Dark
Light
Dark
Light

5 Amalan Sunnah Saat Terjebak Macet di Jalan Raya

5 Amalan Sunnah Saat Terjebak Macet di Jalan Raya

Kemacetan di jalan raya sering kali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di kota-kota besar. Situasi ini tidak jarang menimbulkan rasa jengkel, stres, atau bahkan marah bagi para pengendara. Namun, bagi seorang Muslim, momen-momen ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan amalan sunnah yang mendatangkan pahala.

Berikut adalah beberapa amalan sunnah yang bisa dilakukan saat mengalami kemacetan di jalan raya:

1. Sholat Sunnah

Saat mengalami kemacetan kita bisa melaksanakan sholat sunnah dengan berbagai dispensasi dan ketentuan sebagai berikut:

  • Jika kita sudah batal wudlu, maka apabila tidak memungkinkan wudlu di dalam kendaraan, kita bisa menggantinya dengan tayammum menggunakan debu yang menempel di kendaraan yang kita tumpangi
  • Niat sholat sunnah menyesuaikan dengan keinginan kita. Bisa berupa sholat sunnah dluha jika di pagi hari, sholat hajat jika kita punya keinginan yang tidak melanggar syariat dan kita sangat membutuhkan agar hal tersebut terwujud, atau sholat-sholat sunnah lainnya. Niat yang paling umum ialah niat sholat sunnah mutlak
  • Takbiratul ihram sambil duduk di kendaraan dan menghadap ke arah depan, yakni arah kemana kendaraaan kita melaju, karena secara fikih kiblat bagi seorang musafir yang melaksanakan sholat sunnah adalah demikian
  • Rukuk dan sujud cukup dengan membungkukkan badan sebagaimana ketentuan bagi seseorang yang sholat dengan duduk

Perlu diingat bahwa ketentuan demikian hanya berlaku bagi sholat sunnah di kendaraan dalam perjalanan. Tidak berlaku untuk sholat fardlu.

2.    Memperbanyak Dzikir dan Istighfar Standar

Saat terjebak dalam kemacetan, memperbanyak dzikir adalah cara yang sangat baik untuk tetap tenang dan mengisi waktu dengan kebaikan. Dzikir dan istighfar standar yang dimaksud ialah dzikir dan istighfar yang dikenal luas oleh umat muslim dan berasal dari ajaran Rasulullah SAW. Dzikir tersebut terdiri dari tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan istighfar:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ. أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Subhanallahi walhamdu lillahi wa laa ilaaha illallahu wallaahu akbar. Astaghfirullah.

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Aku memohon ampun kepada Allah”.

3.    Memperbanyak Bacaan Shalawat Nabi

Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam segala keadaan. Saat terjebak macet, memperbanyak shalawat bisa menjadi sarana untuk mendapatkan keberkahan dan syafaat Nabi. Beberapa shalawat yang bisa dibaca, misalnya:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad

Artinya: “Ya Allah, berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya”.

Shalawat ini bisa diucapkan berulang kali sambil menunggu kemacetan terurai. Shalawat mendatangkan ketenangan hati dan meningkatkan rasa cinta kepada Nabi SAW, serta menghilangkan rasa marah atau kesal karena macet.

4.    Memperbanyak Bacaan Doa untuk Keselamatan di Jalan

Ada baiknya saat berada di jalan, terutama dalam situasi macet, seseorang membaca doa untuk keselamatan. Salah satu doa yang bisa dibaca adalah:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, la hawla wa la quwwata illa billah

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, aku berpasrah kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali berasal dari Allah”

Doa ini mengandung makna penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah dan mengakui bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas izin-Nya. Membaca doa ini memberikan perlindungan dan ketenangan selama di perjalanan.

5.    Membaca Asmaul Husna

Asmaul Husna ialah nama yang indah dan baik milik Allah SWT. Nama-nama tersebut menggambarkan keindahan dan sifat-sifat Allah. Asmaul Husna tersebut dapat kita temukan teksnya di dalam Al-Qur'an dan berjumlah 99. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam QS. Al-Isra, ayat 100:

قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ أَوِ ٱدْعُوا۟ ٱلرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا۟ فَلَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ 

Artinya: "Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik)".

Terdapat pula sebuah hadits yang menegaskan bahwa Allah memiliki 99 nama yang baik: “Allah memiliki 99 nama, dan siapapun yang memahaminya akan masuk surga.” (HR Bukhari dan Muslim)

Lantas, apa hubungan antara kemacetan dengan bacaan Asmaul Husna? Dalam QS. Al-A’raf ayat 180 Allah menjelaskan bahwa ketika kita memohon sesuatu kepada Allah, hendaknya disertai dengan bacaan asmaul husna:

وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ 

Artinya: “Hanya milik Allah Asmaa-ul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaa-ul Husna itu”.

Saat kita sedang terjebak kemacetan, maka tentu kita berharap agar kemacetan tersebut segera terurai hingga perjalanan kita bisa kembali menjadi lancar. Oleh karena itu, membaca Asmaul Husna adalah bagian dari permohonan kita kepada Allah agar diberikan jalan keluar dari kemacetan tersebut.

Jika kita belum hafal dengan ke-99 Asmaul Husna tersebut, maka boleh saja jika kita membaca salah satu Asmaul Husna manapun. Seperti cukup memperbanyak membaca “Ya Rahmaan” (Wahai Yang Maha Pengasih) sebagaimana tersebutkan dalam surat Al-Isra ayat 100, atau “Ya Qudduus” (Wahai Yang Maha Suci), dan lain sebagainya.

Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bis shawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo