Dark
Light
Dark
Light

Khutbah Jumat: Orang Tua, Guru, dan Tantangan Moral Pelajar di Era Disrupsi

Khutbah Jumat: Orang Tua, Guru, dan Tantangan Moral Pelajar di Era Disrupsi

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي تَفَرَّدَ فِي أَزَلِيَّتِهِ بِعِزِّ كِبْرِيَائِهِ، وَتَوَحَّدَ فِي صَمَدِيَّتِهِ بِدَوَامِ بَقَائِهِ، وَنَوَّرَ بِمَعْرِفَتِهِ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ، الدَّاعِي اِلَى بَابِهِ وَالْهَادِي لِأَحْبَابِهِ وَالْمُتَفَضِّلِ بِإِنْزَالِ كِتَابِهِ، تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِلْإِسْتِعْدَادِ لِيَوْمِ لِقَائِهِ. فَسُبْحَانَ مَنْ تَقَرَّبَ بِرَأْفَتِهِ وَرَحْمَتِهِ، وَتَعَرَّفَ اِلىَ عِبَادِهِ بِمَحَاسِنِ صِفَاتِهِ، فَانْبَسَطُوْا لِذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ. أَحْمَدُهُ حَمْدَ مُعْتَرِفٍ بِالْعَجْزِ عَنْ اَلاَئِهِ، مُنْتَظِرٍ زَوَائِدَ بِرِّهِ وَوَلاَئِهِ

‎أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً ضَمِنَ الْحُسْنَى لِقَائِلِهَا يَوْمَ لِقَائِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ أَنْبِيَائِهِ وَسَيِّدُ أَصْفِيَائِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُمْ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ فَفَازَ بِاقْتِفَائِهِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:  يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Mengawali khutbah ini, mari kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia-Nya, yang di antaranya adalah rahmat dan hidayah-Nya serta umur panjang sehingga kita bisa hadir di majelis yang dirahmati Allah, majelis shalat Jumat. Mari ungkapkan syukur ini biqauli Alhamdulillah seraya memohon agar nikmat-nikmarnya senatiasa tetap bisa kita rasakan sampai maut menjemput kita.

Selain itu mari kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan inilah yang akan menjadi bekal bagi kita di dunia dan akhirat, serta akan membawa kita kepada kebahagiaan sejati yang diridhai oleh Allah.

Terlebih di era modern saat ini di mana perkembangan zaman begitu cepat, kita perlu menyadari perubahan teknologi dan informasi telah membawa pengaruh besar, baik positif maupun negatif. Kita perlu bekal untuk menghadapi perubahan zaman ini yang di antaranya adalah bekal keimanan dan ketakwaan.

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Di era disrupsi saat ini, kita juga harus mewaspadai dampak negatif dari perkembangan teknologi yang cenderung menggerus moral dan akhlak, terutama di kalangan generasi muda dan pelajar. Sebagai orang tua, pendidik, dan masyarakat, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan membimbing mereka agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang dapat merusak nilai-nilai agama dan budaya kita.

Tak terbantahkan lagi, dengan adanya internet dan media sosial, dunia seakan sudah berada dalam genggaman kita. Segala konten dan informasi dengan mudah bisa diakses, bukan hanya yang benar dan terpercaya, namun juga yang menjerumuskan dan merusak moral seperti pornografi, judi online, dan sejenisnya. Konten ini tidak hanya bisa diakses orang dewasa namun juga anak-anak dan remaja bisa melihatnya.

Semua yang serba mudah atau gampang ini, juga memunculkan karakter pemuda dan pelajar yang cenderubf mudah menggampangkan semua hal. Dengan fasilitas komunikasi dan informasi yang bisa dilakukan di manapun dan kapanpun, sifat malas malah cenderung tumbuh pada generasi muda saat ini. Pelan-pelan efek negatif mempengaruhi sikap mereka seperti kurang memiliki daya juang, kurang disiplin, dan mengesampingkan etika, tatakrama serta moral.

Padahal, akhlakul karimah (akhlak yang mulia) menjadi misi utama Nabi Muhammad. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari, Baihaqi, dan Hakim:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخَلاقِ

Artinya: “Sungguh aku diutus menjadi Rasul untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”

Dari hadits ini kita bisa memahami bahwa pendidikan generasi muda dan pelajar harus dititikberatkan pada akhlak dan moral untuk meneruskan misi Rasulullah SAW. Akan menyedihkan ketika kita memiliki generasi cerdas namun berakhlak buruk. Kalimat bijak mengatakan bahwa: Al Adabu fauqal ilmi. Adab ada di atas ilmu.

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Dalam menghadapi fenomena ini, rasanya penting untuk menguatkan dan menyadarkan kembali peran orang tua dan guru dalam mendidik anak. Orang tua berkewajiban bukan hanya memberi nafkah dzahir berupa materi dan biaya untuk bersekolah. Orang tua 'zaman now' juga harus memberikan nafkah batin sekaligus mengarahkan anak-anaknya agar tidak terjerumus pada akhlakussayyiah (akhlak yang buruk).

Orang tua juga harus menguatkan kembali karakter-karakter mulia kepada anaknya dengan tidak terlalu memanjakan, membiarkan dan tak peduli pada pergaulan anak, serta memaklumi semua tingkah laku anak. Sebaliknya, anak harus diawasi, dididik, dan diarahkan untuk menjadi jiwa yang kuat, tahan banting, disiplin, memiliki kepekaan sosial, berakhlak mulia dan tidak gampang mengeluh pada dinamika kehidupan yang harus mereka hadapi.

Peran guru juga penting untuk diperkuat kembali dengan menyadarkan semua bahwa mereka merupakan penerus risalah nabi. Mereka memiliki peran strategis yang bukan hanya mengajar agar pelajar menjadi pintar. Namun juga mendidik agar pelajar menjadi baik. Jangan sampai peran guru direduksi dengan hal-hal yang tidak menempatkannya sebagai pendidik sehingga mereka menjalankan tugas hanya sebagai formalitas. Mereka disibukkan dengan urusan-urusan tentang administrasi  dan aplikasi yang menjadikan misi utama mendidik pelajar dinomor sekiankan.

Jangan sampai para guru hanya berfikir materialistis yang hanya fokus pada penghasilan dalam melaksanakan tugas. Jangan sampai guru apatis dan tak peduli pada akhlak dan moral murid terlebih saat berada di lingkungan sekolah. Guru harus peduli dan mengajar dari hati dan kehadirannya di kelas oleh murid senantiasa dinanti-nanti. Sistem yang harus dibangun adalah kesadaran kolektif dan kebijakan stakeholder terkait agar setiap pendidik memiliki motivasi dan mampu menjalankan tugas dengan baik. Penting menciptakan atmosfer yang nyaman dan aman bagi guru dalam mendidik siswa-siswinya.

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Di era saat ini, orang tua dan guru harus saling bahu membahu dan saling memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing untuk bersama-sama membangun karakter pelajar agar memiliki akhlak yang mulia. Kedua elemen ini harus menciptakan atmosfer rumah dan sekolah yang mendukung pengembangan karakter positif. Dengan pendekatan ini, peran guru dan orang tua dapat dimaksimalkan untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat dan akhlak mulia, meski di tengah tantangan era disrupsi ini.

Semoga para orang tua, guru, dan pelajar diberi kekuatan dan hidayah oleh Allah untuk bisa bersama bahu membahu mewujudkan peradaban yang mulia. Amin

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلٓهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أٓلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ

‎أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللّٰهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

‎اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

‎عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

H Muhammad Faizin, Guru MAN 1 Pringsewu, Lampung


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Khutbah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo