Dark
Light
Dark
Light

Kontroversi Serial Bidaah: Benarkah Minum Air Sisa Guru Datangkan Berkah?

Kontroversi Serial Bidaah: Benarkah Minum Air Sisa Guru Datangkan Berkah?

Arina.id - Bidaah adalah sebuah seri drama web Malaysia tahun 2025 yang dibintangi oleh aktor senior Malaysia, Faizal Hussein sebagai Walid, dan sederet artis lainnya. Serial ini rilis pada 6 Maret 2025 dan bisa ditonton di Indonesia lewat tayangan di Viu. Series ini viral di dua negara, yakni Malaysia dan Indonesia selama bulan Ramadan. Beberapa kalimat yang diucapkan oleh tokoh pemeran Walid bahkan kerap dijadikan meme, satu diantaranya ialah: “Pejamkan mata, bayangkan wajah Walid!”.

Series ini mengangkat isu seputar penyimpangan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai guru atau mursyid namun sejatinya apa yang ia lakukan banyak menyimpang dari ajaran agama dan terkesan berlindungan pada ajaran agama demi kepentingan pribadi. Salah satu adegan yang cukup disorot oleh netizen ialah meminum air bekas guru dengan alasan mencari keberkahan. Tulisan ini akan coba membahas praktik tersebut dari sudut pandang syariat.

Tradisi Tabarrukan atau Ngalap Berkah

Dalam khazanah keislaman, termasuk diparktikkan juga di Nusantara, kita mengenal istilah tabarrukan atau ngalap berkah. Makna literal dari kegiatan ini ialah upaya untuk mencari keberkahan. Berkah atau barokah sendiri berarti tetapnya atau bertambahnya kebaikan.

Sebagai contoh, membaca Al-Qur’an itu baik. Konsisten membaca Al-Qur’an bisa menambah kebaikan tersebut. Maka dengan upaya itu kita berupaya untuk mendapatkan keberkahan dari Al-Qur’an. Contoh lainnya ialah mencium Hajar Aswad. Ibadah haji, umrah, ataupun thawaf itu baik. Dan sebagai penyempurna kebaikan itu, kita disunahkan untuk mencium Hajar Aswad. Tindakan mencium hajar aswad itu sendiri kita lakukan sebagai bagian dari mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Dengan sendirinya kemudian kita pahami, bahwa ngalap berkah ini harus berdasar pada ajaran Al-Qur’an dan hadits.

Ngalap Berkah lewat Atsar

Ada pula satu tradisi ngalap berkah yang secara spesifik dengan media berupa atsar atau bekas milik Nabi dan Rasul serta orang saleh. Contoh ngalap berkah semacam ini ada banyak sekali. Di antaranya ialah:

1. Nabi Ya’qub ngalap berkah dengan baju Nabi Yusuf

Dalam surat Yusuf ayat 93, diceritakan bahwa Nabi Yusuf menyerahkan baju bekas ia pakai untuk diberikan kepada Nabi Ya’qub sebagai media kesembuhan beliau yang menderita sakit mata:

ٱذْهَبُوا۟ بِقَمِيصِى هَٰذَا فَأَلْقُوهُ عَلَىٰ وَجْهِ أَبِى يَأْتِ بَصِيرًا وَأْتُونِى بِأَهْلِكُمْ أَجْمَعِينَ

Artinya: “Pergilah kamu dengan membawa bajuku ini, lalu usapkan ke wajah ayahku, nanti dia akan melihat kembali; dan bawalah seluruh keluargamu kepadaku.”

2. Sahabat ngalap berkah dari bekas minum Nabi dan apapun yang identik dengan beliau

Terdapat sebuah hadits yang menceritakan bahwa sahabat suka ngalap berkah dari Rasulullah lewat media minum dari gelas yang pernah dipakai Nabi dan sholat di tempat di mana Nabi pernah sholat:

عن أبي بردة قال قدمت المدينة فلقيني عبد الله بن سلام فقال لي انطلق إلى المنزل فأسقيك في قدح شرب فيه رسول الله صلى الله عليه وسلم وتصلي في مسجد صلى فيه النبي صلى الله عليه وسلم فانطلقت معه فسقاني سويقا وأطعمني تمرا وصليت في مسجده

Artinya: “Dari Abu Burdah, ia berkata bahwa ia mendatangi Kota Madinah. Abdullah bin Salam menemuinya. ‘Ikutlah mampir ke rumahku. Aku akan memberimu minum di gelas yang pernah dipakai oleh Rasulullah SAW. Kau pun bisa sholat di tempat sujud yang pernah dipakai Rasulullah SAW,’ kata Abdullah. ‘Aku berjalan bersama Abdullah. Ia memberiku minum beberapa teguk air dan memberiku butir kurma. Aku pun sholat di tempat shalatnya,’ kata Abu Burdah,” (HR Bukhari)

Selain itu, para sahabat Nabi juga diriwayatkan sangat suka mencium tangan Nabi saat bersalaman sebagai bagian dari ngalap berkah. Ada riwayat juga yang menyebutkan bahwa saat Nabi menunjukkan mukjizatnya yakni air keluar dari sela-sela jemari beliau, semua sahabat berebut air tersebut dan tidak mau setetes pun air itu jatuh sia-sia ke tanah.

3. Rasulullah Ngalap Berkah dari Tempat Wudlu Kaum Muslim

Terdapat hadits yang menyebutkan bahwa Nabi suka berwudlu dan meminum air dari tempat-tempat wudlu kaum Muslim:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، الْوُضُوءُ مِنْ جَرٍّ جَدِيدٍ مُخَمَّرٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ أَمْ مِنَ الْمَطَاهِرِ ؟ فَقَالَ : ” لا ، بَلْ مِنَ الْمَطَاهِرِ ، إِنَّ دِينَ اللَّهِ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ ” ، قَالَ: وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبْعَثُ إِلَى الْمَطَاهِرِ ، فَيُؤْتَى بِالْمَاءِ ، فَيَشْرَبُهُ ، يَرْجُو بَرَكَةَ أَيْدِي الْمُسْلِمِينَ

Artinya: “Diriwayatkan dari Ibn Umar, ia bertanya kepada Nabi: “Ya Rasulullah, apakah berwudhu dari wadah baru yang tertutup atau dari tempat-tempat wudhu yang lebih engkau senangi?” Rasulullah menjawab: “Tidak.  Tapi dari tempat-tempat berwudhu”. Agama Allah adalah agama yang lurus dan mudah. Ibn Umar berkata: “Kemudian Rasulullah menuju tempat-tempat berwudhu dan beliau diberi air, kemudian meminumnya. Beliau mengharap berkah dan tangan-tangan umat Islam.” (HR. Al-Thabrani).

Dari berbagai penjelasan ini, bisa kita pahami bahwa sebenarnya tradisi ngalap berkah bukanlah sebuah kesalahan asalkan dilakukan sesuai dengan tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah SAW.

Segalanya atas Kehendak Allah

Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika, Sahabat Umar RA. berkata kepada Hajar Aswad:

عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ

Artinya: “Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khattab) mencium Hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu.” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270).

Riwayat ini memberikan peringatan kepada kita bahwa kalaupun kita ngalap berkah semisal kepada Hajar Aswad, maka hendaknya itu dilakukan atas dasar ketaatan kita pada apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Demikian juga berlaku untuk prosesi ngalap berkah yang lain. Semuanya harus dilandaskan pada prinsip akidah bahwasanya yang mendatangkan kebaikan dan keburukan semata hanyalah Allah SWT. Seseorang yang beritikad bahwa sesuatu, seperti minum air bekas orang saleh, bisa mendatangkan kebaikan dengan mengalpakan kuasa Allah, bisa dikategorikan sebagai orang yang kufur.

Syekh Al-Bajuri dalam kitab Tuhfah al-Murid menyebutkan:

فمن اعتقد أن الأسباب العادية كالنار والسكين والأكل والشرب تؤثر فى مسبباتها الحرق والقطع والشبع والرى بطبعها وذاتها فهو كافر بالإجماع 

Artinya: “Siapa pun yang meyakini bahwa penyebab itu tergantung kepada akibatnya, seperti api menyebabkan terbakar, pisau menyebabkan terbelah, makan menyebabkan kenyang dan minum menyebabkan segar dengan sendirinya dan karena zat tersebut, maka orang yang meyakini ini akan dikategorikan sebagai orang yang kufur menurut konsensus ulama’.”

Oleh karena itu, dalam setiap prosesi ngalap berkah harus diniati untuk mendapatkan tambahan kebaikan yang sumbernya hanyalah Allah SWT.

Minum Air Bekas Guru

Tradisi ngalap berkah juga sering dipraktikkan di Nusantara oleh para santri atau para murid dengan jalan meminum air bekas minum guru atau memakan bekas makan guru. Pada prinsipnya, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, hal ini boleh saja dilakukan asalkan dengan niat yang baik.

Beberapa catatan yang mesti diperhatikan ialah harus memastikan bahwa guru yang kita pilih adalah benar-benar guru yang memberikan pelajaran keislaman kepada kita dengan penuh kesalehan, bukan yang ahli bid’ah dlalalah atau ahli maksiat. Selain itu, faktor kesucian dan kebersihan juga harus dijadikan sebagai pertimbangan. Jangan sampai tindakan ini berlebih hingga sampai pada tahap pengkultusan individu yang jelas dilarang dalam Islam. Wallahu a’lam bish shawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo