Dark
Light
Dark
Light

Mengapa Dianjurkan Menggunakan Parfum di Hari Jumat?

Mengapa Dianjurkan Menggunakan Parfum di Hari Jumat?

Arina.id - Aksesoris yang dikenakan pada tubuh manusia jumlahnya sangat banyak, mulai kalung, kopiah, sorban, gelang, jam tangan, anting-anting, hingga menggunakan parfum. Semua itu bertujuan agar penampilannya menarik, rapi dan harum.

Khusus berkenaan dengan parfum, sebenarnya tergolong aksesoris yang kerap diaplikasikan bagi mereka yang memiliki kendala bau badan dan juga digunakan saat berinteraksi dengan orang lain. Bahkan dalam beberapa hal, parfum merupakan aksesoris yang disertakan saat beribadah.

Mengutip website Brittanica, istilah parfum dapat diartikan sebagai produk wewangian yang dihasilkan dari campuran zat-zat yang memiliki aroma khas yang ditakar dengan proporsi yang tepat. 

Kata parfum berasal dari bahasa Latin per fumum, yang berarti melalui asap. Asal mula kata per fumum adalah perfume. Seni pembuatan parfum sudah dikenal oleh orang-orang Cina kuno, Hindu, Mesir, Israel, Kartago, Arab, Yunani, dan Romawi. 

Parfum sebenarnya merupakan senyawa kimiawi berbentuk aroma yang diperuntukkan mengharumkan tubuh, baju, ruangan maupun objek tertentu. Memakai parfum menjadi salah satu kebiasaan manusia sejak dari dulu. Bahkan, salah satu kesukaan di dunia bagi Rasulullah adalah memakai parfum meskipun beliau keringatnya harum.

Dalam salah satu hadits disebutkan:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ الدُّنْيَا النِّسَاءُ وَالطِّيبُ وَجُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ

Artinya: "Diriwayatkan dari Anas, ia berkata, Rasulullah bersabda: Di dunia ini aku menyukai wanita dan parfum, sedangkan sholat adalah penentram hatiku." (HR An-Nasa'i).

Memang banyak kalangan yang memakai parfum, apalagi saat momen istimewa seperti momen pernikahan, hari raya. Namun tidak jarang pula parfum sering dikenakan saat akan melaksanakan ibadah sholat maupun aktifitas harian.

Sedangkan dalil bahwa Rasulullah memiliki aroma tubuh yang harum disebutkan:

عَنْ ثَابِتٍ قَالَ أَنَسٌ مَا شَمَمْتُ عَنْبَرًا قَطُّ وَلَا مِسْكًا وَلَا شَيْئًا أَطْيَبَ مِنْ رِيحِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا مَسِسْتُ شَيْئًا قَطُّ دِيبَاجًا وَلَا حَرِيرًا أَلْيَنَ مَسًّا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: "Diriwayatkan dari Tsabit, Anas berkata tidak pernah aku mencium aroma parfum ambar, misik dan parfum yang lebih harum daripada keringat Nabi. Dan aku tidak pernah menyentuh sutra yang lebih lembut daripada menyentuh Rasulullah." (HR. Muslim)

Kedua redaksi hadits ini memberi pemahaman bahwa Rasulullah menyukai parfum, meskipun tubuhnya beraroma harum. Bahkan sebuah riwayat menyebutkan memakai parfum adalah kesukaan para Rasul.

أَرْبَعٌ مِنْ سُنَنِ الْمُرْسَلِيْنَ الحَيَاءُ وَالتَّعَطُّرُ وَالسِّوَاكُ وَالنِّكَاحُ  

Artinya: "Empat perkara yang merupakan sunnah para rasul, yaitu rasa malu, memakai wangi-wangian, bersiwak, dan menikah." (HR Tirmidzi)

Berdasarkan keterangan hadis ini, maka memakai wewangian adalah salah satu kesunnahan. Sebab pernyataan Nabi Muhammad yang notabene memiliki aroma tubuh harum, tetap menyukai parfum agar mencontohkan umat Islam selalu berpenampilan bersih dan wangi.

Terlebih ketika memasuki hari istimewa, seperti hari Jumat, umat Islam dianjurkan membersihkan diri, memakai parfum, dan bersiwak:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ

Artinya: "Hari ini (Jumat) adalah hari raya yang dijadikan Allah SWT untuk umat Islam. Siapa yang ingin melaksanakan sholat Jumat, hendaklah mandi, memakai wangi-wangian kalau ada, dan menggosok gigi (siwak)." (HR Ibnu Majah).

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa menggunakan parfum itu dicontohkan oleh Nabi Muhammad, tujuannya adalah memberikan kesan suka kebersihan, suci, dan kenyamanan bagi diri sendiri maupun orang lain. Bahkan berkat memakai parfum pula, seseorang bisa mendapatkan pahala karena telah berusaha membuat orang lain senang dan merasa nyaman ketika berada di dekatnya.

Selain aroma wangi untuk tubuh, berlaku pula memakai aroma wangi yang berasal dari pembakaran dupa wangi. Biasanya ini dirasakan saat berada di majelis yang dihadiri banyak orang, seperti majlis dzikir, membaca Al-Qur'an, maupun majlis taklim. Tentu suasana demikian semakin menambah khusyuk dan khidmah. Wallahu a'lam bis shawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo