Dark
Light
Dark
Light

Tafsir Surat Al-Hijr ayat 36-38: Apakah Iblis dan Setan Tak Akan Mati?

Tafsir Surat Al-Hijr ayat 36-38: Apakah Iblis dan Setan Tak Akan Mati?

Arina.id - Sudah mafhum di kalangan umat Islam bahwa setan dan iblis adalah musuh besar dan nyata yang senantiasa menggoda agar tidak bisa kembali ke tempat asalnya dulu, yakni surga.

Setan dan Iblis adalah makhluk yang memutuskan untuk memusuhi manusia sejak Allah memerintahkan sujud penghormatan kepada Nabi Adam. Dalam Surat Al-Hijr ayat 36-38, terdapat dialog menarik antara Iblis dan Allah terkait permohonan iblis untuk diberi durasi hidup yang lebih panjang agar ia tak mati sehingga dapat menggoda dan menjerumuskan manusia kedalam neraka.

قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ٣٦ قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ ٣٧ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ ٣٨ 

Artinya: ”Ia (iblis) berkata, “ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. Allah berfirman, “(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penagguhan, sampai hari yang telah ditentukan (kiamat).”

Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini membahas tentang murka Allah setelah Iblis menolak perintah-Nya untuk bersujud kepada Nabi Adam. Penolakan tersebut didasari oleh kesombongan Iblis yang merasa dirinya lebih baik daripada Nabi Adam dan tidak pantas bersujud kepadanya. 

Akibat pembangkangannya, Allah mengusir Iblis dari surga. Namun, Iblis memohon kepada Allah agar menangguhkan ajalnya hingga hari kiamat tiba, tepatnya ketika tiupan sangkakala yang pertama ketika seluruh makhluk akan mati.

سَأَلَ إِبْلِيسُ تَأْخِيرَ عَذَابِهِ، زِيَادَةً فِي بَلَائِهِ، كَالْآيِسِ مِنَ السَّلَامَةِ، وَأَرَادَ الإِنْظَارَ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ: أَلَّا يَمُوتَ لأَنَّ يَوْمَ الْبَعْثِ لَا مَوْتَ فِيهِ وَلَا بَعْدَهُ، فَأَجَّلَهُ اللَّهُ تَعَالَى إِلَى الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ: وَهُوَ النَّفْخَةُ الأُولَى، حِينَ تَمُوتُ الْخَلَائِقُ.

Artinya: "Iblis meminta penundaan atas azabnya, yang sebenarnya adalah tambahan ujian baginya, sebagaimana orang yang telah putus asa dari keselamatan. Iblis meminta agar diundurkan hingga hari kebangkitan, yaitu agar dia tidak mati karena pada hari kebangkitan tidak ada kematian, baik sebelumnya maupun sesudahnya. Maka Allah SWT menundanya hingga waktu yang telah ditentukan, yaitu saat tiupan sangkakala pertama, ketika seluruh makhluk akan mati.” (Tafsir Al Munir, [Beirut; Dar Al Fikr, 1991] juz 14 halaman 36)

Dalam Tafsir At-Thabari juga dijelaskan bahwa Iblis, setelah dilaknat oleh Allah, memohon agar ajalnya ditangguhkan hingga hari kebangkitan. Permintaan ini dikabulkan oleh Allah hingga waktu yang telah ditentukan, yaitu saat seluruh makhluk dihancurkan. Penangguhan tersebut bukanlah bentuk rahmat, melainkan bagian dari hikmah Allah untuk menguji manusia dan membiarkan Iblis terus berada dalam kesesatannya.

يَقُولُ تَعَالَى ذِكْرُهُ: قَالَ إِبْلِيسُ: رَبِّ فَإِذْ أَخْرَجْتَنِي مِنَ السَّمَاوَاتِ وَلَعَنْتَنِي، فَأَخِّرْنِي إِلَى يَوْمِ تُبْعَثُ خَلْقُكَ مِنْ قُبُورِهِمْ فَتَحْشُرُهُمْ لِمَوْقِفِ الْقِيَامَةِ. قَالَ اللَّهُ لَهُ: فَإِنَّكَ مِمَّنْ أُخِّرَ هَلَاكُهُ إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ لِهَلَاكِ جَمِيعِ خَلْقِي، وَذَلِكَ حِينَ لَا يَبْقَى عَلَى الْأَرْضِ مِنْ بَنِي آدَمَ دَيَّارٌ.

Artinya: “Allah Ta'ala berfirman: Iblis berkata, “Wahai Tuhanku, karena Engkau telah mengeluarkanku dari langit dan melaknatku, maka tangguhkanlah ajalku hingga hari ketika makhluk-Mu dibangkitkan dari kubur mereka dan dikumpulkan untuk menghadapi hari kiamat.” Allah menjawab kepadanya, “Sesungguhnya engkau termasuk yang ditangguhkan kehancurannya hingga hari waktu yang telah ditentukan untuk kehancuran seluruh makhluk-Ku, yaitu ketika tidak ada lagi satu pun manusia yang tinggal di bumi.” (Tafsir At-Thabari, juz 17 halaman 102)

Ibnu Katsir (Wafat 774 H) dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa ketika Allah melaknat Iblis akibat pembangkangannya, wujudnya berubah dari rupa malaikat menjadi bentuk yang buruk, dan ia menjerit keras, yang menjadi asal semua jeritan di dunia hingga hari kiamat.

Akibat kedengkiannya terhadap Nabi Adam dan keturunannya, Iblis lantas meminta penangguhan ajal hingga hari kebangkitan, dan Allah mengabulkannya bukan sebagai bentuk istidraj untuk semakin menyesatkannya.

Dari penafsiran ini, kita mengetahui bahwa setan dan iblis masih hidup hingga saat ini dan akan terus menggoda serta menjerumuskan manusia ke dalam lembah kesesatan. Hal ini dilakukan demi mencapai cita-citanya membalas dendam kepada Nabi Adam, karena ia dikeluarkan dari surga akibat menolak untuk sujud kepadanya.

Kenyataan ini seharusnya menjadi bahan renungan bagi kita untuk selalu waspada dan senantiasa memohon perlindungan kepada Allah agar selamat dari godaan setan dan iblis, laknatullah. Sebab jika dulu satu manusia mungkin hanya digoda oleh dua atau tiga setan, dengan umur setan yang panjang, bisa jadi saat ini satu manusia digoda oleh 50 setan atau bahkan lebih. Wallahu a’lam bish shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo