Dark
Light
Dark
Light

Festival Alfatah 2024 Hidupkan Kebudayaan Islam di Maluku

Festival Alfatah 2024 Hidupkan Kebudayaan Islam di Maluku

Masjid Raya Alfatah Ambon menggelar Festival Alfatah yang dibuka pada Sabtu (24/02/2024) malam. Dr. Hasbollah Toisuta, Ketua Panitia Festival Alfatah, dalam sambutannya menegaskan bahwa Masjid Raya Alfatah Ambon ini--kalau bisa dikatakan--bukan hanya sebagai tempat ritual ubudiyah, melainkan juga sebagai pusat kebudayaan Islam Maluku.

Selain itu, ia juga mengatakan, "Masjid Alfatah Ambon harus menjadi basis peradaban dalam konteks ke-Maluku-an di Provinsi Maluku.".

Maklumat Dr. Hasbollah Toisuta itu disampaikannya dalam acara pembukaan Festival Alfatah tahun 2024 di pelataran Masjid Raya Alfatah Ambon. Pernyataan Dr. Hasbollah itu dapat kita tangkap sebagai otokritik ke dalam internal umat Islam. 

Kritik itu tak hanya ditujukan kepada warga muslim Maluku secara khusus, melainkan juga umat Muslim Indonesia secara luas, bahwa terkadang masjid selalu dipersepsikan sebagai tempat ritual ubudiyah semata. Ini tentu tidak serasi dengan ikhtiar melakukan transformasi menjemput kemajuan di masa mendatang. Menegasikan persepsi semacam itu bukan berarti meminggirkan ritual ubudiyah dari dalam masjid, melainkan ritual ubudiyah itu harus senafas dengan ritual sosial. 

Dalam kata lain, masjid harus dipersepsikan sebagai tempat hablumminallah perlu seimbang juga dengan hablumminannas serta habluminalalam. 

Olehnya itu, mereposisi persepsi kita tentang peran masjid dalam konteks tersebut adalah suatu ekspresi dari keharusan semangat zaman. Ada banyak masalah sosial, ekonomi, politik dan terutama ekologis yang harus diberi solusi melalui peran agama mengakomodasi kebudayaan Islam Maluku, dan masjid sebagai ruang untuk menghidupinya. 

Melalui argumentasi itu maka Yayasan Alfatah Ambon berkolaborasi dengan semua stakeholders termasuk Pemprov Maluku  menyelenggarakan Festival Alfatah tahun 2024.

Banyak yang hadir dalam acara pembukaan tersebut seperti Gubernur Provinsi Maluku, Irjen. Pol. Purn. Murad Ismail; Sekda Provinsi Maluku Ir. Sadali Ie; Pj. Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena; Kakanwil Agama Provinsi Maluku, H. Yamin, S.Ag, M.Pd.I; Ketua MUI Provinsi Maluku, Prof. Dr. Abdullah Latuapo; Ketua Yayasan Alfatah Ambon, Drs. Hadi Basalamah, OKP, Ormas, dan masyarakat Maluku. 

Antusias masyarakat Maluku yang hadir dalam pembukaan Festival Alfatah 2024malam itu menunjukkan bahwa ada semangat kolektif yang sama untuk menjadikan Masjid Raya Alfatah Ambon sebagai basis membangun peradaban Muslim Maluku dalam konteks ke-Maluku-an. 

Sebagaimana niat utama dari penyelenggaraan Festival Alfatah ini adalah menempatkan Masjid Raya Alfatah untuk menghidupi kebudayaan Islam Maluku, sederet kegiatan yang dihadirkan meliputi:

  1. Pameran Budaya Islam Maluku yang diketuai Dr. Hanafi Holle
  2. Lomba Seni dan Budaya Islam Maluku diketuai Mudin Wael, M.Si
  3. Seminar dan Diskusi Budaya Islam Maluku diketuai Dr. Abdul Manaf Tubaka
  4. Pasar Festival dan UMKM diketuai Yahya Kotta, M.Si. 

Semua panitia tampak sangat bersemangat untuk terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Dalam kegiatan Pameran Budaya Islam Maluku menghadirkan beberapa negeri (kampung) yang ada di Maluku untuk memamerkan barang-barang tua milik mereka. Hal yang paling menarik dari perhatian adalah saat menyaksikan negeri Manipa, di stand mereka pajang mushaf tua yang sudah berusia 300 tahun. 

Selain itu, naskah-naskah tua dan peninggalan barang-barang tua dari negeri-negeri lainnya seperti Hualoy dan Luhu juga dipamerkan dalam kegiatan Festival Alfatah 2024 ini.

Satu kegiatan lainnya yang juga sangat ditunggu-tunggu adalah Seminar Nasional bertajuk Menjadi Islam Maluku: Menata Interrelasi Agama dan Peradaban di Bumi Raja-Raja. Kegiatan ini menghadirkan tokoh nasional yakni Prof. Dr. Amin Abdullah (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga), dan ada 3 narasumber lainnya yaitu Prof. Izak Latu, Prof. Mus Huliselan, dan Dr. Syahril Muhammmad. 

Kegiatan Seminar Nasional tersebut ingin membicarakan bagaimana menjadi Islam Maluku di tengah keberagaman dan sumbangsihnya dalam membangun peradaban di bumi raja-raja. Dalam membangun peradaban ini tentu butuh kolaborasi antara budaya lokal yang senafas memperkuat ajaran Islam. 

Festival Alfatah 2024 ini adalah kegiatan perdana yang diselenggarakan oleh Yayasan Alfatah Ambon berkolaborasi dengan semua stakeholders terutama Pemerintah Provinsi Maluku. Terbukti dapat menarik antusias masyarakat yang cukup besar, banyak pihak mengharapkan agar kegiatan ini terus berlanjut ke depannya.

M Kashai Ramdhani Pelupessy, Dosen Psikologi IAIN Ambon


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Mozaik Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo