai ibu yang tegar dan selalu mengutamakan kebahagiaan anak-anaknya, meskipun ia harus menghadapi berbagai kesulitan.

Seiring dengan berjalannya waktu, Rahmi merasa anak-anaknya semakin sibuk dengan urusan masing-masing. Sikap anak-anaknya seolah menunjukkan mereka tak lagi membutuhkan kehadiran dan kasih sayangnya.

Berbagai konflik di tengah empat bersaudara tersebut perlahan bermunculan. Si sulung mulai menunjukkan sikap otoriter terhadap adik-adiknya, yang membuat perpecahan di antara mereka terjadi. Hingga suatu ketika, mereka harus merasakan kehilangan ibunya untuk selama-lamanya.

4. Serial When Life Gives You Tangerines
Serial When Life Gives You Tangerines (Kim Won-Seok, 2025) adalah serial televisi roman asal Korea Selatan yang tayang perdana di Netflix pada 7 Maret 2025 lalu. Sejak rilis pertama, film ini berhasil menarik banyak penonton dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

When Life Gives You Tangerines berlatar di Pulau Jeju pada tahun 1950-an. Serial ini mengangkat kisah hidup Ae-sun, seorang gadis pemberani yang bercita-cita menjadi penyair meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi, dan Gwan-sik, seorang pemuda pendiam namun setia yang selalu mendukung Ae-sun dengan caranya yang sederhana.

Kisah mereka berkembang menjadi perjalanan cinta yang penuh tantangan dan kemenangan, membuktikan bahwa cinta sejati mampu bertahan melintasi waktu. Selain mengangkat masalah percintaan, When Life Gives You Tangerines juga menyuguhkan berbagai persoalan, seperti kritik agama, kritik budaya, parenting, hingga isu feminisme.

5. Hacksaw Ridge
Hacksaw Ridge (Mel Gibson, 2016) merupakan film yang mengajarkan arti penting nilai kemanusiaan dan kasih sayang kepada sesama manusia. Film ini bergenre biografi perang dan menceritakan kisah nyata seorang prajurit Amerika bernama Desmond Thomas Doss (1919–2006).

Diceritakan, saat bertugas dalam Perang Dunia II, Doss menolak untuk membawa senjata meski ditentang oleh rekan-rekan dan komandannya. Ia tetap berpegang pada prinsip tanpa kekerasan dan pembunuhan. Keputusan itu membawanya pada banyak situasi pelik, tetapi akhirnya berbuah kebahagiaan.

6. Ne Zha 2
Ne Zha 2 (Jiao Zi, 2025) adalah film petualangan fantasi berbahasa Tiongkok, sekuel dari film Ne Zha yang pertama kali dirilis pada tahun 2019. Konon, sinema ini mengambil inspirasi dari kisah mitologi Tiongkok dan adaptasi dari Feng Shen Bang. Ne Zha 2 menjadi perbincangan global karena kehadirannya berhasil menggeser posisi Inside Out 2 (Kelsey Mann, 2024) di box office.

Ceritanya berfokus pada Ne Zha, seorang anak yang lahir dengan takdir kontroversial, yaitu sebagai reinkarnasi iblis. Ia harus menghadapi berbagai tantangan untuk membuktikan dirinya pantas diterima masyarakat. Ne Zha berjuang melawan prasangka orang-orang serta menghadapi pertempuran besar antara kebaikan dan kejahatan. Film ini menggali tema tentang takdir, kebebasan, dan perjuangan untuk menjadi diri sendiri.

7. Soul
Film Soul (2020) berhasil meraih penghargaan Piala Oscar tahun 2021 kategori Animasi Terbaik, Musik Orisinal Terbaik, dan Penata Suara Terbaik. Film ini mengalahkan kandidat film populer lainnya seperti Onward, Over the Moon, Shaun the Sheep Movie: Farmageddon, dan Wolfwalkers.

Disutradarai Pete Docter, Soul berkisah tentang kehidupan Joe Gardner, seorang guru musik sekolah menengah yang bercita-cita menjadi pianis jazz terkenal. Setelah mendapatkan kesempatan tampil di sebuah klub jazz ternama, Joe mengalami kecelakaan yang membuat jiwanya terpisah dari tubuhnya dan masuk ke alam lain yang disebut 'The Great Before'.

Di tempat tersebut, Joe bertemu sosok bernama 22, jiwa yang belum pernah lahir dan tidak tertarik pada kehidupan di Bumi. Bersama-sama, mereka memulai petualangan untuk membantu Joe kembali ke tubuhnya dan mempersiapkan 22 menemukan makna hidup.

8. Coco
Film Coco (2017) yang disutradarai Adrian Molina dan Lee Unkrich berhasil meraih penghargaan Piala Oscar tahun 2018 kategori Animasi Terbaik dan Lagu Terbaik. Film ini mengalahkan kandidat film populer lainnya seperti Loving Vincent, The Breadwinner, Ferdinand, dan The Boss Baby.

Coco adalah film animasi yang menceritakan kisah Miguel, seorang anak berusia 12 tahun yang memiliki impian menjadi musisi terkenal seperti Ernesto de la Cruz, idolanya. Namun, keluarganya menentang hal tersebut lantaran memiliki kenangan buruk dengan musik. Musik dianggap sebagai kutukan yang harus dijauhi, sesuai pemahaman yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam keluarga Miguel.

Cerita mencapai klimaks saat di Hari Orang Mati (Dia de los Muertos), Miguel tanpa sengaja masuk ke dunia arwah setelah mencoba memainkan gitar milik Ernesto di makamnya. Di alam lain tersebut, ia bertemu leluhurnya dan sosok misterius bernama Hector. 
Sosok itu yang kelak membantunya menemukan jawaban di balik larangan musik dalam keluarganya.

Selama petualangannya, Miguel belajar arti penting dari keluarga, kasih sayang, dan pengorbanan. Film ini diwarnai musik, animasi yang apik, serta kebudayaan Meksiko yang mengangkat unsur realisme magis.

9. Shawshank Redemption
Shawshank Redemption (Frank Darabont, 1994) bercerita tentang Andy Dufresne, seorang bankir muda yang dihukum penjara seumur hidup di Penjara Shawshank atas tuduhan pembunuhan yang sebenarnya tidak dilakukannya. Di dalam penjara, Andy menghadapi kerasnya kehidupan dan membangun persahabatan mendalam dengan Ellis "Red" Redding, seorang napi yang bijaksana.

Melalui kecerdasan, ketabahan, dan semangat pantang menyerah, Andy membawa harapan dan perubahan di lingkungan penjara, sambil merencanakan langkah besar yang akan membebaskannya dari keterpurukan. Film The Shawshank Redemption tergolong dalam genre drama. Ceritanya berfokus pada tema mendalam seperti persahabatan, harapan, dan perjuangan melawan ketidakadilan.

Film ini masih dipercaya sebagai salah satu karya yang sangat menyentuh hati dan inspiratif dalam dunia perfilman. Hingga kini, Shawshank Redemption masih menempati posisi pertama dalam daftar film terbaik versi IMDb dengan rating 9,3.

10. Watch Hack Your Health
Watch Hack Your Health: The Secrets of Your Gut (Anjali Nayar, 2024) adalah sebuah dokumenter yang mengupas pentingnya kesehatan usus dalam menjaga kesejahteraan tubuh secara keseluruhan. Film ini menyajikan penjelasan ilmiah tentang mikrobiota usus dan dampaknya terhadap pencernaan, kekebalan tubuh, hingga kesehatan mental.

Dengan gaya yang ringan namun informatif, dokumenter ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana pola makan dan kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi kesehatan kita secara signifikan. Sinema ini sangat cocok ditonton saat momen Idulfitri yang sering menyajikan beragam menu makanan dan kegiatan.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Khazanah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo