Dark
Light
Dark
Light

3 Kunci Ketenangan dan Keberkahan Hidup menurut Ibnul Qayyim

3 Kunci Ketenangan dan Keberkahan Hidup menurut Ibnul Qayyim

Arina.id - Dalam kehidupan yang penuh tantangan, manusia sering kali terjebak dalam pencitraan lahiriah, mengabaikan kondisi hati dan hubungannya dengan Allah. Padahal, kehidupan yang baik bukan sekadar tampilan luar, melainkan keberkahan yang lahir dari ketulusan dan kebaikan batin.

Ibnul Qayyim dalam ar-Risālah at-Tabūkiyyah menyebutkan:

من أصلح سريرته أصلح الله علانيته ومن أصلح ما بينه وبين الله أصلح الله ما بينه وبين الناس ومن عمل لآخرته كفاه الله مؤونة دنياه.  

Artinya: "Barang siapa yang memperbaiki batinnya, maka Allah akan memperbaiki lahiriahnya. Barang siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan manusia. Dan barang siapa yang bekerja untuk akhiratnya, maka Allah akan mencukupi urusan dunianya."

Kata-kata ini mengandung hikmah mendalam tentang bagaimana keseimbangan hidup dapat dicapai dengan memperbaiki hubungan kita dengan Allah. Berikut penjelasan tentang  kunci ketenangan dan keberkahan hidup serta bagaimana ajaran ini sejalan dengan Al-Qur'an dan hadits kemudian penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menata Batin, Menjaga Keikhlasan

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an:

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ، إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Artinya: "Pada hari (Kiamat) di mana harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih." (QS. Asy-Syu'ara: 88-89)

Hati yang bersih adalah sumber dari semua perbuatan baik. Jika seseorang menjaga ketulusan niatnya, maka amal perbuatannya akan membawa manfaat yang nyata. Sebaliknya, hati yang kotor dengan riya dan dengki hanya akan menjauhkan seseorang dari keberkahan.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ القَلْبُ

Artinya: "Sesungguhnya dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik maka seluruh tubuh akan baik, dan jika ia rusak maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah, itu adalah hati." (HR. Bukhari No. 52, Muslim No. 1599)

Maka, memperbaiki hati dan niat adalah langkah pertama dalam memperbaiki kehidupan kita secara keseluruhan.

2. Hubungan dengan Allah, Kunci Hubungan Sesama Manusia

Sering kali kita menginginkan hubungan baik dengan sesama, tetapi lupa bahwa hubungan tersebut berakar pada hubungan kita dengan Allah. Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan rasa kasih sayang (di hati manusia terhadap mereka)." (QS. Maryam: 96)

Ketika seseorang menjaga hubungannya dengan Allah dengan taat dalam ibadah dan menjauhi larangan-Nya, Allah akan menanamkan cinta di hati manusia terhadapnya. Hal ini tercermin dalam kehidupan para ulama dan orang-orang saleh yang dicintai umat karena ketakwaan mereka.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ، إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ، فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، فَيُنَادِي جِبْرِيلُ فِي أَهْلِ السَّمَاءِ، إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ

Artinya: "Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memanggil Jibril: 'Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril pun mencintainya. Lalu Jibril menyeru kepada penduduk langit: 'Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian kecintaan itu diturunkan ke bumi, sehingga orang-orang pun menerimanya dengan penuh cinta." (HR. Bukhari No. 3209, Muslim No. 2637)

Hadits ini menunjukkan bahwa jika kita ingin dihormati dan dicintai oleh manusia, maka terlebih dahulu kita harus memperbaiki hubungan kita dengan Allah.

3. Mengutamakan Akhirat, Dunia Akan Mengikuti

Banyak orang khawatir dengan urusan dunia: pekerjaan, keuangan, status sosial, dan sebagainya. Namun, Allah menjanjikan bahwa siapa yang menjadikan akhirat sebagai prioritas, maka dunia akan mengikuti dengan sendirinya:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya: "Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (QS. At-Talaq: 2-3)

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:

مَن كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ، وَمَن كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

Artinya: "Barang siapa yang dunia menjadi tujuan utamanya, Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di depan matanya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekadar yang telah ditetapkan baginya. Namun, barang siapa yang akhirat menjadi niat utamanya, Allah akan menyatukan urusannya, menjadikan kekayaan dalam hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan tunduk." (HR. Ibn Majah No. 4105, Ahmad No. 17936)

Maka, kunci kesejahteraan dunia bukanlah mengejarnya dengan ambisi tak terbatas, tetapi dengan menyerahkan hati untuk akhirat.

Perkataan Ibnul Qayyim bukan sekadar nasihat, tetapi merupakan prinsip hidup yang telah terbukti dalam kehidupan para ulama dan orang-orang saleh. Dengan memperbaiki hati, menjaga hubungan dengan Allah, dan menjadikan akhirat sebagai prioritas, seseorang akan mendapatkan ketenangan, keberkahan, serta kemudahan dalam urusan dunianya.

Semoga kita semua dapat mengamalkan hikmah ini dalam kehidupan sehari-hari. Amin. Wallahu a'lam bish shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Puji Raharjo Soekarno
Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, dan Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Lampung


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo