Dark
Light
Dark
Light

Khutbah Jumat: Pentingnya Mencari Istri Salehah

Khutbah Jumat: Pentingnya Mencari Istri Salehah

Istri adalah salah satu bagian penting yang ada dalam rumah tangga. Kontribusinya sangat besar dalam mewujudkan keluarga yang harmonis, anak yang cerdas-beretika dan kehidupan yang tenteram nan damai. Oleh karenanya, sebagai seorang laki-laki, mencari istri yang salehah sangat dianjurkan di dalam Islam. 

Naskah Khutbah Jumat yang berjudul, “Khutbah Jumat: Pentingnya Mencari Istri Salehah” mengajak kaum muslimin, khususnya para pemuda untuk selektif dalam mencari pendamping hidup.

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَ أَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى  فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ  وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Jama’ah yang dirahmati oleh Allah SWT,

Tiada henti-hentinya khatib berpesan bagi diri sendiri dan jama’ah sekalian, mari kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa. Sebab hal ini difirmankan oleh-Nya dalam kitab suci Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 102:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”

Jama’ah yang dirahmati oleh Allah SWT,

Sesungguhnya Islam itu menganjurkan laki-laki untuk menikah dengan wanita salehah. Sebab secara fitrah, seorang istri akan menjadi pendamping sepanjang hidup bagi suaminya di dunia. Maka seyogyanya hal ini perlu dipertimbangkan oleh para pemuda yang hendak menikah. Terlebih lagi, dari rahim seorang wanita akan lahir anak-anak sebagai generasi penerus perjuangan.

Rasulullah SAW pernah menjabarkan kriteria wanita ideal yang cocok dinikahi dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ‌تُنْكَحُ ‌الْمَرْأَةُ ‌لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Artinya: "Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW, bahwasanya ia bersabda: “Wanita itu dinikahi karena empat hal: hartanya, silsilah keluarganya, kecantikannya dan agamanya. Maka beruntunglah engkau yang menikah dengan wanita yang baik agamanya.” (HR. Bukhari)

Syekh Zakaria al-Anshari dalam kitab Minhatul Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari, menjelaskan alasan mengapa keempat hal dalam hadits Rasulullah tersebut masuk sebagai kriteria wanita yang layak untuk dinikahi.

Pertama, karena hartanya. Sebab dengan harta, wanita tidak akan terlalu memberatkan suaminya dalam hal pemberian nafkah. Kedua, karena silsilah keluarganya. Yakni mengacu kepada kemuliaan yang ada pada bapak dan nasabnya. Ketiga, karena kecantikannya. Sebab dengan hal itu diharapkan akan terwujud pernikahan yang berkesinambungan. Keempat, karena agamanya. Sebab dengan pemahaman agama yang baik akan menuntun kepada kebaikan di dunia dan akhirat.

Jama’ah yang dirahmati oleh Allah SWT,

Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya dan penjelasan yang telah dipaparkan oleh Syekh Zakaria al-Anshari, maka sebaiknya laki-laki, khususnya para pemuda, agar mencari istri yang salehah, memiliki pemahaman agama yang baik dan memiliki akhlak yang mulia. Bukan hanya berpatokan kepada kecantikan saja. Sebab kadang kala, apabila seorang istri hanya menang cantiknya saja, pasti ia akan menyusahkan suaminya. Karena biasanya kriteria wanita seperti ini, standar ekspektasi hidupnya terlalu tinggi.

Seorang wanita yang salehah akan menjadi ibu yang baik. Sebab ia adalah sekolah pertama yang akan mendidik dan mengajarkan budi pekerti kepada anak-anaknya. Sementara itu, dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW mengumpamakan, bahwa wanita yang salehah itu merupakan perhiasan yang paling baik di dunia. Karena kelebihannya, mampu membuat suaminya menjadi bahagia dan menjadi semangat dalam beribadah.

Kemudian, wanita yang salehah mampu membuat suami merasakan ketenteraman ketika bersamanya dan membuat suami tenang ketika meninggalkannya. Begitu pun, ketika diberikan nafkah yang sedikit, ia akan merasa cukup. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: ‌مَا ‌اسْتَفَادَ ‌الْمُسْلِمُ فَائِدَةً بَعْدَ تَقْوَى اللهِ تَعَالَى خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ، إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ، وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ، وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ، وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا

Artinya: "Dari Abu Umamah, dari Nabi Muhammad SAW, bahwasanya ia bersabda: Seorang Muslim tidak akan memperoleh manfaat dari sesuatu apapun setelah bertakwa kepada Allah SWT, sesuatu yang lebih baik dibandingkan dengan istri yang salehah. Yakni, jika suami memerintahkannya, ia akan taat. Jika suami memandangnya, ia akan memberikan perasaan senang. Apabila suami bersumpah (karena suatu perkara) di hadapannya, ia akan percaya. Jika suaminya tidak mengawasinya, ia akan amanah menjaga dirinya." (HR. Thabrani)

Jama’ah yang dirahmati oleh Allah SWT,

Mencari istri yang salehah merupakan investasi terbaik untuk masa depan. Selain karena ia akan senantiasa memberikan energi positif kepada kita sebagai seorang suami, ia juga akan menjadi ibu yang baik untuk keturunan kita di masa depan. Sebab pada hakikatnya, seorang wanita adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللّٰهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَّ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالمِحَنَ وَسُوْءَ الفِتَنِ وَالمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ اْلقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَ اللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Muhaimin Yasin, Alumnus Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin Lombok Barat dan Pegiat Kajian Keislaman


$data['detail']->authorKontri->kontri

Muhaimin Yasin
Alumnus Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin Lombok Barat dan Pegiat Kajian Keislaman


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Khutbah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo