Khutbah I
الله أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَآ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قال الله تعالى : اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَآ اَوْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۚ فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ
Jamaah sholat Idul Fitri rahimakumullah,
Hari ini kita berada di hari yang agung, hari kemenangan, hari Idul Fitri 1447 H, setelah sebulan penuh kita ditempa untuk membersihkan hati, menundukkan hawa nafsu, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini adalah nikmat agung yang patut kita syukuri bersama, termasuk berbagai cobaan hidup yang tetap bisa kita lewati.
Seperti saat ini, Indonesia telah berada dalam kenikmatan yang dahsyat. Banyaknya rentetan problematika bangsa di penghujung tahun 2025 nyatanya telah membuat negara kita semakin dewasa. Kasus ketidakpercayaan publik atas ulil amri menjadi bahan evaluasi tingkat tinggi untuk pemangku negeri. Rakyat menjadikan keadaan semakin darurat dengan adanya krisis multrimaltrust yang membuat rakyat semakin menjauhi pemimpin rakyat.
Begitu juga dengan tahun 2026, Indonesia dihantui krisis ekonomi global akibat ketidaknyamanan dunia internasional atas agresi AS-Israel ke Timur Tengah. Kasus ini menambah daftar negara yang terdzalimi dan diganggu kedaulatan negaranya. Disamping itu, kelangkaan sumber energi BBM disinyalir menjadi faktor utama akibat ketidakpastian suplai BBM ke seluruh penjuru dunia.
Namun, Indonesia sampai saat ini tetap bisa bertahan dalam menghadapi gempuran cobaan dan segala macam krisis global yang terus menghantui. Negara ini sangat dahsyat kenikmatannya hingga detik takbir 1447 H dikumandangkan.
اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ. لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Oleh sebab itu, tinggal bagaimana Muslim Indonesia yang menjadi penduduk mayoritas 80% lebih,berada dan mendiami negara sebesar Indonesia dapat mengolah rasa untuk selalu dapat menjadi hamba yang bersih dan suci hatinya. Tema khutbah idul fitri kali ini mengambil citra dahsyatnya kenikmatan kemerdekaan Indonesia dengan judul: "Idul Fitri Menyucikan Hati, Raih Ridha Ilahi."
Hadirin yang berbahagia…
Nabi Muhammad telah memberikan cerminan kepada kita bahwa hati itu harus bersih dari penyakit-penyakit di dalamnya. Pembersihan hati ini terekam dalam perjalanan Isra diriwayatkan bahwa para Malaikat mengeluarkan hati Nabi SAW. Jibril kemudian membasuhnya sebanyak tiga kali. Ia membersihkan seluruh kotoran yang ada di dalamnya.
Setelah itu, para malaikat membantu Jibrīl dengan membawakan baskom berisi air zamzam secara bergantian hingga tiga kali. Kemudian, Mikail datang membawa sebuah baskom yang terbuat dari emas, yang dipenuhi dengan hikmah dan iman. Setelah dituangkan sifat santun, ilmu, keyakinan, dan Islam ke dalam dada Nabi SAW, Jibril pun menutupnya kembali.
اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ. لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Jamaah sholat Idul Fitri rahimakumullah,
Kerusakan yang menimpa hati begitu cepat. Keadaannya mudah berubah. Para ahli bahasa menyatakan, mengapa hati disebut dengan kalbu? Karena ia berasal dari kata qalbu, yang dalam bahasa Arab, berarti sesuatu yang mudah sekali berubah.
Ibnu Mas’ud RA berkata:
طَلَبْنَا الْقَلْبَ فَوَجَدْنَاهُ فِي الْإِقْبَالِ عَلَى اللَّهِ
Artinya: “Kami mencari hati yang hidup, dan kami menemukannya dalam menghadap kepada Allah.”
Demikian pula, filosofi hati dipertegas oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah yang menyebutkan dalam Majmū’ al- Fatāwā (10/257) bahwa Di dunia ini ada surga. Barang siapa tidak memasukinya, maka ia tidak akan masuk surga akhirat. Surga dunia itu adalah dekat dengan Allah, mengenal-Nya, dan mencintai-Nya.”
اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ. لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Jamaah sholat Idul Fitri rahimakumullah,
Allah SWT Memberikan sebutan بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ bagi hamba-Nya yang kokoh keimanan dan pastinya selamat di dunia dan akhirat. Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Asy-Syu'ara: 87-89:
وَلَا تُخۡزِنِي يَوۡمَ يُبۡعَثُونَ يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ
Artinya: “Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. (Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Tafsir Ruh Al-Ma’ani Karyaُ Al-Alusi menjelaskan bahwa makna qalbun salim adalah hati yang bersih/selamat dari kesyirikan. Fatuma dan Arifin (2022) menggabungkan makna qalbun salim menurut berbagai pendapat hasil penelitian. Qalbun salim adalah hati yang bersih/selamat dari akidah/keyakinan yang rusak, seperti syirik dengan berbagai bentuknya.
Ibadahnya, kemauannya, kecintaannya, ketawakkalannya, rasa takut, harapannya, dan amal perbuatannya semuannya ikhlas karena Allah SWT. Ia adalah hati yang bersih dari penyakit kekufuran dan kemunafikan dan di dalamnya tidak ada dendam, benci, dan dengki ia juga selamat dari kecondongan terhadap syahwat dunia dan segala kenikmatannya. Serta ia adalah hati yang tidak berani berbuat dosa dan durhaka kepada Allah SWT dan senantiasa menjaga hukum Allah, cinta kepada Wali Allah dan selalu memerangi musuh Allah.
Hadirin yang berbahagia…
Kebenaran dalam berpikir dan bersikap segalanya akan ditentukan oleh hati yang suci. Al-Qur'an menyebutnya dengan hati yang selamat. Ungkapan yang tersirat itu dapat dipahami sebagai salah satu manifesto kemurnian dasar dalam orientasi fikriyah dan amaliyah Muslim agar supaya benar-benar menjadi hamba yang selamat dikarenakan sudah suci hatinya. Amin.
اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ. لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ
جعلنااللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ، اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِى وَلَكُمْ، وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرْوهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ (٤×)
اللهُ اَكْبَرُ كبيرًا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذي وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى. وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نبي ولا رسول بعده. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وطاعته لعلكم تفلحون. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أمركم بالصلاة والسلام على نبيه الكريم. فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا رَمَضَانَ وَلَكُمْ بِالْقَبُولِ، وَاجْعَلْ صِيَامَنَا وَسِيلَةً لِلطُّهُورِ، وَاجْعَلْ قِيَامَنَا تَكْفِيرًا لِلذُّنُوبِ طُولَ الدُّهُورِ. اللَّهُمَّ ثَبِّتْ حُبَّنَا لِسَيِّدِنَا وَحَبِيبِنَا وَشَفِيعِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالطُّهُورِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ وَالْمَقْبُولِينَ، وَكُلَّ عَامٍ نَحْنُ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
عِبَادَ اللهِ. إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Dr. Ahmad Afif, Direktur Amanah Zakat/Dosen UIMSYA Blokagung-Banyuwangi
Editor: Muhammad Faizin


