Dark
Light
Dark
Light

Dalil dan Hikmah Tradisi Usap Kepala Anak Yatim di Bulan Muharram

Dalil dan Hikmah Tradisi Usap Kepala Anak Yatim di Bulan Muharram

Arina.id - Bulan Muharam bukan hanya menandai awal tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi momen istimewa untuk memperbanyak amal kebajikan. Salah satu tradisi yang tumbuh di berbagai daerah Muslim, termasuk di Indonesia, adalah mengusap kepala anak yatim pada bulan Muharam.

Tradisi ini bukan tanpa dasar, melainkan bersumber dari nilai-nilai luhur ajaran Islam yang sangat menjunjung tinggi perhatian kepada anak yatim.

Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat peduli terhadap anak yatim. Beliau sendiri adalah seorang yatim sejak kecil, sehingga beliau merasakan langsung betapa beratnya hidup tanpa ayah. Dalam banyak hadiTs, Nabi Muhammad SAW menekankan keutamaan menyayangi anak yatim.

Dalam kitab Musnad Ahmad, j. VII, h.36, Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits:

 عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَسَحَ رَأْسَ يَتِيمٍ لَمْ يَمْسَحْهُ إِلَّا لِلَّهِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ مَرَّتْ عَلَيْهَا يَدُهُ حَسَنَاتٌ وَمَنْ أَحْسَنَ إِلَى يَتِيمَةٍ أَوْ يَتِيمٍ عِنْدَهُ كُنْتُ أَنَا وَهُوَ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ وَفَرَّقَ بَيْنَ أُصْبُعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى 

Artinya: “Diriwayatkan dari Umamah, sesungguhnya Nabi bersabda, Barangsiapa mengusap kepala anak yatim semata-mata karena Allah, maka setiap rambut yang ia usap memperoleh satu kebaikan. Barangsiapa berbuat baik kepada anak yatim di sekitarnya, maka ia denganku ketika di surga seperti dua jari ini. Nabi menunjukkan dua jarinya; jari telunjuk dan jari tengahnya.”

Hadits ini menjadi dasar dari kebiasaan umat Islam untuk menyentuh atau mengusap kepala anak yatim sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian, khususnya di bulan Muharam yang disebut sebagai “bulannya anak yatim”.

Mengapa di Bulan Muharam?

Bulan Muharam adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Di dalamnya dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkannya untuk berbagi rezeki, menyantuni anak yatim, dan menunjukkan kasih sayang secara nyata, salah satunya melalui tradisi mengusap kepala anak yatim.

Tradisi ini juga menjadi simbol kehangatan, penerimaan, dan cinta kasih. Dalam budaya Timur, khususnya dalam Islam, mengusap kepala adalah gestur kelembutan yang menunjukkan kasih dan kepedulian tulus.

Dalam kitab Manahij al-Imdad, j. I, h. 521 disebutkan bahwa mengusap kepala anak yatim di bulan Muharam adalah salah satu amalan utama yang bersanding dengan amalan lainnya seperti puasa Tasyua dan Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharam:

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم من صام يوم عاشوراء من المحرم اعطاه الله تعالي ثواب عشرة الاف مللك ومن صام يوم عاشوراء من المحرم اعطي ثواب عشر شهيد ومن مسح يده علي راس يتيم يوم عاشوراء رفع الله تعالي له بكل شعرة درجة

Artinya: “Diriwayatkan dari Ibn Abbas RA Ia berkata : Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa puasa pada hari ‘Asyura (tanggal 10 Muharram), Allah memberikan 10.000 pahala malaikat. Barang siapa puasa pada hari ‘Asyura( tanggal10 muharram), Allah memberikan pahala 10.000 para syuhada’. Dan barang siapa mengusap kepala anak yatim pada tanggal10 Muharram, Allah mengangkat derajatnya dengan setiap rambut yang diusap”.

Bentuk Pelaksanaan Tradisi

Ibnu Hajar al-Haitamy dalam kitab Al-Fatawa Al-Haditsiyah, j. I, h. 43 menjelaskan bahwa makna “mengusap kepala anak yatim” dipahami secara tekstual artinya benar-benar kita mengusap kepala para anak yatim:

والمراد من المسح في الحديث الثاني حقيقته كما بينه آخر الحديث وهو ( من مسح رأس يتيم لم يمسحه إلا لله كان له بكل شعرة تمر عليها يده عشر حسنات ومن أحسن إلى يتيمة أو يتيم عنده كنت أنا وهو في الجنة كهاتين وقرن بين أصبعيه )

Artinya: “Pengertian mengusap dalam hadits kedua ini adalah arti sebenarnya seperti dijelaskan pada hadits lain “Barangsiapa mengusap kepala anak yatim yang semata-mata karena Allah disetiap rambut yang ia usap, Allah berikan sepuluh kebaikan, dan barangsiapa memperbaiki anak yatim perempuan atau laki-laki yang ada di dekatnya niscaya aku dan dia di surga bersanding seperti ini (Dan Nabi menggandengkan antara jemarinya).”

Di berbagai daerah di Indonesia, terutama di lingkungan pesantren atau masjid, di setiap bulan Muharam biasanya diadakan acara santunan kepada anak yatim berupa uang, makanan, atau perlengkapan sekolah. Kemudian disertai dengan acara mengusap kepala anak-anak yatim secara simbolis oleh tokoh agama atau masyarakat, sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang.

Kegiatan ini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim, tetapi juga mendidik masyarakat untuk terus peduli terhadap mereka.

Hikmah Mengusap Kepala Anak Yatim

Selain memberikan kebahagiaan kepada anak yatim, ternyata memberikan santunan kepada mereka termasuk mengusap kepala mereka memberikan hikmah bagi sang donatur yakni diberikan kelembutan hati. Dalam sebuah riwayat hadits disebutkan:

ولأحمد من حديث أبي هريرة ان رجلا شكى إلى النبي صلى الله عليه و سلم قسوة قلبه فقال اطعم المسكين وامسح رأس اليتيم وسنده حسن

Artinya: “Dari Imam Ahmad, hadits dari riwayat Abu Hurairah: “Sesungguhnya seorang lelaki mengadu pada Nabi shallallaahu alaihi wasallam tentang kerasnya hatinya, Nabi bersabda ‘Berikan makanan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR. Ahmad, sanadnya Hasan).

Tradisi mengusap kepala anak yatim di bulan Muharam bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi mengandung makna spiritual dan sosial yang mendalam. Ia adalah bentuk nyata dari ajaran Islam yang menekankan kasih sayang, empati, dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang paling membutuhkan perhatian.

Mari kita hidupkan kembali semangat Muharam dengan memperhatikan anak-anak yatim di sekitar kita. Karena siapa tahu, dari satu sentuhan lembut penuh cinta itu, Allah membukakan pintu-pintu kebaikan dan surga untuk kita semua. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo