Dark
Light
Dark
Light

Khutbah Jumat: Jadilah seperti Lebah, Jangan Jadi seperti Lalat

Khutbah Jumat: Jadilah seperti Lebah, Jangan Jadi seperti Lalat

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَاۚ وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya terlihat dalam ibadah ritual semata, tetapi juga tercermin dalam cara kita berpikir, bersikap, dan memilih jalan hidup di tengah berbagai godaan dunia. Orang yang bertakwa akan selalu berusaha memilih kebaikan, meskipun keburukan tampak lebih mudah dan lebih banyak di sekelilingnya.

Kebaikan dan keburukan di dunia ini bisa kita ibaratkan dengan dua makhluk Allah bernama lebah dan lalat. Lebah senantiasa mencari bunga yang harum dan menghasilkan madu yang bermanfaat bagi kehidupan walaupun di sekitarnya banyak bertebaran sampah. Sebaliknya, lalat justru mencari tempat yang kotor dan berbau busuk walaupun di sekelilingnya ada taman bunga dengan banyak bungan yang harum. 

Dari sini kita belajar bahwa manusia juga memiliki pilihan, apakah menjadi pribadi yang senang mencari kebaikan dan memberi manfaat seperti lebah, atau justru senang melihat keburukan dan menyebarkannya seperti lalat. Maka sudah sepatutnya kita memilih menjadi hamba yang mencintai kebaikan walaupun keburukan banyak di sekitar kita.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Lebah merupakan hewan yang menjadi simbol kebaikan dan pemberi manfaat. Lebah dikenal sebagai serangga yang hanya hinggap pada bunga yang baik dan harum. Lebah mengambil sari bunga terbaik, lalu mengolahnya menjadi madu yang menyehatkan dan bermanfaat bagi banyak makhluk. Bahkan dalam Al-Qur’an, lebah menjadi hewan yang diabadikan dalam Surah An-Nahl sebagai simbol makhluk yang taat dan memberi manfaat.

Allah berfirman: 

ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًاۗ يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗۖ فِيْهِ شِفَاۤءٌ لِّلنَّاسِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝٦٩

Artinya: “Kemudian, makanlah (wahai lebah) dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perutnya itu keluar minuman (madu) yang beraneka warnanya. Di dalamnya terdapat obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS An-Nahl: 69)

Lebah mengajarkan kita untuk selalu memilih yang baik dalam kehidupan. Tidak mencari tempat kotor, tetapi mencari bunga terbaik yang bisa memberi manfaat. Dari apa yang ia ambil, lebah menghasilkan madu yang menyembuhkan dan bernilai tinggi. Lebah juga mengambil secukupnya tanpa merusak bunga, sehingga keberadaan lebah justru membantu proses penyerbukan dan menjaga keseimbangan alam. Selain itu, lebah hidup dengan disiplin dan keteraturan dalam sistem koloni yang rapi, di mana setiap anggota bekerja sama demi kebaikan bersama.


Dalam kehidupan manusia, sikap seperti lebah berarti memilih lingkungan yang baik, menyukai ilmu, mencari kebaikan dalam setiap keadaan, serta berusaha memberi manfaat bagi orang lain. Rasulullah bersabda: 

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia/orang lain" (HR Ahmad dan ath-Thabrani).

Sementara itu, Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Lalat merupakan simbol ketertarikan pada keburukan. Berbeda dengan lebah, lalat tertarik pada sesuatu yang kotor, bau, dan rusak. Ia mencari tempat sampah, bangkai, dan kotoran. Kehadirannya sering membawa penyakit dan gangguan bagi manusia.

Lalat memberikan pelajaran kepada kita bahwa tidak semua makhluk memiliki kecenderungan mencari kebaikan. Lalat cenderung meninggalkan bunga dan memilih sampah. Kehadirannya sering menjadi perantara penyebaran kuman penyakit yang membahayakan. Lalat juga tidak selektif karena dapat hinggap di mana saja tanpa mempertimbangkan kebersihan atau manfaat serta tata krama.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, sikap seperti lalat tercermin pada orang yang senang mencari kesalahan orang lain, fokus pada keburukan, menyebarkan fitnah, atau menikmati hal-hal negatif. Padahal Allah telah mengingatkan kita untuk menjauhi sifat-sifat buruk. Allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ ۝١٢

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.” (QS: Al-Hujurat: 12)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kita menyadari bahwa dunia tidak akan pernah sepenuhnya bersih dari keburukan. Akan selalu ada fitnah, kebencian, hoaks, iri hati, dan berbagai bentuk kerusakan moral. Namun, kita diberi akal dan hati untuk memilih jalan hidup kita.

Menjadi seperti lebah berarti tetap mencari kebaikan walau keburukan banyak di sekitar. Kita tetap berusaha memberi manfaat walau tidak semua orang berbuat baik. Kita juga tetap harus menjaga akhlak walau lingkungan yang ada tidak selalu mendukung.

Dari hal ini kita bisa memahami bahwa hidup adalah pilihan. Walaupun keburukan banyak di sekitar kita, kita harus tetap bisa memilih menjadi pribadi yang mencintai kebaikan. Mari kita menjadi seperti lebah yang datang membawa kebaikan, pergi meninggalkan manfaat, dan hidup memberi nilai bagi sesama. Jangan menjadi lalat yang hobi menyebar keburukan dan senang pada hal-hal yang buruk. Ingatlah, kualitas hidup kita bukan ditentukan oleh lingkungan semata, tetapi oleh pilihan sikap kita dalam merespons lingkungan.

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan maunahnya dalam setiap langkah kehidupan kita. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

H. Muhammad Faizin, Sekretaris MUI Provinsi Lampung


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Khutbah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo