Dark
Light
Dark
Light

Ramadan, Fadllur Rahman, Al-Qur'an, dan Setan

Ramadan, Fadllur Rahman, Al-Qur'an, dan Setan

Memasuki sepertiga kedua bulan Ramadan, peristiwa penting di dalamnya yang sangat populer adalah Nuzulul Qur'an. Sebuah momen sangat penting berkait kelindan dengan otentisitas kitab suci umat Islam, Al-Qur'anul Karim. Sebuah mukjizat agung atas kenabian sosok al-amin, Rasulullah Muhammad Saw. hingga akhir zaman.

Peristiwa penting bulan Ramadan tersebut, mengingatkan penulis pada sosok intelektual asal Pakistan, keilmuannya terkenal saat menjadi pengajar di Universitas Chicago USA. Popularitasnya semakin membumi di kampus Islam Indonesia yang negeri karena muridnya juga menjadi pengajar di kampus tersebut. Bahkan pada masanya, muridnya itu menjadi bagian dari pendulum gerakan modernisme Islam di Indonesia, nama lain dari pembaharuan pemikiran Islam Indonesia. 

Fadllur Rahman nama intelektual muslim dimaksud. Sengaja gunakan alih aksara "Fadllur" agar mendekati dari huruf asinya; dladl, dibanding dengan huruf "z" seperti terjemahan yang berkembang di Indonesia hingga saat ini. Untuk validasi hal tersebut, penulis langsung konfirmasi gunakan dladl, bukan? Jawabnya, dladl. Saat itu penulis ikut diskusi bersama santri-santri penerima beasiswa non degree Micro Credential DAP-LPDP di Fazlur Rahman Common Room Universitas Chicago bersama akademisi American Islamic College (AIC) sekitar Desember 2024. Selanjutnya disebut Rahman.

Pada kesempatan lain, penulis berziarah ke maqbarah Rahman di pemakaman "Elm Lawm Mausoleum Crematorium" masih di pinggiran Chicago. Kebetulan usai salju turun dan alhamdulillah langsung ketemu batu nisannya, "Fazur Rahman (1919-1988)". Penulis tidak ingin cerita mistis karena dapat langsung ketemu, tapi ingin berterima kasih kepada kandidat doktor asal UIN Jogjakarta Lien Iffah N yang memberi foto nomor bloknya. Tetapi sekali lagi, karena bersalju tentu tidak semudah saat tidak bersalju.

Popularitas karya Rahman, salah satunya karena menjadi buku bacaan wajib tahun 1992/1993 dalam mata kuliah AMDI (Aliran Modern Dalam Islam) saat S1 jurusan Tafsir Hadits Fak Ushuluddin IAIN Sunan Kaijaga Yogyakarta dan PMDI (Pemikiran Modern Dalam Islam) saat S2 di konsentrasi Filsafat Islam Prodi Akidah Filsafat Pasca Sarjana IAIN yang sama tahun 1998/1999. Rahman dikenal juga sebagai pemikir Islam yang ingin membuka pintu ijtihad, seperti judul bukunya, Membuka Pintu Ijtihad, terj. Pustaka: 1995. 

Sebagai alumni Tafsir Hadits dan Filsafat Islam, tentu saja, penulis saat itu sangat konsen dengan buku-buku Rahman, terutama yang sudah beredar luas. Bahkan, sebelumnya pada saat LKD PMII, tahun 1991, seorang senior fasilitator dan narasumber sudah mengutip karya Rahman yang berjudul ISLAM. Ketika itu sontak saja sebagai mahasiswa baru keluar dari sarang pesantren terbelalak dan menyala membara saat ditanyakan, sejak kapan Anda merasa menjadi muslim? Islam itu apa? Ajaran ritual, pemikiran, atau berislam karena keturunan? Jangan-jangan Islam Anda, Islam yang tidak berbasis pada akal, rasio yang sudah diciptakan Allah untuk manusia yang mulia. Duh, amazing, dah. 

Saat itu kita hanya dapat nerka-nerka sambil kutip beberapa ta'rif Islam dari pelajaran pondok, ma huwal islam? dst. Tentu belum sampai pada karya Rahman tersebut.

Tak kalah penting lagi, karya Rahman itu berjudul, Tema-Tema Pokok Al-Qur'an, terj. Pustaka, Bandung: 1996, cet.2. Sebelum baca buku Tema Pokok Al-Qur’an ini sebaiknya tuntaskan penjelasan Rahman tentang Al-Qur'an dalam buku Rahman tentang Islam tersebut. Karena di dalamnya ada cara penafsiran Rahman yang berbeda dengan para pemikir Islam atau mufasir lainnya. Rahman dikenal sebagai penemu metode "double movement" dalam penafsiran. Melalui pendekatan inilah Rahman memahami dan menjelaskan tentang topik-topik kunci dalam Tema Pokok Al-Qur'an.

Pada saat S1, penulis masih ingat dapat tugas halaman tentang Setan dari buku Tema Pokok Al-Qur'an. Karena tugas kelompok, masing-masing anggota ambil pemahaman kunci sendiri-sendiri sehingga pada saat paparan di depan dosen dapat lebih menguasai forum. Saat itu dosennya Dr. Amin Abdullah yang baru lulus dari Turki. Penulis ingat hingga saat ini bedanya Setan dengan Iblis. Kalau iblis itu makhluk seperti jin dan manusia, sementara setan itu tidak berbentuk, karena melekat pada pikiran, hati yang selalu tergoda, was-was dst. Jadi hati-hati, dengan pikiran buruk, suudhon, jangan-jangan itu gangguan setan. 

Satu-satunya bulan dalam Islam yang populer dapat membelenggu setan itu bulan Ramadan, semoga kita benar-benar dapat terjaga dari godaan setan kapanpun terlebih bulan suci Ramadan. Baca Al-Qur'an tentu saja dapat menghindari pikiran buruk dalam diri manusia, asal mengerti makna dan tafsirnya. 

Rahman tentu saja telah mampu membuka inspirasi baru pada saat itu. Karena pasca Rahman, masih banyak pemikir Islam lain yang lebih progressif, salah satunya Muhammad Arkoun, pemikir al-Jazair yang lama tinggal di Paris dan menjadi dosen di Universitas Sorbonne Paris.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Mahrus eL-Mawa
Pemerhati Kajian Islam dan Sosial. Tinggal di Kedaung Hijau, Pamulang


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Perspektif Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo