Dark
Light
Dark
Light

Kunci Sukses Hidup di Tahun 2025 dalam Surat Az-Zumar Ayat 10

Kunci Sukses Hidup di Tahun 2025 dalam Surat Az-Zumar Ayat 10

Arina.id - Tinggal menghitung hari, kita akan memasuki tahun baru 2025. Tahun baru sering kali menjadi tahun yang penuh harapan, terutama bagi mereka yang ingin memperbaiki diri dan tidak ingin mengulangi kesalahan di tahun sebelumnya.

Namun, di tahun 2025 ada beberapa tantangan yang tidak dapat diabaikan, seperti kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%, persaingan kerja akibat adanya kecerdasan buatan, dan perkembangan teknologi yang pesat. Semua ini menuntut kita untuk terus beradaptasi agar tetap bertahan dan memaksimalkan potensi diri.

Namun tak perlu khawatir, dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, kita dapat merenungi ayat Al-Qur'an dari Surat Az-Zumar ayat 10 sebagai panduan hidup sukses di tahun 2025:

قُلْ ‌يَا ‌عِبادِ ‌الَّذِينَ ‌آمَنُوا ‌اتَّقُوا ‌رَبَّكُمْ ‌لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هذِهِ الدُّنْيا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ واسِعَةٌ إِنَّما يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسابٍ

Artinya: “Katakanlah, 'Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan mendapatkan kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” 

Ayat ini menurut Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan bahwa selain dituntut untuk beriman, seorang muslim juga harus bertakwa kepada Allah SWT, sebab beriman saja tidak cukup tanpa disertai ketakwaan:

أَمَرَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَنْ يَضُمُّوا إِلَى الإِيمَانِ التَّقْوَى وهي امْتِثَالُ الْمَأْمُورَاتِ وَاجْتِنَابُ الْمُنْهَيَاتِ، مَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّ الإِيمَانَ وَحْدَهُ لَا يَكْفِي   

Artinya: “Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk menyertakan ketakwaan kepada keimanan", yaitu dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya,ini menunjukkan bahwa iman saja tidak cukup.” (Tafsir Al Munir [Damaskus; Dar Al Fikr, 1991] juz 23, halaman 269)

Seorang Muslim yang hanya beriman tanpa disertai ketakwaan cenderung acuh terhadap perintah dan larangan Allah SWT, lalai dalam menjalankan kewajiban, dan tidak peduli saat melakukan kemaksiatan. Oleh karena itu, penting untuk memadukan serta meningkatkan keduanya, sebab ketika iman dan ketakwaan digabungkan, kita tidak hanya meraih kesuksesan di dunia, tetapi juga di akhirat.

Sebagaimana nasihat ulama berikut ini:

قال ذُو النُّونِ المصري رحمه الله تعالى كَانَ السَّلَفُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ يَتَوَاصَوْنَ بِثَلاثَةِ وَصَايَا الأُولَى: مَنْ أَصْلَحَ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ تَعَالَى أَصْلَحَ اللَّهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّاسِ الثَّانِيَة: مَنْ أَصْلَحَ سَرِيرَتَهُ أَصْلَحَ اللَّهُ عَلَانِيَتَهُ الثَّالِثَة: مَنْ أَصْلَحَ أَمْرَ آخِرَتِهِ أَصْلَحَ اللَّهُ أَمْرَ دُنْيَاهُ

Artinya: ”Dzu al-Nun al-Misri rahimahullah berkata: "Dahulu, para ulama salaf saling menasihati dengan tiga pesan: Pertama, siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah Ta’ala, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan manusia. Kedua, siapa yang memperbaiki batinnya, maka Allah akan memperbaiki lahiriahnya. Ketiga, siapa yang memperbaiki urusan akhiratnya, maka Allah akan memperbaiki urusan dunianya.” (Al Manhaj As Sawi Syarah Ushul Thariqah As Saadah Ba’alawi, halaman 740)

Senantiasa berbuat kebaikan

Menurut Imam Fakhruddin Ar Razi dalam kitabnya Mafatihul Ghaib, Surat Az-Zumar ayat 10 menjelaskan bahwa seseorang yang berbuat kebaikan akan mendapat balasan kebaikan pula, balasan kebaikan ini mencakup dua kemungkinan. Pertama, kebaikan di dunia yang berupa keberkahan, ketenangan, kesehatan, dan kelapangan hati, yang akan melancarkan kehidupan seorang mukmin. Kedua, kebaikan di akhirat, yaitu surga dan pahala yang besar, yang tak dapat diukur sepenuhnya oleh akal manusia.

Seseorang yang senantiasa berbuat kebaikan, baik kepada sesama manusia maupun makhluk hidup lainnya, akan mendapatkan balasan kebaikan yang serupa. Misalnya, jika ia sering berbuat baik kepada sesama manusia, kehidupannya akan dipenuhi dengan kebaikan pula ketika ia membutuhkan bantuan, seperti dalam hal mencari pekerjaan.

Orang-orang yang pernah ia bantu akan membantu kembali, sebagai bentuk balas budi. Selain itu, seseorang yang senantiasa berbuat baik juga akan disayangi oleh penduduk langit, sebagaimana hadis berikut:

ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

Artinya: ”Kasihilah siapa saja yang ada di bumi, maka yang di langit akan mengasihimu.” (HR At-Tirmidzi no. 1924)

Selalu optimis dalam menjalani hidup

Al-Qur'an Surat Az-Zumar ayat 10 menurut Prof Quraish Sihab dalam Tafsir Al Misbah menjelaskan bahwa manusia seharusnya tidak terpaku pada satu tempat bila di sana ia tidak dapat mengabdi dengan baik kepada Allah SWT. Keterikatan dengan satu tempat, atau keterikatan apa pun. Meskipun terhadap sesuatu yang paling dicintai, seperti anak, harta dan pasangan, kesemuanya tidak dapat dibenarkan bila mengakibatkan terabaikannya hak hak pengabdian kepada Allah SWT.

Oleh karenanya dalam menjalani hidup ketika menghadapi kegagalan dalam berbagai aspek kehidupan seperti percintaan, karier, atau lainnya, ingat bumi Allah sangat luas dan penuh dengan peluang baru. Kegagalan bukan akhir segalanya, tetapi pintu pembelajaran dan jalan menuju kebaikan yang baru. Kita harus terus optimis berusaha, bergerak maju, dan menemukan kebahagiaan serta keberkahan dalam berbagai aspek kehidupan.

Bersabar menjalani pahitnya kehidupan

Dalam Tafsir Al-Misbah dijelaskan bahwa ayat Al-Qur'an Surat Az-Zumar ayat 10 adalah penyemangat bagi umat Islam yang sedang menjalani hijrah pertama ke Negeri Habsyah (Etiopia). Mereka meninggalkan tanah kelahiran, harta, bahkan sanak saudara, yang tentu saja merupakan ujian berat. Namun, Allah SWT memerintahkan mereka untuk bersabar dan memberi jaminan pahala tanpa batas.

Begitu pula dalam menjalani kehidupan, ketika menghadapi ujian dan tantangan yang terasa berat, kita sebaiknya tetap bersabar sambil berusaha mencari solusi. Jangan berlarut-larut dalam kesedihan ketika ujian datang bertubi-tubi. Sebagaimana firman Allah:

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (Al-Insyirah: 6)

Setiap kesulitan pasti disertai dengan jalan keluar dan kemudahan. Wallahu a’lam bish shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo