Dark
Light
Dark
Light

Khutbah Jumat: Memahami Hak serta Kewajiban Anak dan Orang Tua

Khutbah Jumat: Memahami Hak serta Kewajiban Anak dan Orang Tua

Khutbah I 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ، وَحَثَّنَا عَلَى بَرِّ الْوَالِدَيْنِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَجَعَلَ الأَوْلَادَ أَمَانَةً فِي أَعْنَاقِ الْوَالِدَيْنِ، لِيُرَبُّوهُمْ عَلَى الْإِيْمَانِ وَالْقُرْآنِ وَالْأَخْلَاقِ الْكَرِيْمَةِ. نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ ٱللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْعَلَّامُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَفِيُّهُ وَخَلِيلُهُ، دَاعِيًا إِلَى رِضْوَانِهِ وَالْجَنَّةِ. اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا ٱلْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ أَوَّلًا بِتَقْوَى ٱللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُونَ. وَقَالَ تَعَالَىٰ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيم يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Maasyiral Muslimin rahimakumullah,

Awwalan, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, terutama bagi khatib pribadi, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, baik ketika bersama banyak orang maupun saat sendirian.

Sebab betapa memalukan jika kita yang telah dilimpahi rahmat dan nikmat-Nya setiap hari, justru membalasnya dengan kelalaian dan keberanian melanggar larangan-Nya. Semoga Allah meneguhkan hati kita semua di atas ketaatan hingga akhir hayat.

Maasyiral Muslimin rahimakumullah,

Pada kesempatan khutbah ini kita akan merenungkan satu tema penting dalam kehidupan kita sebagai orang tua maupun anak, yakni perihal hak dan kewajiban antara orang tua dan anak.

Kita semua pasti sudah paham bahwa berbakti kepada orang tua adalah kewajiban besar dalam Islam. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Isra’ ayat 23 berikut:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Artinya: ”Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

Jamaah sidang Jumat yang berbahagia,

Ayat tentang kewajiban berbakti kepada orang tua ini ironisnya, sering disalahgunakan. Banyak orang tua yang hanya pandai menuntut anak-anaknya untuk berbakti dan berbuat baik kepada mereka, tetapi lupa menunaikan hak-hak anak sejak kecil.

Betapa banyak orang tua yang hanya fokus pada nafkah lahir seperti makanan, pakaian, dan biaya sekolah, tetapi abai terhadap kebutuhan batin dan perkembangan akhlak anak-anaknya.

Seringkali orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sibuk dengan handphone atau bermain game, hingga lupa memperhatikan anak-anak mereka. Mereka jarang berdialog, jarang bermain bersama, dan lupa memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Terlebih bagi para suami yang menjadi pemimpin dalam keluarga. Seorang suami sekaligus ayah memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan memperhatikan perkembangan anak-anaknya. Sebab, hal ini bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban dan amanah yang harus dipikul dengan penuh tanggung jawab. Semua itu kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah di akhirat.

إِنَّ اللهَ سَائِلٌ كُلَّ رَاعٍ عَمَّا اسْتَرْعَاهُ أَحَفِظَ ذَلِكَ أَمْ ضَيَّعَ حَتَّى يَسْأَلَ الرَّجُلَ عَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

Artinya: “Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin perihal apa yang dipimpinnya. Apakah ia pelihara atau ia sia-siakan, hingga seseorang ditanya tentang keluarganya.” (HR an-Nasa’i).

Hadirin jamaah sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Dalam kitab Al-Fawaid Al-Mukhtarah disebutkan sebuah kisah pada masa pemerintahan Sahabat Umar bin Khattab. Saat itu, ada seorang ayah yang datang mengadu kepada Umar tentang anaknya yang berperilaku kasar dan kurang ajar kepadanya. Mendengar aduan itu, Sahabat Umar pun memanggil sang anak untuk menanyakan langsung kebenarannya.

Namun, alih-alih meminta maaf atas perilakunya, anak tersebut justru menegur ayahnya di hadapan sahabat Umar. Ia berkata, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah orang tua juga memiliki kewajiban terhadap anaknya?”

Sahabat Umar menjawab, “Benar.”

Anak itu bertanya lagi, “Apa saja kewajiban orang tua kepada anaknya?”

Lalu sahabat Umar menjelaskan, “Kewajiban orang tua adalah memilihkan ibu yang baik untuk anaknya, memberinya nama yang bagus, dan mengajarkannya Al-Qur’an.”

Mendengar penjelasan itu, sang anak pun berkata, “Wahai Amirul Mukminin, ayahku ini tidak melakukan satupun dari kewajiban itu. Ibuku adalah seorang budak berkulit hitam keturunan Majusi, aku diberi nama ‘Kumbang’ yang jelek maknanya, dan sejak kecil aku tidak pernah diajari satu huruf pun dari Al-Qur’an.”

Mendengar pengakuan anak tersebut, Sahabat Umar menoleh kepada sang ayah dan menegurnya dengan tegas, 

جِئْتَ تَشْكُوْ عُقُوْقَ ابْنِكَ وَقَدْ عَقَقْتَهُ قَبْلَ أَنْ يَعُقَّكَ وَأَسَأْتَ إِلَيْهِ قَبْلَ أَنْ يُسِيْئَ إِلَيْكَ

Artinya: “Engkau datang kepadaku untuk mengadukan kedurhakaan anakmu, padahal engkau sendiri telah durhaka kepadanya sebelum dia durhaka kepadamu. Engkau telah bersikap buruk padanya sebelum dia bersikap buruk kepadamu.”

Maasyiral Muslimin rahimakumullah,

Dari berbagai ulasan tadi kita dapat memahami bahwa memang berbakti kepada orang tua adalah kewajiban besar dalam Islam, namun hal ini jangan disahgunakan oleh para orangtua untuk menuntut anak. Orang tua juga memiliki kewajiban yang tak kalah penting kepada anak-anaknya. Janganlah kita hanya pandai menuntut, sementara kita lalai menunaikan hak-hak mereka.

Namun demikian, anak-anak juga harus memahami bahwa orang tua memiliki hak yang wajib dipenuhi oleh anak. Mereka wajib menghormati, mendoakan, menaati selama tidak dalam maksiat, dan memperlakukan orang tua dengan penuh kasih sayang. Karena sebesar apapun kekurangan orang tua, mereka tetap memiliki kedudukan mulia dalam agama kita.

Oleh karena itu, marilah kita semua melakukan introspeksi diri. Para orang tua, sudahkah kita menunaikan hak anak-anak kita? Dan para anak, sudahkah kita menunaikan hak kedua orang tua kita?

Semoga Allah menjadikan kita keluarga yang saling menunaikan kewajiban dan hak masing-masing, sehingga kehidupan kita penuh berkah dan diridhai-Nya. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالْآيآتِ وَالذكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ 

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ، اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَ كَفَرَ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَاِئِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً۰ اَمَّابَعْدُ، فَيَا عِبَادَ ﷲ اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

واعلموا أِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِىِّ, يٰۤـاَيُّهَا الَّذِينَ اٰمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيمًا, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ اَجْمَعِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الذِيْنَ قَضَوْا بِالحَقِّ وَهُمْ يَعْدِلُوْنَ, أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيْ, وَعَنْ السِّتَّةِ الْمُتَّمِّمِيْنَ لِعَشْرَةِ الكِرَامِ وَعَنْ سَائِرِ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنْ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنِ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ 

عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Khutbah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo