Dark
Light
Dark
Light

Khutbah Idul Adha 2024 M: Memaknai Kesetaraan dalam Ibadah Haji

Khutbah Idul Adha 2024 M: Memaknai Kesetaraan dalam Ibadah Haji

Khutbah I

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَا إِ لَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي اصْطَفَى اِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ خَلِيْلا ، وَجَعَلَهُ لِلنَّاسِ إِمَامًا ، إِنَّهُ كَانَ صدِيْقًا نَبِيًّا ، أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَلاَ وَلَدًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بَصِيْرًا وَنَذِيْرًا. الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

أما بعد، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتَهِ كَمَا جَاءَ فِيْ قَوْلِهِ: يآأيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ، إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُور

Jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah

Mari kita tingkatkan iman dan takwa kepada Allah dengan menjalani perintahNya dan meninggalkan semua laranganNya. Iman dan Takwa kepada Allah bukan sekedar formalitas belaka, akan tetapi iman dan takwa yang benar-benar membuat hati bergetar tatkala mengingat Allah.

Allah berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Artinya: "Sesungguhnya kaum mukmin itu adalah mereka yang ketika mengingat Allah (zikir), hati mereka tergetar dan ketika ayat-ayat Allah dibacakan, iman mereka semakin meningkat dan mereka bertawakal kepada Allah." (QS. Al-Anfal: 2) 

Makna zikir dalam ayat ini mencakup semua ucapan, tindak-tanduk yang mengingatkan seseorang kepada Allah dan hatinya tergetar. Oleh karena itu, marilah kita bersyukur dengan ucapan Alhamdulillah atas anugrah, taufik, dan hidayah, sehingga kita dapat melaksanakan ibadah pada Hari Raya Idul Adha ini dalam keadaan sehat, segar bugar dan penuh ketulusan hati.

Jamaah Idul Adha yang dirahmati Allah

Perlu kita ketahui bersama bahwa lantunan gema takbir “Allahu Akbar” yang kita kumandangkan di Hari Raya Idul Adha ini, sejatinya merupakan pengakuan atas kebesaran  dan keagungan Allah. Sedangkan bacaan tasbih “Subhanallah” adalah untuk menanamkan kesadaran kita bersama, bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Sempurna, Maha Suci dan terhindar dari segala hal yang tidak pantas bagi-Nya.

Lalu kalimat tahlil “La ilaha illallah” yang kita ucapkan, bertujuan untuk memperkokoh dan memperteguh keimanan kepada Allah Dzat yang Maha Esa. Sementara kalimat tahmid “wa lillahil hamdu” yang kita lafazkan, adalah ungkapan rasa syukur dan pujian kepada Allah atas segala karunia dan nikmat yang telah diberikan kepada kita, tanpa pilih kasih.

Pada hari ini, 10 Dzulhijjah, kita semua diingatkan akan dua peristiwa besar yang bersumber dari syari’at Nabi Ibrahim yang kemudian dikukuhkan menjadi syari’at Nabi Muhammad, yaitu ibadah haji dan ibadah kurban. Ibadah ini adalah gambaran perjuangan lahir batin dalam menegakkan agama Allah di muka bumi.

Saat ini jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia sedang berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Lautan manusia itu membuat panorama amat menakjubkan. Sekalipun mereka beraneka ragam suku, bangsa, bahasa, dan warna kulit, namun mereka berbaur, berpadu, dan menyatu dalam menjalankan syariat Allah swt. Mereka serentak menyatakan kesediaannya untuk memenuhi panggilan Allah yakni menunaikan ibadah haji dengan mengucapkan:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Kalimat ini oleh para ulama disebut dengan kalimat Talbiyah. Sebuah kalimat yang diperuntukkan bagi mereka yang sedang menunaikan ibadah haji. Sebuah kalimat ikrar bahwa Allah Dzat Maha Esa yang menguasai segala penjuru alam hanya Allah swt. Pernyataan kesediaan memenuhi panggilan ini juga menunjukkan betapa kuatnya dimensi ruhaniyah umat Islam kepada Allah.

Hadirin yang dimuliakan Allah

Kerabat, saudara, kolega kita, yang saat ini menunaikan ibadah haji, semuanya menanggalkan atribut status sosialnya masing-masing. Mereka semua membaur menjadi satu, memakai pakaian serba putih, sehingga sulit dibedakan mana yang pejabat dan mana yang bukan, mana yang konglomerat mana yang bukan, mana yang petani, mana yang pedagang dan seterusnya.

Ini semua menunjukkan, bahwa agama Islam mengajarkan egalitarianisme yakni manusia di hadapan Allah adalah setara, sama, hanya ketakwaan yang menentukan derajat kemuliaannya.

Ketika menggunakan pakaian ihram, maka otomatis para jamaah haji dilarang menggunakan wewangian, merias tampilan luar dengan atribut yang dilarang. Itu sebenarnya mengingatkan kepada kita bahwa yang dinilai Allah adalah hiasan ruhani atau tampilan batiniahnya, amalan-amalan baik dan akhlakul karimahnya. Hal tersebut sesuai dengan sabda Nabi Muhammad:

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلَا إِلَى صُوَرِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ اِلَى قُلُوْبِكُمْ وَاَعْمَالِكُمْ

Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada fisik dan rupa kalian, akan tetapi Allah memandang hati dan amal perbuatan kalian" (HR. Muslim)

Dalam penjelasan sebagian kitab disebutkan bahwa maksud dari hadits ini adalah Allah tidak akan membalas amal perbuatan seorang hamba berdasarkan ketampanan, kecantikan, keindahan jasmani, kekayaannya, akan tetapi Allah membalas amal perbuatan berdasarkan ketakwaannya, keyakinannya kepada Allah, keikhlasan, kejujuran dan ketawadhuannya.

Jamaah Idul Adha yang berbahagia

Berpijak dari hadits ini, Allah tidak memandang hamba-Nya berdasarkan dari tampilan lahiriah, maka sudah seharusnya kita memaksimalkan amaliah batin dengan bersedekah, dan amal kebaikan lainnya, sehingga kita kelak termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu tunduk, patuh dalam menjalankan syariat-Nya.

Ibadah haji mengajarkan kepada kita akan makna kesetaraan di hadapan Allah. Maka dari itu, di Hari Idul Adha ini, hari berkumpulnya para jamaah haji, hari tercurahnya kasih sayang, marilah kita membagikan rezeki berupa daging kurban kepada mereka yang kurang mampu. Jangan sampai kita melukai perasaan orang lain. Karena sejatinya kita semua setara di hadapan Allah. Mari kita bantu mereka yang membutuhkan pertolongan dengan tulus tanpa pamrih. 

Semoga Allah menjadikan kita, keluarga dan keturunan kita, sebagai generasi yang shaleh-shalehah, yang dikaruniai kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Amin ya rabbal alamin.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر،  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ،,  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ.  وَقُلْ رَبَّ اغِفِرْ وَاْرحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِى الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَياَتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. اَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ:  فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ تَكُوْنُوْا عِنْدَهُ مِنَ الْمُفْلِحِيْنَ الْفَائِزِيْنَ. وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا عَلىَ خَاتَمِ النَّبِيّيْنَ وَإِمَامِ الْمُتَّقِيْنَ ، فَقَدْ أَمَرَكُمْ بِذَلِكَ الرَّبُّ الْكَرِيْمُ فَقَالَ سُبْحَانَهُ قَوْلاً كَرِيْمًا: إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا .وَاْعلَمُوْا يَا إِخْوَانِي رَحِمَكُمُ اللهَ أَنَّ يَوْمَكُمْ  هَذَا يَوْمُ اْلعِيْدِ وَيَوْمُ اْلفَرَحِ وَالسُّرُوْرِ، فَاشْكُرُوا اللهَ تَعَالَى بِالتَّكْبِيْرِ وَالتَّهْلِيْلِ إِنَّهُ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ،وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 
 
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ 


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Khutbah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo