Allah SWT tidak hanya menciptakan langit dalam satu lapis saja. Allah menciptakannya berlapis-lapis yang dalam Al-Qur’an disebut sebanyak 7 lapis. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al Mulk ayat 3:
الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ
Artinya: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada penciptaan Tuhan yang maha Pemurah sesuatu yang seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?" (QS. Al Mulk : 3)
Tujuh lapis langit tersebut tercipta dari bahan yang berbeda, penjaga yang berbeda dan dengan nama yang berbeda pula setiap lapis langit. Imam Ghazali menyebutkan riwayat hadits yang bersumber dari kisah Muadz dalam kitab Bidayatul hidayah sebagai berikut:
يا معاذُ إن اللهَ تعالَى خلق سبعةَ أملاكٍ قبل أن يخلقَ السمواتِ والأرضِ ثم خلق السمواتِ فجعل لكلِّ سماءٍ من السبعةِ مَلكًا بوابًا عليها
Artinya: "Wahai Muadz sesungguhnya Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum menciptakan langit dan bumi, kemudian Allah menciptakan langit lebih dahulu dan setiap tujuh langit itu ada malaikat penjaga pintunya."
Adapun nama-namanya adalah:
- Langit pertama dinamakan dengan langit dunya (sama’ dunya) karena dekat dengan bumi. Terbuat dari emas dan kuncinya dari cahaya. Nama Malaikat yang menjaga langit ini disebut hafadzah. Ia bertugas menyeleksi amal perbuatan manusia dari pergunjingan, jika amal yang naik terdapat unsur ghibah maka akan dikembalikan ke pemiliknya.
- Langit kedua disebut dengan ma’un yang terbuat dari besi atau marmer putih. Penjaganya bernama malaikat Rubail yang menyeleksi amal perbuatan manusia dari rasa paling mulia.
- Langit ketiga dinamakan dengan langit Harabut yang terbuat dari tembaga, menurut satu pendapat terbuat dari besi. Pada langit ini malaikatnya menyeleksi amal manusia dari unsur kesombongan.
- Langit keempat dinamakan dengan langit Zahir yang terbuat dari tembaga, menurut suatu pendapat terbuat dari perak. Pada langit ini malaikatnya menyeleksi amal manusia dari unsur bangga diri. Penduduknya bertasbih dengan: سبحان الملك القدّوس
- Langit kelima dinamakan dengan langit Mushirah yang terbuat dari perak, menurut suatu pendapat terbuat dari emas. Malaikatnya menyeleksi amal perbuatan manusia dari unsur penyakit hati seperti iri, dengki, adu domba dan lain-lain.
- Langit keenam dinamakan dengan langit Khalisah terbuat dari emas, menurut suatu pendapat terbuat dari intan, penjaganya adalah malaikat Thauthail yang menjaga rahmat.
- Langit ketujuh dinamakan dengan langit Labiyah yang terbuat dari yaqut merah. Amal yang naik ke langit bagaikan sepasang pengantin yang berbahagia, yang diiringi oleh 300 malaikat. Malaikatnya menyeleksi amal perbuatan manusia yang beramal bukan karena Allah. Penduduknya bertasbih dengan: سبحان خالق النور
Malaikat sendiri adalah makhluk yang diciptakan dari cahaya dan tunduk kepada perintah Allah. Malaikat tidak memiliki hawa nafsu, melainkan hanya beribadah kepada Allah semata. Dari sini sangat jelas bahwa para malaikat sangat berbeda dengan manusia.
Seperti diketahui, bahwa malaikat yang dikenal oleh mayoritas umat Islam ada 10, yakni: Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Malik, Ridwan, Raqib, Atid. Kesemuanya memiliki tugas yang berbeda-beda. Jibril bertugas menyampaikan wahyu, Mikail membagi rezeki, Israfil meniup sangkakala, Munkar-Nakir menguji iman di alam kubur, Malik penjaga neraka, Ridwan penjaga surga, Izrail mencabut nyawa, Raqib dan Atid mencatat amal perbuatan mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, dari hal kecil sampai hal besar, baik yang tersembunyi maupun terang-terangan.
Sementara tujuh langit yang dijaga ketat oleh para malaikat ini hanya bisa ditembus manusia istimewa yaitu Nabi Muhammad SAW saat Isra’ Mi'raj.
Perlu diketahui bahwa manusia biasa hanya mampu mencapai awan saja. Meski terbang menggunakan pesawat mereka belum dapat dikatakan sampai ke langit pertama.
Dari sini dapat disimpulkan, jumlah malaikat itu sangat banyak. Tidak terbatas pada 10 saja. Sebab para malaikat memiliki tugas yang berbeda-beda, namun mereka memiliki kesamaan yaitu tunduk pada perintah Allah tanpa mengingkariNya.
Editor: Muhammad Faizin


