Dark
Light
Dark
Light

Khutbah Jumat: Rasulullah, Role Model dalam Beramal Saleh

Khutbah Jumat: Rasulullah, Role Model dalam Beramal Saleh

Khutbah I

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا، وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ وَقَيُّوْمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ لِيُتَمِّمَ مَكَارِمَ أَخْلَاقِ الْمَخْلُوْقِيْنَ، رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَابِعِيْنَ وَالْعَامِلِيْنَ بِسُنَّتِهِ، وَالدَّاعِيْنَ إِلَى شَرِيْعَتِهِ الرُّحَمَاءِ فِيْمَا بَيْنَهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah SWT,

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur yang tak terhingga kepada Allah atas anugerah berupa nikmat iman, Islam, kesehatan, rezeki, dan segala kenikmatan hidup yang telah dianugerahkan-Nya. Kita patut bersyukur bisa berkumpul di masjid yang mulia dan penuh berkah ini.

Selanjutnya, Khatib mengingatkan diri sendiri sekaligus para jamaah untuk lebih taat lagi kepada Allah. Mari kita senantiasa bertakwa kepada Allah dalam setiap langkah kehidupan kita. Dengan bertakwa, kita akan mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun akhirat.

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah SWT,

Mendekati penghujung bulan Maulid ini, khatib mengajak seluruh jamaah untuk mengenang kembali kelahiran sang Nabi yang agung. Beliau hadir di dunia sebagai pembawa kabar gembira dan petunjuk bagi umat manusia. Kelahirannya menandai awal dari masa baru, era cahaya setelah kegelapan panjang.

Nabi Muhammad SAW merupakan utusan Allah yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Beliau mengajak manusia untuk hidup dalam kebenaran dan kebaikan, serta memperingatkan mereka akan akibat dari keangkuhan dan kemaksiatan. Berkaitan dengan hal ini, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا. وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا. وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرً

Artinya: “Wahai Nabi (Muhammad), sesungguhnya Kami mengutus engkau untuk menjadi saksi, pemberi kabar gembira, dan pemberi peringatan. Dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya serta sebagai pelita yang menerangi. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.” (Q.S. Al-Ahzab: 45-47).

Di bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini, mari kita perkuat rasa cinta kita kepada beliau. Kita ingat kembali semua kebaikan yang telah beliau berikan dengan berusaha meniru akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. Karena beliau adalah contoh terbaik bagi kita semua. Allah SWT telah berfirman di dalam Al-Qur’an:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُوْ اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (Q.S. Al-Ahzab: 21).

Kendati ayat Al-Qur’an yang menyebutkan Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan itu turun dalam konteks perang Khandaq, namun perintah untuk meneladani beliau berlaku untuk semua situasi dan kondisi. Hal ini sejalan dengan keterangan Syekh Nawawi Al-Bantani, saat menjelaskan makna suri teladan pada ayat tersebut dalam kitab tafsirnya yang berjudul Al-Marah Al-Labid Li Kasyfi Ma’na Al-Qur’an Al-Majid:

أَيْ خَصْلَةٌ حَسَنَةٌ حَقُّهَا أَنْ يَقْتَدِيَ بِهَا عَلَى سَبِيْلِ الْإِيْجَابِ فِىْ أُمُوْرِ الْدِّيْنِ وَعَلَى سَبِيْلِ الْإِسْتِحْبَابِ فِىْ أُمُوْرِ الْدُّنْيَا

Artinya: “Maksudnya ialah pekerti baik yang seyogyanya untuk diikuti secara wajib dalam persoalan agama, dan dianjurkan dalam persoalan dunia.”

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah SWT,

Nabi Muhammad SAW merupakan sosok istimewa yang kehidupannya menjadi teladan bagi seluruh manusia, terutama umat Islam. Setiap kata dan tindakan beliau mencerminkan kebaikan serta nilai-nilai ajaran Islam. Rasulullah SAW di utus dengan bekal akhlak yang mulia dan menjadi teladan yang luhur:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya: “Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Q.S. Al-Qalam: 4)

Hal ini tidak lain lantaran tujuan utama Rasulullah SAW diutus ke dunia ini untuk meningkatkan kualitas akhlak manusia dan memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu redaksi hadits:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan budi pekerti yang luhur.” (H.R. Al-Baihaqi)

Menilik Sirah Nabawiyah, termasuk daripada bentuk akhlak mulia beliau ialah meskipun dihina, dicaci maki, dan dilempari batu hingga terluka parah saat berkunjung ke kota Thaif. Alih-alih membalasnya dengan kejahatan. Rasulullah SAW justru malah menengadahkan tangannya memohon ampunan kepada Allah SWT untuk penduduk Thaif tersebut:

اَللّٰهُمَّ اهْدِ قَوْمِيْ فَإِنَّهُمْ لاَيَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Wahai Tuhan, berilah hidayah kaumku ini, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”

Akhlak mulia dan kesabaran luar biasa yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW telah menjadi teladan bagi seluruh umat manusia. Melalui budi pekerti yang luhur, kehidupan umat Islam menjadi tenteram dan damai, diikat erat oleh tali persatuan dan kesatuan.

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah SWT,

Bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah bulan yang sangat istimewa. Beliau adalah manusia pilihan Allah yang paling sempurna. Allah tidak hanya memanggil beliau dengan nama saja, melainkan dengan berbagai gelar mulia yang menunjukkan kedudukan dan tugas beliau sebagai utusan Allah seperti halnya “Ya Muzammil, Ya Muddatstsir, Ya Ayyuhan-Nabi, Ya Ayyuhar-Rasul". Ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan Nabi Muhammad SAW dan menjadi contoh bagi kita untuk selalu berusaha menjadi manusia yang lebih baik.

Allah SWT menyematkan banyak gelar yang sangat mulia kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghormatan tertinggi. Ini juga menunjukkan betapa pentingnya akhlak bagi seorang hamba. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada satu pun perbuatan kita yang luput dari pandangan-Nya. Setiap amal perbuatan kita akan dicatat dan kita akan dimintai pertanggungjawaban atas semuanya.

Meskipun akan ada hari kiamat, timbangan amal, dan jembatan shiratal mustaqim, Allah SWT sebenarnya sudah mengetahui semua perbuatan hamba-Nya. Dia tidak membutuhkan malaikat pencatat atau pertanyaan di alam kubur untuk mengetahui amal kita. Allah Maha Mengetahui segalanya.

Disamping itu, Allah SWT memberikan kita pelajaran berharga tentang Tashfiyatul Qulub atau pembersihan hati agar tidak merasa sombong dengan suatu amal. Seberapa banyak apa pun amal yang kita lakukan, itu tidak akan seberapa jika dibandingkan dengan rahmat Allah yang begitu luas. Proses membersihkan hati ini tidak hanya berlangsung di dunia, tetapi juga akan terus berlangsung hingga kita berada di akhirat:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُوْنَ. إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ

Artinya: “(Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (Q.S. Asy-Syu’ara: 88-89)

Menurut para ahli tafsir, ayat ini menegaskan bahwa harta dan anak tidak menjamin kebahagiaan di akhirat. Hanya orang-orang yang beriman kepada Allah dengan benar dan memiliki akhlak mulia lah yang akan selamat.

Mendapatkan rahmat Allah bukanlah hal yang mudah, untuk meraihnya kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh melalui amal saleh. Kita patut bersyukur telah diberi nikmat iman dan Islam. Semua ini berkat ajaran Nabi Muhammad SAW yang telah menjelaskan kepada kita tentang rukun iman dan Islam secara lengkap.

Berkat ajaran Islam, kita mampu membedakan antara yang hak dan yang batil, yang halal dan yang haram, serta akhlak yang terpuji dan yang tercela. Pemahaman ini menuntun kita untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, yaitu taat kepada Allah, Rasul-Nya, ulama, dan juga pemimpin negara.

Kebaikan Rasulullah SAW kepada kita begitu besar sehingga tidak ada harta di dunia yang mampu membalasnya. Kita hanya bisa memohon kepada Allah agar diberikan rahmat dan syafaat nya beliau kelak melalui rasa cinta kepadanya.

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah SWT,

Menutup khutbah ini, selagi masih berada dalam momentum Maulid. Khatib berpesan kepada jamaah untuk memaksimalkan waktunya dengan melakukan amalan-amalan saleh. Agungkanlah bulan ini dengan memperbanyak ibadah dan ketaatan seperti memperbanyak bershalawat, melaksanakan shalat, memberikan sedekah, membiasakan berpuasa, dan segala bentuk amal ibadah lainnya.

Dengan perantara menjadikan Nabi SAW sebagai role model dalam beramal saleh, semoga kita dapat meraih syafaat al-‘udzma kelak di hari akhir. Amin ya rabbal alamin.

وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ، وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِيْ الْمُهْتَدُوْنَ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُوْ اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمُ ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Khutbah II

الْحَمْدُ للهِ وَالْحَمْدُ للهِ ثُمَّ الْحَمْدُ للهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ


$data['detail']->authorKontri->kontri

A. Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Redaktur Keislaman Arina.id. Alumnus Program Marhalah Tsaniyah Ma'had Aly Lirboyo Kediri, Jawa Timur.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Khutbah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo